FENOMENA ALAM

Kapan hari tanpa bayangan di Indonesia

Foto ilustrasi. Warga melintas dengan latar belakang halo matahari di Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Rabu (3/4/2019).
Foto ilustrasi. Warga melintas dengan latar belakang halo matahari di Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Rabu (3/4/2019). | Wahdi Septiawan /ANTARA FOTO

Saat pagi, siang, sore, biasanya bayangan tubuh kita akan muncul karena menghalangi pancaran sinar matahari. Pada saat itu, matahari berada beberapa derajat ke depan atau belakang dari posisi tubuh.

Tapi ada pula hari saat bayangan tubuh tidak akan muncul karena matahari tepat berada di atas kepala. Jadi, bayangan kita justru terhalang tubuh dan sangat pendek sehingga seakan-akan menghilang.

Fenomena saat matahari tepat berada di kepala kita dan menempati posisi tertinggi di langit ini disebut kulminasi utama. Jadi, saat kulminasi utama inilah disebut sebagai hari tanpa bayangan.

Di Indonesia, hari tanpa bayangan terjadi pada dua periode sepanjang tahun ini, yakni Februari hingga April 2019 dan September hingga Oktober 2019.

Sejak Minggu (8/9/2019) hingga Oktober 2019 nanti, fenomena alam ini bisa ditemukan di 496 kota di Indonesia, dari Aceh hingga Papua dengan waktu yang berbeda-beda.

Di Jakarta, hari tanpa bayangan sudah pernah terjadi pada 5 Maret 2019 pukul 12.04 WIB dan berikutnya akan berlangsung pada 9 Oktober 2019 pukul 11.40 WIB.

Kapan hari tersebut terjadi di kota lainnya? Silakan cek diagram berikut.

"Mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat matahari berada di khatulistiwa," demikian laporan Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG dalam rilis resminya.

Matahari tepat berada di garis khatulistiwa atau disebut fenomena equinox terjadi pada 21 Maret 2019 pukul 05.00 WIB dan 23 September 2019 pukul 14.51 WIB. Fenomena ini perlu diwaspadai karena sinar matahari akan terasa menyengat dan panas, suhunya bisa mencapai 32° C hingga 36° C.

Pada saat Equinox, bumi akan mengalami waktu siang yang lebih lama ketimbang malam. Selain itu, fenomena ini juga menjadi penanda perubahan musim. Akan ada perubahan pada suhu udara dan arah perubahan angin.

Di negara empat musim, equinox pada Maret menjadi penanda peralihan dari musim dingin ke musim semi, sementara pada September menjadi peralihan dari musim panas ke musim gugur.

Selain berada di garis khatulistiwa, matahari juga pernah berada di titik balik utara yakni 23,5 derajat LU pada 21 Juni 2019 pukul 22.55 WIB dan berada di titik balik selatan yakni 23,5 derajat LS pada 22 Desember 2018 pukul 11.21 WIB.

Kenapa bisa matahari bergerak mendekati atau menjauhi khatulistiwa? Itu lantaran matahari punya gerak harian semu. Gerak semu ini bukan berarti matahari mengelilingi bumi, melainkan posisi bumi yang bergeser beberapa derajat sehingga seperti matahari yang bergerak.

Nah, sebenarnya, matahari tidak berputar tetapi bumi berputar mengelilingi matahari atau biasa disebut revolusi bumi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR