Memerangi kabar bohong dengan Hoax Intel

SPONSOR: ILOC 2019
Ilustrasi soal hoaks dan kabar bohong
Ilustrasi soal hoaks dan kabar bohong | ILOC.id

Pada era sebelum internet, Anda harus membeli koran atau menonton televisi untuk mengetahui berita teranyar. Kini, akses informasi sudah bukan masalah besar. Bermodal koneksi internet dan ponsel pintar, aliran informasi tak pernah berhenti membanjiri kita.

Tak hanya media daring yang jadi sumber informasi. Media sosial juga dipenuhi aliran pemberitaan yang selalu siap siaga selama 24 jam.

Kelebihan arus informasi ternyata jadi masalah. Masyarakat harus pandai-pandai memilah informasi. Bukan saja memilah dari informasi tak berguna, tapi juga dari informasi yang menyesatkan, termasuk hoaks.

Hoaks sudah jadi semacam wabah. Pada Maret 2019, sebulan sebelum Pilpres, tercatat ada 453 isu hoaks yang ditemukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Tak hanya jumlahnya, masalah hoaks juga semakin serius karena bisa berujung mengganggu ketertiban umum. Persatuan dan kesatuan menjadi taruhan, perpecahan jadi ancaman.

Tidak heran bila pemerintah, melalui Kemkominfo, tampak serius menangani masalah hoaks. Salah satu upaya pemerintah adalah berkolaborasi dengan Prosa.ai, sebuah layanan berbasis teknologi kecerdasan buatan untuk mempermudah pengguna memahami dokumen dan percakapan dalam bentuk teks dan suara berbahasa Indonesia.

Tujuan kolaborasi ini adalah mempermudah masyarakat bersama-sama mengecek kebenaran sebuah berita atau informasi.

Produk dari kerja sama Kemkominfo dan Prosa.ai adalah platform Hoax Intel. Melalui platform ini, masyarakat bisa melaporkan dan memverifikasi kabar palsu atau mendiskusikannya dengan pihak lain.

Hasil dari proses ini kemudian disimpan dalam basis data Hoax Intel sehingga di kemudian hari, masyarakat lain bisa mengaksesnya.

Uniknya, masyarakat yang membutuhkan layanan ini cukup menuliskan kata kunci di aplikasi pesan singkat, Line atau Telegram.

Dengan hanya menambahkan “@kemkominfo”, bot akan memberikan ulasan apakah informasi yang dimaksud terkategori hoaks atau bukan dalam waktu yang singkat. Lengkap dengan referensi informasi dari media terpercaya.

Cara mengakses layanan ini persis seperti menggali informasi melalui mesin pencari, Google. Sehingga masyarakat tak akan kesulitan menggunakannya. Verifikasi informasi ini dilakukan secara cepat dan akurat karena memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan yang dikembangkan Prosa.ai.

Bagaimana cara kerja Hoax Intel secara lebih detil? Bagaimana pula performa Hoax Intel memerangi hoaks sejauh ini? Apa yang masih menjadi kendala? Apa tantangan selanjutnya?

Semua dibahas tuntas oleh Teguh Eko Budiarto, Co-founder dan CEO Prosa.ai di Indonesia Lokadata Conference (ILOC) 2019, yang akan digelar di Ballroom Hotel Kempinski Jakarta, pada 28 Agustus mendatang.

Klik di sini untuk informasi dan detail acara ILOC 2019 atau klik di sini untuk mendaftarkan diri Anda.

SPONSOR: ILOC 2019
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR