MEDIA SOSIAL

Kemarahan Rihanna turunkan nilai pasar Snapchat

Aksi RIhanna dalam sebuah konser di Berlin, Jerman (2/5/2010)
Aksi RIhanna dalam sebuah konser di Berlin, Jerman (2/5/2010) | Britta Pedersen /EPA

Jangan remehkan kekuatan seorang pesohor. Mereka tak hanya dapat mempengaruhi para penggemarnya, tapi juga harga saham sebuah perusahaan. Pelajaran ini didapat oleh aplikasi pesan instan berbasis multimedia Snapchat, setelah penyanyi Rihanna menghujat mereka di media sosial.

Dilansir dari CNN (16/3/2018), saham Snapchat turun 4 persen pada Kamis (15/3/2018), membuat perusahaan yang berdiri sejak 2011 itu kehilangan nilai pasar sebesar US $800 juta alias sekitar Rp11 triliun. Nilai saham itu turun lagi 1 persen pada Jumat (16/3).

Penyebabnya adalah lontaran kemarahan Rihanna terhadap sebuah iklan yang menampilkan dirinya.

Iklan dari permainan bernama "Would You Rather?" itu muncul di Snapchat, menampilkan gambar Rihanna dan Chris Brown, mantan kekasihnya. Ada tulisan "Tampar Rihanna" dan "Pukul Chris Brown" pada iklan tersebut.

Rihanna, yang pernah disakiti secara fisik oleh Brown pada 2009, jelas marah dengan iklan tersebut.

"Snapchat, kalian bukan aplikasi favorit saya!" tulis Rihanna melalui Insta Story, layanan buatan Instagram, yang bisa dikatakan merupakan pesaing Snapchat.

Penyanyi yang kerap disapa Riri itu mengklaim bahwa ia sebenarnya tidak peduli dijadikan bahan olokan. Akan tetapi, sambungnya, Snapchat menunjukkan bahwa mereka tidak sensitif pada para korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) seperti dirinya.

"Kalian menghabiskan uang untuk menampilkan sesuatu yang bakal bikin malu para korban KDRT, bahkan menjadikannya bahan candaan! Kalian memalukan, meminta maaflah," tutup perempuan berusia 30 tahun itu.

Dengan 61 juta pengikut di Instagram, tentu saja apa yang diungkap Rihanna punya pengaruh besar di mata para penggemarnya. Beberapa ada yang menyatakan diri akan menghapus aplikasi Snapchat dari ponsel mereka.

Tak butuh waktu lama, Snapchat mengakui kesalahan mereka. "Iklan tersebut menjijikkan dan seharusnya tidak muncul dalam layanan kami. Kami akan menginvestigasi apa yang terjadi, sehingga hal seperti ini tidak akan terjadi di kemudian hari," demikian pernyataan tertulis Snapchat kepada Hollywood Reporter pada hari yang sama dengan hujatan Rihanna.

Sebenarnya, iklan itu dari pihak ketiga, bukan produksi Snapchat seperti yang diklaim Rihanna. Namun kesalahan tetap ada pada perusahaan aplikasi itu. Sebab, mereka menerima pariwara tersebut untuk ditampilkan pada sela-sela Story yang dilihat para pengguna.

Rupanya, ada kesalahan dalam sistem penerimaan iklan. Seharusnya, ada proses yang melibatkan manusia sebagai pengulas setiap iklan yang masuk. Biasanya, iklan yang kena blokir mengandung konten mengejutkan, sensasional, atau sikap tidak menghormati. Namun entah mengapa, hal ini terlewat oleh bidikan tim pengulas Snapchat.

"Kami punya hak untuk memodifikasi dan meminta konfirmasi atas apa yang diklaim setiap iklan," tulis Snapchat kepada BBC. Setelah hujatan Rihanna menggema di media sosial, Snapchat sudah menghapusnya.

Ini bukan pertama kalinya Snapchat rugi karena uneg-uneg pesohor. Bulan lalu, nilai pasar mereka pernah turun lebih besar, mencapai US $1,3 miliar karena kicauan Kylie Jenner di Twitter.

"Jadi tidak seorang pun yang menggunakan Snapchat? Atau hanya saya (yang tidak menggunakan)? Uh, ini menyedihkan. (Tapi saya) masih mencintaimu, Snap, cinta pertamaku," tulis Jenner dalam dua kicauan.

Meski tulisan bintang reality show itu relatif tidak menyudutkan Snapchat, tetap saja Jenner punya pengaruh yang sangat besar kepada 25 juta pengikutnya di Twitter dan 105 juta di Instagram.

Saat ini Snapchat memang sedang terguncang karena Instagram merilis fitur Story pada 2016. Dilansir dari Tech Crunch, berbagai kemiripan fitur Insta Story dengan Snapchat berhasil membuat pengguna Snap beralih ke Instagram.

Pada 2017, setahun setelah fitur Story diluncurkan, Insta Story punya pengguna harian 250 juta, jauh mengungguli Snapchat (166 juta).

Pertumbuhan jumlah pengguna Snapchat berkurang dari 17,2 persen per kuartal menjadi 5 persen. Harga sahamnya menurun dari US $17 menjadi US $13 per lembar.

Kekalahan Snapchat semakin terasa jika melihat rata-rata durasi pemakaian tiap pengguna.

Para pengguna yang berusia di bawah 25 tahun menggunakan Snapchat selama 30 menit, sementara Instagram bisa mencapai 32 menit. Sementara pengguna berusia 25 memakai Snapchat selama 20 menit saja, tapi rela menghabiskan waktu 24 menit di Instagram.

Tentu saja pesohor yang beralih ke Instagram juga berpengaruh besar bagi para pengikutnya. Seperti Rihanna, yang menghujat Snapchat melalui Insta Story. Seakan ia mendorong Snapchat hingga jatuh, kemudian menimpanya dengan tangga.

BACA JUGA