PERANGKAT LUNAK

Masalah keamanan, Apple nonaktifkan FaceTime Group

Gambar close-up yang menunjukkan aplikasi FaceTime Apple pada iPhone di Kaarst, Jerman, 29 Januari 2019.
Gambar close-up yang menunjukkan aplikasi FaceTime Apple pada iPhone di Kaarst, Jerman, 29 Januari 2019. | Sascha Steinbach /EPA-EFE

Pekan lalu, Apple telah merilis versi terbaru dari sistem operasinya, yakni iOS 12.1.3 untuk pengguna perangkat iPhone, iPad, dan iPod Touch. Pembaruan ini membawa beberapa perbaikan minor untuk Messages, audio di iPad Pro 2018, CarPlay, dan perbaikan akses HomePod.

Ternyata versi baru tersebut masih membawa bug atau celah yang dianggap sangat berbahaya. Seperti dilansir 9to5mac, Senin (28/1/2019), bug itu ada di panggilan video Apple FaceTime dan sudah viral dengan cepat di media sosial.

Bug ini memungkinkan penelepon mendengarkan audio dari pengguna yang dihubungi via FaceTime meskipun dia belum menjawab panggilan tersebut. Tak hanya itu, bug itu juga bisa menampilkan gambar dari kamera depan gawai pengguna yang dihubungi.

Caranya, dengan menekan tombol daya untuk mengunci layar dan kembali buka lalu akses mode panggilan FaceTime yang masih berjalan. Sekali lagi, pengguna yang dihubungi bahkan belum menerima panggilan tersebut.

"Kami sadar akan masalah ini dan kami telah menemukan penyelesaian yang akan dirilis dalam pembaruan perangkat lunak pekan ini," kata juru bicara Apple dalam pernyataannya yang dinukil BuzzFeed News (28/1). Apple pun sudah menutup layanan FaceTime Group untuk sementara.

Hal ini terlihat di laman Apple System Status dengan warna kuning di bagian FaceTime. Tanda warna kuning berarti layanan tersebut sedang mengalami masalah atau tidak bisa digunakan.

Secara detail, FaceTime Group sudah tidak dapat digunakan sejak pukul 10.16 WIB tanggal 29 Januari 2019 hingga waktu yang belum ditentukan.

Dengan ditutupnya layanan FaceTime Group, celah untuk mencuri dengar panggilan di FaceTime yang belum diterima, kini tidak dapat dilakukan lagi.

Sebelum bug ini viral di media sosial, sebenarnya seorang siswa sekolah menengah di Tucson, Arizona, Grant Thompson yang berusia 14 tahun telah mencoba memperingatkan Apple tentang masalah ini.

Menurut The Wall Street Journal (h/t Engadget), Grant dan ibunya Michele telah menghabiskan lebih dari seminggu untuk mencoba menghubungi Apple tetapi tidak membuat banyak kemajuan pada saat mereka berdua mencoba melaporkan bug.

Grant menemukan masalah ini pada 20 Januari saat tengah menyiapkan percakapan grup FaceTime dengan teman-temannya untuk sesi Fortnite (gim mobile seperti PUBG Player'sUnknown).

Setelah menemukan masalah ini, Grant dan ibunya baik di Twitter maupun Facebook berupaya mendapatkan perhatian Apple.

Dalam unggahannya di Facebook, sang ibu mengatakan putranya menginginkan "iPhone X, MacBook, dan sepasang AirPods baru" untuk penemuan itu. Mereka juga menelepon dan mengirim faks ke perusahaan, tetapi tidak membuahkan hasil.

Mereka akhirnya mengetahui bahwa mereka membutuhkan akun pengembang untuk melaporkan bug dan berhasil berkomunikasi melalui surel dengan tim keamanan Apple. Namun, ibu dan anak itu tidak merasa bahwa Apple menanggapi masalah ini dengan serius sampai berita bug mulai menyebar di media sosial.

Apple memang telah menonaktifkan fitur FaceTime Group untuk mencegah penyadapan yang tidak diinginkan. Apple biasanya menawarkan hadiah kepada pengembang yang menemukan dan melaporkan masalah, tetapi tidak jelas apakah Grant akan dihargai atas upayanya melaporkan bug itu.

Sistem keamanan sangat penting karena Apple memasarkan dirinya sebagai perusahaan teknologi yang didedikasikan untuk privasi dan keamanan.

Perusahaan yang bermarkas di Cupertino, AS, itu juga telah mencoba untuk membedakan dirinya dari raksasa teknologi Silicon Valley lainnya dengan menekankan komitmennya pada keunggulan dalam perangkat keras, berbeda dengan model bisnis yang mengandalkan pengumpulan data yang luas.

Setelah laporan menyebar, Gubernur New York Andrew M. Cuomo mengeluarkan peringatan konsumen pada Senin malam, mendesak konsumen untuk menonaktifkan FaceTime Group pada perangkat mereka.

"Bug FaceTime adalah pelanggaran privasi yang mengerikan yang menempatkan orang New York dalam risiko," kata Cuomo dalam peringatan dikutip Science Alert (29/1).

Jack Dorsey, kepala eksekutif Twitter, juga ikut berbicara. Dia memberi tahu lebih dari 4 juta pengikutnya tentang platform media sosial yang dia jalankan untuk "menonaktifkan FaceTime untuk saat ini sampai Apple memperbaikinya."

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR