INOVASI TEKNOLOGI

Kain pintar, menyesuaikan kenyamanan pengguna

Kain baru temuan ilmuwan Universitas Maryland YuHuang Wang dan Ouyang Min. Tekstil pertama yang otomatis mengubah sifat menahan atau melepaskan panas tergantung pada kondisi.
Kain baru temuan ilmuwan Universitas Maryland YuHuang Wang dan Ouyang Min. Tekstil pertama yang otomatis mengubah sifat menahan atau melepaskan panas tergantung pada kondisi. | Faye Levine /University of Maryland

Kini telah ditemukan kain pintar. Menyejukkan tubuh saat penggunanya kepanasan dan menghangatkan kala cuaca dingin.

Kain berbahan dasar wol ini bisa mendeteksi suhu tubuh orang yang mengenakannya. Bedanya dengan bahan wol biasa yang digunakan dalam pakaian olahraga, adalah lapisan logam konduktif sangat tipis disematkan pada kain ini.

Pembuatnya mengklaim bahan ini jauh lebih baik daripada pakaian olahraga breathable yang ada di pasaran. Kain ini mampu mengubah suhu tubuh sebesar 35 persen, sementara kain biasa hanya mampu mengubah sampai lima persen saja.

Bahan pintar ini bisa dicuci layaknya jumper biasa. Harganya pun tak beda jauh, £4--sekitar Rp73 ribu--lebih mahal.

"Bahan ini dibuat dengan gagasan untuk memastikan bahwa seseorang bisa tetap nyaman. Mereka tidak perlu melepas lalu mengenakan pakaian, untuk mencapai suhu yang nyaman," kata Profesor Min Ouyang, salah satu penemu bahan dari University of Maryland.

Prof. Ouyang memberi contoh, saat merasa kepanasan orang tak perlu menyalakan AC atau ganti pakaian. Bahan pakaian ini akan menyesuaikan suhu demi kenyamanan penggunanya.

Bersama Ouyang, YuHuang Wang--juga dari University of Maryland--memilih wol, bahan yang sudah tersedia di pasar dan digunakan dalam pakaian olahraga sebagai bahan utama. Kemudian dilapisi karbon 'nanotube' yang setipis rambut manusia.

Kain di bawah logam ini lah yang akan mendeteksi manakala suhu tubuh pengguna menghangat lantaran kulit mereka lembap karena keringat. Ini menyebabkan serat-serat kain menyusut dan tertarik lebih dekat, menciptakan muatan listrik yang mengeluarkan panas dari tubuh.

Tetapi jika seseorang mulai merasa agak dingin lagi, bahannya akan mengembang. Lapisan logam menarik kehangatan dari udara di luar untuk masuk.

Kain baru temuan ilmuwan Universitas Maryland YuHuang Wang dan Ouyang Min. Tekstil pertama yang otomatis mengubah sifat menahan atau melepaskan panas tergantung pada kondisi.
Kain baru temuan ilmuwan Universitas Maryland YuHuang Wang dan Ouyang Min. Tekstil pertama yang otomatis mengubah sifat menahan atau melepaskan panas tergantung pada kondisi. | Faye Levine /University of Maryland

Sebelum kain pintar ini ditemukan, ilmuwan lain pernah berupaya menciptakan pakaian yang menyejukkan. Termasuk ciptaan jaket ber-AC dari Jepang dengan dua kipas angin di bagian belakang.

Bedanya, penemuan terbaru ini tidak membutuhkan baterai. Hanya membutuhkan ilmu alam. "Tubuh manusia adalah radiator yang sempurna. Ini mengeluarkan panas dengan cepat," imbuh Profesor Ouyang.

Dijelaskan dalam jurnal Science, cara kerja kain ini bisa dikatakan instan. Sebelum seseorang menyadari mereka kepanasan, bahan pakaian ini segera mulai mendinginkannya.

Sepanjang sejarah, satu-satunya cara untuk mengatur ini adalah dengan melepas atau mengenakan pakaian. Namun, bahan ini benar-benar berfungsi layaknya regulator dua arah.

"Hasil kerja pelopor ini memberikan karakteristik baru bagi pakaian yang menyesuaikan kenyamanan penggunanya," kata Ray Baughman, seorang profesor kimia di University of Texas yang tidak terlibat dalam penelitian.

Sejauh ini para peneliti telah menjajal berbagai pendekatan dalam pembuatan kain yang meningkatkan kenyamanan. Menurut Emily Walzer, redaktur pelaksana Textile Insight, sebagian besar memiliki satu kesamaan.

"Manajemen kelembapan adalah unsur utama dalam kinerja lapisan dasar pakaian yang melekat dengan kulit," kata Walzer. "Konsumen mengharapkan kelembapan bergerak lebih cepat dan lebih efisien, dan teknologi baru apa pun harus menjalankan fungsi itu secara berkelanjutan."

Kain baru ciptaan Wang dan tim ini telah dirajut menjadi sepotong bahan berukuran hampir 4.700cm persegi. Kain ini akan diuji oleh perusahaan pakaian di AS. Mungkin hasil jadinya sudah bisa dijual dalam dua tahun mendatang.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR