KETENAGAKERJAAN

Lima pekerjaan terlaris di Indonesia

Orang tua mereka di masa mudanya menyebut semua pekerjaan yang bertaut dengan komputer  itu programer. Lima pekerjaan TI ini tumbuh karena e-commerce.
Orang tua mereka di masa mudanya menyebut semua pekerjaan yang bertaut dengan komputer itu programer. Lima pekerjaan TI ini tumbuh karena e-commerce. | Antyo ® /Beritagar.id

Bekerja di mana? Kalau jawabannya developer, besar kemungkinan si penjawab bekerja pada perusahaan real estate (lahan yasan). Adapun pertanyaan kerja apaan sih, dengan jawaban sama, besar kemungkinan si penjawab adalah orang teknologi informasi (TI). Tiga dari lima pekerjaan terlaris di ramah itu berlabel developer.

Kelima pekerjaan terlaris di Indonesia adalah back end developer, data scientist, Android developer, full stack engineer, dan front end developer. Mungkin Anda tahu padanan yang pas dalam bahasa Indonesia.

Disebut terlaris karena menurut amatan Linkedin, platform jejaring sosial profesi, kelima pekerjaan itu sangat dibutuhkan oleh industri selama lima tahun terakhir. Sila simak infografik. Laporan Emerging Jobs itu dibagikan untuk media Maret ini.

Adapun Android developer tumbuh sebagai konsekuensi penetrasi ponsel bersistem operasi Android, dan senyampang dengan itu konsumen belanja daring melalui ponsel.

Vice President of Talent and Learning Solutions for APAC dari LinkedIn, Feon Ang, mengatakan bahwa perubahan berlangsung cepat.

Ang menambahkan, "... jenis-jenis pekerjaan baru muncul lebih cepat dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya. Peran tradisional telah berubah menjadi hybrid, yang lima tahun sebelumnya belum ada."

Lima pekerjaan yang paling diminati di Indonesia, menurut Linkedin, semuanya berhubungan dengan teknologi namun banyak membutuhkan soft skills seperti keahlian manajemen dan komunikasi. Lalu tersimpulkan, keahlian hybrid yang merupakan campuran antara peran baru dan tradisional.

Kelima profesi itu menguat karena setidaknya karena dua hal. Pertama: kehadiran generasi berkodrat digital. Mereka dibesarkan oleh teknologi digital — termasuk mainan. Kedua: pertumbuhan e-dagang yang membesarkan unicorn. Linked merujuk kenyataan bahwa dari sepuluh unicorn di Asia Tenggara, empat di antaranya dari Indonesia.

Sejauh ini Linkedin mengklaim diri merengkuh 610 juta anggota, 50.000 keahlian, 30 juta perusahaan, 20 juta lowongan, dan 90.000 sekolah sampai perguruan tinggi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR