Lawan teror di dunia digital dengan tagar #BersatuIndonesiaku

Kampanye #BersatuIndonesiaku mengajak pengguna medsos lebih bijak dalam menyebarkan konten.
Kampanye #BersatuIndonesiaku mengajak pengguna medsos lebih bijak dalam menyebarkan konten. | /Shutterstock

Indonesia kembali berduka atas terjadinya tragedi bom di Surabaya dan Sidoarjo baru-baru ini. Nyatanya, aksi teror tak terjadi di dunia nyata saja, kanal digital telah diserbu dan dijadikan jalur utama penebaran teror dan doktrin yang mengancam keutuhan Indonesia.

Semakin gencarnya isu radikalisme dan terorisme di Tanah Air telah mendorong Indonesian Digital Association (IDA), asosiasi bagi para pelaku industri digital Indonesia, menginisiasi kampanye digital #BersatuIndonesiaku. Tujuannya untuk memerangi paham radikalisme dan terorisme di kanal digital.

Pasalnya, paham radikalisme kini makin kuat mengincar generasi muda yang aktif di dunia digital. Para pelaku semakin piawai dalam menggunakan kanal media sosial dan situs berita fiktif sebagai corong propaganda untuk menyampaikan ajaran yang tidak sesuai dengan agama dan Pancasila.

Melalui kampanye digital ini, IDA sebagai perhimpunan yang menjadi penggerak, pemandu, dan pengawas industri digital Indonesia berharap masyarakat dapat lebih bijak menggunakan kanal media sosial dengan menebarkan pesan persatuan Indonesia dan semangat keberagaman Bhinneka Tunggal Ika.

“Media mainstream dan media sosial kini tengah dihadapkan dengan penyebaran pesan hoax yang terstruktur dan meluas. Masyarakat perlu menghadapi fenomena ini dengan pesan yang positif, dan berlandaskan spirit Bhinneka Tunggal Ika. Inilah yang menjadi titik awal ide kampanye #BersatuIndonesiaku, yang harapannya dapat mengedukasi masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi isu di media sosial, khususnya dalam isu radikalisme dan terorisme,” ujar Ronny W Sugiadha, ketua IDA.

Bersamaan dengan diluncurkannya kampanye #BersatuIndonesiaku, IDA mengimbau masyarakat pengguna medsos untuk menjalankan semangat dari kampanye ini dengan langkah-langkah yang sederhana, misalnya tidak menjalin keterikatan (follow, like, atau comment) dengan akun-akun yang tidak jelas, menyebarkan konten positif yang menjunjung tinggi keberagaman, serta secara aktif melaporkan akun-akun yang jelas berpihak pada terorisme.

Sejalan dengan ide awal dari kampanye #BersatuIndonesiaku, setiap anggota dari IDA sepakat untuk tidak mempublikasi dan berafiliasi dengan kelompok pendukung radikalisme dan terorisme, dengan tidak mengundang mereka sebagai narasumber.

Catatan redaksi: Beritagar.id merupakan anggota dari Indonesian Digital Association (IDA).
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR