Kamera profesional dan ponsel bisa saling melengkapi

Samsung Galaxy Note 8 yang dilengkapi dengan kamera dual ber-OIS.
Samsung Galaxy Note 8 yang dilengkapi dengan kamera dual ber-OIS.
© Yoseph Edwin /Beritagar.id

"Teknologi kamera memang belum bisa menggantikan fungsi kamera profesional sepenuhnya, namun ada kemungkinan ke arah situ."

Begitulah pernyataan yang terlontar dari David Soong, seorang fotografer sekaligus pendiri Axioo Photography dalam acara lokakarya membedah kamera Note 8 yang diadakan oleh Samsung Indonesia di Jakarta pada Selasa (14/11).

Pesatnya teknologi memang mengubah dunia dalam bergerak. Khususnya dunia fotografi, jika dahulu sebuah gawai kamera ya hanya itu-itu saja bentuknya, kini ada beragam jenis kamera. Dari kamera aksi, cctv, mirrorless, dan tentu saja kamera pada ponsel.

Dahulu kamera ponsel hanya dilihat sebagai pelengkap. Fitur pengabadian gambar menjadi fitur sampingan yang memiliki tujuan untuk sekadar menangkap gambar secara praktis. Namun kini keberadaan kamera bisa dikatakan menjadi satu fitur penting saat seseorang membeli gawai ponsel pintar.

Dari data hasil laporan lembaga konsultansi Deloitte, diperkirakan ada lebih dari 90 persen foto yang dibagikan atau disimpan secara daring diambil menggunakan ponsel pintar. Dominasi ponsel pintar untuk mengambil gambar didukung oleh keinginan pengguna untuk memiliki ponsel dengan kualitas kamera yang baik.

"Fungsi kamera smartphone telah mengalami pergeseran. Yang sebelumnya untuk keperluan individu, sekarang bisa difungsikan untuk mendukung kegiatan fotografi profesional," jelas David.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ada hal psikologis yang terkait dengan penggunaan kamera ponsel kepada kliennya.

Pria yang terkenal dalam aliran fotografi pernikahan ini mengatakan, karena mayoritas bahkan hampir semua kliennya bukanlah model, maka sering terjadi kecanggungan saat dirinya harus menangkap pose klien menggunakan kamera profesional yang besar.

"Jadi ada efek psikologis tersendiri. Mereka jadi merasa lebih tertekan karena berhadapan dengan gadget yang tidak biasa mereka hadapi. Lain hal dengan smartphone."

David menuturkan, karena ponsel pintar sudah seperti menjadi teman hidup dan tidak jarang mereka mengambil foto menggunakannya, maka ketika ia mengambil foto klien menggunakan kamera ponsel, mereka lebih terlihat rileks dan nyaman.

"Hal ini berujung pada hasil yang lebih natural," ujar pria yang sudah menggeluti dunia fotografi selama 20 tahun tersebut.

Jika David mewakili dari sisi komersial, dari sisi jurnalistik, Oscar Motuloh sebagai seorang jurnalis fotografi senior turut buka suara.

[Ki-Ka] Oscar Motuloh-senior fotografer, Annisa Nurul Maulina-Product Marketing Manager Samsung Mobile Samsung Electronics Indonesia, dan David Soong-fotografer juga pendiri Axioo Photography
[Ki-Ka] Oscar Motuloh-senior fotografer, Annisa Nurul Maulina-Product Marketing Manager Samsung Mobile Samsung Electronics Indonesia, dan David Soong-fotografer juga pendiri Axioo Photography
© Yoseph Edwin /Beritagar.id

Ia mengawali dengan menjelaskan bahwa kini jurnalistik tidak lagi eksklusif untuk para rekan wartawan saja. Istilah Citizen Journalism kini sudah meluas.

"Orang sudah dengan mudah mengabarkan peristiwa langsung di media sosial berikut foto hasil tangakapan kamera ponselnya. Jadi kalau urusan kecepatan rekan wartawan itu sudah kalah cepat," tutur Oscar.

Bahkan kini besaran resolusi yang sudah mencapai angka belasan piksel sudah memenuhi persyaratan untuk dilakukan pencetakan.

"Bahkan majalah-majalah populer dunia seperti Elle, Bazaar, dan bahkan Time, pernah beberapa kali melakukan pemotretan untuk cover majalah menggunakan smartphone," ujar Oscar.

Penggunaan kamera ponsel juga ternyata memudahkan jurnalis fotografi dalam melakukan tugas. Sebagai contoh dalam pemotretan di daerah terpencil.

Oscar bercerita, jika sedang bertugas membawa kamera profesional yang ukurannya besar, tidak jarang dirinya ditanya-tanyai mengenai alasan kedatangan, profesi, bahkan permintaan uang ketika mengetahui dirinya memotret karena pekerjaan.

"Mereka langsung berpikir bahwa karena saya memotret untuk bekerja, yang pada akhirnya akan menghasilkan uang, maka meminta sejumlah uang merupakan sebuah keharusan."

Menurut Oscar, memotret menjadi semakin mudah dan praktis berkat kamera ponsel. Lantaran kamera ponsel dapat mengurangi jeda waktu antara pengambilan dan pengiriman foto.

Oleh karena itu baik David dan Oscar menyukai terobosan yang Samsung lakukan pada jajaran Note 8. Ponsel kelas atas Samsung tersebut memang membawa beberapa inovasi seperti keberadaan dua kamera berkonsep telefoto yang keduanya dilengkapi penstabil optik, dan fitur Live Photo untuk efek bokeh yang mudah dikustomisasi.

Selain itu, juga digunakan sensor Dual Pixel untuk membantu penangkapan di lingkungan minim cahaya dan tak ketinggalan fitur fokus otomatis yang cepat.

David menambahkan, "Dengan adanya option format RAW juga sangat membantu untuk melakukan post-editing pada foto tersebut."

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.