GAWAI TERKINI

Membaui aroma dari layar lewat VR

Ilustrasi gawai Multi-Sensory VR Mask yang ditempelkan ke headset VR populer
Ilustrasi gawai Multi-Sensory VR Mask yang ditempelkan ke headset VR populer | Feelreal

Penikmat film dan para pencinta gim bisa membaui aroma di dalam film dan gim favorit lebih cepat dari yang mereka kira. Kini, sudah ada gawai VR yang memiliki fitur ini.

Ide menghantarkan aroma dalam dunia digital memang bukan hal baru. Tetapi realisasinya belum ada yang bisa dikomersialkan, hingga saat ini.

Dalam kehidupan nyata, aroma ditransmisikan ketika molekul-molekul udara melayang ke dalam hidung, mendorong sel-sel saraf khusus di jalan napas atas untuk melepaskan impuls ke otak. Inilah proses yang kerap menjadi penghalang digitalisasi aroma.

Tapi melalui pengumuman resmi bulan Desember 2018, perusahaan rintisan bernama Feelreal mengumumkan pra-rilis gawai Multi-Sensory VR Mask. Salah satu fitur utamanya memberi pengguna kemampuan membaui aroma saat menonton film atau bermain gim dengan headset realitas virtual.

Multi-Sensory VR Mask dari Feelreal berisi generator aroma yang dapat menampung dan menggunakan hingga sembilan kapsul aroma dalam kartrid aroma yang dapat diganti. Pengguna Multi-Sensory VR Mask dapat memilih dari 255 aroma berbeda untuk ditambahkan ke pengalaman menonton film, bermain gim, atau sebagai aromaterapi VR mereka.

Menurut situs Feelreal, beberapa aroma yang ditawarkan dalam koleksi mereka termasuk lavender, mint, karet terbakar, dan bahkan bubuk mesiu.

Sementara gawai dirancang terutama untuk digunakan dengan headset VR, fungsi penciumannya juga dapat digunakan secara mandiri jika pengguna lebih tertarik pada fungsi aromaterapi.

Selain fitur aroma, gawai Multi-Sensory VR Mask menawarkan umpan balik yang menyimulasikan pengalaman sensorik lain seperti perasaan panas, angin, air, dan tabrakan (melalui getaran).

Panas dan angin disimulasikan dengan menggunakan pemanas dan pendingin mikro. Perasaan akan air dan tabrakan masing-masing dihasilkan oleh sistem ionisasi ultrasonik dan motor getaran umpan balik.

Gawai itu dirancang untuk dipasang ke headset VR menggunakan tunggangan magnetik dan harus dapat terhubung ke headset melalui Bluetooth atau Wi-Fi. Selain Samsung Gear VR dan headset Oculus Rift, gawai Feelreal ini juga dapat digunakan dengan Oculus Go, HTC Vive, dan PlayStation VR.

Film (360 derajat atau video lain yang didukung) dapat ditonton dalam topeng melalui aplikasi pemutar Feelreal. Pengguna juga dapat melihat pengalaman VR gratis yang disebut Feelreal Dreams, yang seharusnya menampilkan penggunaan kemampuan sensorik gawai.

Penggiat gim dapat mengharapkan gawai seperti topeng itu untuk mendukung judul gim seperti Beat Saber, The Elder Scrolls V: Skyrim VR, dan Death Horizon.

Unit gawai tersedia dalam varian warna putih, abu-abu, dan hitam. Baterai terpasang menjanjikan masa pakai hingga empat jam.

Tidak ada informasi tentang kapan tepatnya kampanye di situs pengumpul dana Kickstarter akan dimulai. Meski begitu, peminat awal dapat mendaftar di situs perusahaan, dan menerima potongan harga ketika kampanye dimulai.

Katrid penyimpan aroma di Multi-Sensory VR Mask
Katrid penyimpan aroma di Multi-Sensory VR Mask | Feelreal

Pada November 2018, sebuah studi di Malaysia mengaku berhasil menciptakan teknologi "aroma digital" baru. Selama percobaan, 31 peserta memakai elektroda yang dimasukkan ke dalam lubang hidungnya.

Ini berguna untuk merangsang reseptor di hidung yang mengirim sinyal ke otak guna menciptakan sensasi penciuman. Menurut Imagineering Institute yang melakukan penelitian ini, para peneliti mampu membangkitkan 10 aroma buatan yang berbeda--seperti buah, kayu, dan mint, meskipun mereka tidak dapat mengontrol mana yang berbau.

"Ini bukan hanya tentang aromanya," kata Adrian Cheok, salah satu ilmuwan di balik eksperimen tersebut. “Ini adalah bagian dari keseluruhan, realitas virtual (VR) terintegrasi atau realitas tertambah (AR). Jadi, misalnya, Anda bisa makan malam virtual bersama teman melalui internet. Anda bisa melihatnya dalam 3D dan juga berbagi segelas anggur bersama. ”

Namun, sejumlah ilmuwan meragukan temuan penelitian ini. Salah satunya adalah Charles Spence, dari University of Oxford di Inggris.

Ia mengatakan, "Setiap aroma sehari-hari mungkin akan mengaktifkan puluhan atau ratusan reseptor. Jika Anda hanya punya satu elektroda di hidung, tidak peduli berapa frekuensi frekuensi atau intensitasnya (dari arus listrik yang digunakan) Anda tidak akan dapat merangsang cukup reseptor untuk memberikan (persepsi)."

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR