TEKNOLOGI ANTARIKSA

Kisah di balik nama wahana penjelajah baru ESA

Wahana Rosalind akan melakukan perjalanan hingga 100 meter per hari hitungan Mars menggunakan sistem navigasi canggih.
Wahana Rosalind akan melakukan perjalanan hingga 100 meter per hari hitungan Mars menggunakan sistem navigasi canggih. | ESA

Sebuah wahana ruang angkasa buatan Inggris akan menjelajahi permukaan Mars pada tahun 2021.

Keistimewaan wahana penjelajah ini adalah namanya yang terinspirasi ilmuwan perempuan penemu struktur DNA. Menteri Ilmu Pengetahuan Inggris Chris Skidmore dan astronaut Inggris Tim Peake mengumumkan wahana itu dinamai Rosalind Franklin.

Rosalind sang penjelajah akan ditugaskan mengungkap bukti atas pertanyaan apakah planet yang sekarang tandus itu pernah menyokong kehidupan. Juga, jika demikian, apakah ia masih mampu melakukannya di bawah permukaannya.

Upacara penamaan berlangsung pekan lalu di "Mars Yard" Airbus Defense and Space di Stevenage, Inggris. Lokasi yang sama di mana wahana dibangun dan diuji.

Pada Juli 2018, Badan Antariksa Inggris meluncurkan kompetisi terbuka untuk penghuni negara-negara anggota ESA, yang memungkinkan publik mengirimkan nama-nama potensial untuk wahana penjelajah yang akan datang. Panel ahli kemudian memilih pemenang dari daftar yang disaring dari 36 ribu kiriman.

“Merupakan penghargaan yang sangat pas bahwa bajak telah dinamai sesuai nama Rosalind Franklin, karena ia membantu kami memahami kehidupan di Bumi dan sekarang namanya akan melakukan hal yang sama di Mars,” kata Skidmore.

Sudah cukup umum untuk menamakan sebuah wahana atas sosok ilmuwan yang memiliki peran penting dalam penelitian terkait dengan misi kendaraan ruang angkasa. Dalam hal ini, Franklin menemukan kehidupan--yang dasarnya adalah asam deoksiribonukleat, atau DNA.

Rosalind Franklin adalah seorang ahli biologi, fisikawan, kimiawan, dan ahli kristalografi sinar-X kelahiran London. Sementara Franklin berkontribusi besar pada sejumlah bidang ilmu, ia terkenal karena perannya dalam mengungkap struktur heliks ganda DNA manusia.

Ilmuwan Amerika James Watson dan ahli biologi molekuler Inggris Francis Crick menggunakan gambar tim Franklin untuk mengonfirmasi bentuk DNA pada tahun 1953. Sebuah penemuan yang memberi mereka Hadiah Nobel.

Franklin meninggal karena kanker ovarium pada tahun 1958 dan karena itu tidak pernah dinominasikan untuk penghargaan Nobel (orang tidak dapat menerima Hadiah Nobel secara anumerta, ditambah, Watson dan Crick menerbitkan temuannya di jurnal Nature tanpa memberitahu Franklin).

Franklin berperan penting dalam memajukan pemahaman manusia tentang balok-balok pembangun kehidupan, dan karenanya tepat jika wahana penjelajah yang membawa namanya akan mencari bukti kehidupan yang ada di luar batas atmosfer Bumi.

"Nama ini mengingatkan kita bahwa eksplorasi ada dalam gen manusia. Ilmu pengetahuan ada dalam DNA kita, dan dalam segala hal yang kita lakukan di ESA," kata Johann-Dietrich Wörner, Direktur Jenderal Badan Antariksa Eropa, dalam upacara.

"Rosalind si penjelajah menangkap semangat ini dan membawa kita semua ke garis depan eksplorasi ruang angkasa."

Penjelajah ini adalah elemen kedua program ESA, bagian dari program ExoMars, inisiatif bersama Badan Antariksa Eropa dan Perusahaan Antariksa Negara Rusia, juga dikenal sebagai Roscosmos.

Elemen pertama dari misi, bernama Trace Gas Orbiter, telah memindai atmosfer Mars sejak 2016. Informasi yang didapatkan akan digunakan untuk menyampaikan perintah dan transfer data antara wahana dan penanganannya di Bumi.

Setelah sampai dengan selamat di Mars, wahana penjelajah bertenaga surya itu memiliki potensi membuat penemuan transformatif yang dapat menjawab banyak pertanyaan lama seputar sifat dari Planet Merah.

Dapat dikatakan ia merupakan laboratorium bergerak yang diisi dengan serangkaian instrumen canggih. Dengan tambahan instrumen bor praktis, akan memungkinkannya untuk memeriksa permukaan dan bawah permukaan dunia tandus kemerahan tersebut.

Badan Antariksa Inggris adalah penyumbang Eropa terbesar kedua untuk misi ESA-Roscosmos ExoMars, setelah menginvestasikan €287 juta (Rp4,5 triliun) dalam misi dan £14 juta pada instrumen penjelajah ini (Rp257 miliar). Oleh karenanya wajar jika Inggris berwenang menamai wahana penjelajah terbaru ini.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR