Kecepatan internet di Indonesia naik 2 kali lipat

Ilustrasi Internet
Ilustrasi Internet | Pixabay

Konektivitas internet di Indonesia rupanya berkembang semakin baik. Hasil riset yang dilakukan Akamai Technologies menunjukkan bahwa pada kuartal IV 2015 kecepatan rata-rata koneksi internet di Indonesia naik 109 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, menjadi 3,9 Mbps.

Dalam laporan State of the Internet untuk kuartal IV 2015, perusahaan yang berbasis di Massachusetts, Amerika Serikat, ini menjabarkan perubahan kecepatan rata-rata sambungan internet negara-negara di seluruh dunia.

Kenaikan yang dialami Indonesia ini merupakan yang tertinggi untuk negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Vietnam menyusul di bawah Indonesia dengan kenaikan 43 persen.

Meski juara namun rata-rata kecepatan koneksi internet di Indonesia masih berada di bawah rata-rata global yang sebesar 5,6 Mbps. Selain itu sebarannya juga masih belum merata. Hanya 0,5 persen pengguna internet Indonesia yang sudah bisa menikmati kecepatan koneksi di atas 15 Mbps.

Peningkatan juga terjadi untuk kategori kecepatan maksimum (peak), di mana Indonesia menduduki peringkat keenam di dunia. Menurut penelitian Akamai Technologies pada kuartal keempat 2015, rata-rata kecepatan maksimum Internet Indonesia berada di angka 79,8 Mbps.

Untuk posisi lima besar diisi oleh Singapura (135,7 Mbps), Hong Kong (105,2 Mbps), Korea Selatan (95,3 Mbps), Makau (83,1 Mbps), dan Jepang (82,9 Mbps).

Akamai Technologies mencatat adanya peningkatan kecepatan maksimum secara global sebesar 21 persen dari tahun ke tahun, dan 1 persen dari kuartal ke kuartal menjadi 32,5 Mbps.

Tabel rata-rata kecepatan internet negara di Asia Tenggara
Tabel rata-rata kecepatan internet negara di Asia Tenggara | Akamai Technologies

Peringkat 41 GCI 2016

Selain itu dalam Global Connectivity Index (GCI) 2016, hasil riset yang dilakukan Huawei untuk mengukur perkembangan konektivitas Internet di berbagai negara, juga menunjukkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan angka rata-rata konektivitas nasional yang meningkat dibandingkan tahun lalu.

Menurut penelitian ini, penggunaan mobile broadband Indonesia mengalami pertumbuhan cukup tinggi berkat semakin bertambahnya jumlah perusahaan telekomunikasi. Pertumbuhan tersebut membuat pemerintah bisa menggalakkan penggunaan komputasi awan untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan membuat Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) yang mentransformasi bisnis serta e-dagang.

Tahun ini Amerika Serikat menduduki posisi teratas GCI, diikuti Singapura dan Swedia. Sementara Indonesia menempati peringkat ke-41, naik dua tingkat dari tahun lalu.

"Saat ini digitalisasi global sedang mengalami perkembangan yang pesat sehingga meningkatkan efisiensi dan pengalaman pengguna dalam berbagai aspek, termasuk industri vertikal, pelayanan masyarakat, dan lain sebagainya," kata Direktur Eksekutif Huawei William Xu dikutip dari AntaraNews, Selasa (12/4/2016).

Hasil laporan GCI ini juga mengungkapkan bahwa konektivitas global meningkat sebesar 5 persen pada tahun 2015.

GCI membagi beberapa kategori negara yang masuk ke dalam daftar tersebut. 16 negara pertama diisebut sebagai negara Frontrunners atau kelompok negara dengan kualitas Internet terbaik.

Selanjutnya ada juga 21 negara yang disebut sebagai Adopters. Kategori adalah negara yang sudah punya konektivitas Internet cukup baik, dan sudah mulai fokus untuk memberikan akses yang berkualitas bagi pengguna.

Terakhir ada kelompok Starter, kumpulan 13 negara yang masih berkonsentrasi terhadap pemerataan Internet.

GCI memposisikan ke 50 negara-negara tersebut berdasarkan 40 indikator, di antaranya meliputi ketersediaan, permintaan, pengalaman, dan potensi dari lima enabler teknologi yaitu pita lebar, pusat data, cloud, big data, dan IoT (Internet of Things).

Tabel pengkategorian dan posisi negara dengan perkembangan konektivitas internet terbesar
Tabel pengkategorian dan posisi negara dengan perkembangan konektivitas internet terbesar | Huawei
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR