Memperkenalkan iptek pada anak-anak melalui Habibie Festival

B.J. Habibie menghadiri acara Habibie Festival di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis (11/8/2016).
B.J. Habibie menghadiri acara Habibie Festival di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis (11/8/2016). | Ivan /Beritagar.id

Pada 10 Agustus 2016, Indonesia merayakan Hari Teknologi Nasional (Harteknas) ke-21. Dalam acara resmi yang diadakan di Solo, Jawa Tengah, pemerintah menobatkan Presiden ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, sebagai tokoh inovasi nasional yang memajukan kajian-kajian teknologi dan inovasi di Tanah Air khususnya di sektor dirgantara.

Selain dikenal sebagai presiden ketiga RI, Habibie juga disebut sebagai bapak ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) Indonesia karena dianggap sebagai salah satu orang yang merintis perkembangan iptek secara sistematis di Tanah Air. Habibie juga membantu memberi nilai tambah bagi pengembangan sumber daya manusia di Indonesia dan meningkatkan daya saingnya di dunia.

Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 ini juga merintis industri dirgantara di Indonesia dan beberapa industri strategis lainnya.

Selain di Solo, sebagai wujud apresiasi dan juga dalam rangka merayakan ulang tahun ke-80 sang mantan presiden, di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, diselenggarakan Habibie Festival, sebuah acara yang mengedepankan teknologi dan inovasi.

Acara bertajuk Berkarya!Indonesia ini juga merupakan sebuah gerakan untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas bangsa melalui pembudayaaan teknologi dan inovasi. Acara ini akan berlangsung pada 11-14 Agustus 2016, mulai dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.

Pendiri Berkarya!Indonesia, Ilham Habibie, yang juga anak pertama dari B.J. Habibie, menjelaskan, "Ayah saya selalu percaya bahwa pembudayaan dan pemahaman teknologi maju dan tepat guna adalah kunci masa depan bangsa yang lebih cerah. Melalui festival ini, kami mengangkat dan memperluas visinya untuk masa depan bangsa."

"Kami juga ingin mendorong pendidikan STEAM (Sains, Teknologi, Teknik, Kesenian, dan Matematika) untuk generasi mendatang, yaitu para pelajar dan mahasiswa. Merekalah yang akan membangun masa depan negara ini dan merekalah calon pemimpin masa depan," lanjut Ilham.

STEAM, menurut Ilham, mesti diperkenalkan kepada anak-anak sedini mungkin dan cara yang paling baik adalah dengan melibatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan menyenangkan yang bisa dinikmati seluruh anggota keluarga. Salah satunya adalah melalui ajang seperti Habibie Festival ini, di mana anak-anak bisa saling berbagi semangat kreativitas dan menemukan hal-hal baru dengan teman-teman dan keluarga mereka.

Para peserta yang menghadiri Habibie Festival di Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis 11 Agustus 2016
Para peserta yang menghadiri Habibie Festival di Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis 11 Agustus 2016 | Ivan /Beritagar.id

Di area Museum Nasional, penyelenggara Habibie Festival menampilkan organisasi-organisasi berbasis sains dan teknologi yang memamerkan inovasi mereka, di antaranya Samsung, Makedonia Makerspace, PT Dirgantara Indonesia dengan model kokpit pesawat CN-235, dan pendidikan IPTEK oleh DaVinci Educations dari Jerman.

Selain produk dan inovasi teknologi, ada bazar makanan dan workshop kopi Indonesia dari Rudy's Kaffee, yang merupakan racikan kopi kegemaran BJ Habibie. Rudy adalah panggilan akrab BJ Habibie saat masih muda.

Selain itu ada pula wahana planetarium di Taman Sanken, serta pameran teknologi digital di lobi museum.

Pada Minggu (14/8), akan digelar acara Film-film Mengenai BJ Habibie di screening room dari pukul 09.00 WIB. Jadwal lengkap Habibie Festival bisa dilihat di sini.

Untuk bisa menyaksikan Habibie Festival, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk ke museum sebesar Rp2.000 (anak-anak), Rp5.000 (dewasa), dan Rp10.000 (warga negara asing).

The Habibie Festival didukung oleh Telkomsel, Samsung, MatahariMall.com, dan Pollux Properties.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR