Menerawang masa depan medsos di SMW Jakarta 2019

Para pembicara di acara konferensi pers SMW Jakarta 2019 (12/11).
Para pembicara di acara konferensi pers SMW Jakarta 2019 (12/11). | Irsan /Beritagar.id

Social Media Week (SMW) Jakarta 2019 resmi dibuka hari ini (12/11) bersamaan dengan acara konferensi pers yang dilangsungkan di Ming by Tung Lok, Senayan City.

Mengusung tema ‘Stories: with Great Influence comes Great Responsibility’, acara SMW tahun ini menjadi ajang berbagi informasi dan konferensi tentang ide, inovasi, dan wawasan terbaik seputar media sosial.

Konferensi pers pembukaan SMW Jakarta 2019 menghadirkan sejumlah pembicara antara lain Antonny Liem selaku Chairman Social Media Week Jakarta dan Chief Executive Officer PT Merah Cipta Media, Norisa Saifuddin selaku Senior Vice President PT Bank Central Asia, Tbk. (BCA), Jaclyn Halim selaku GM Marketing & Leasing Senayan City serta dihadiri juga oleh Nadya Hutagalung sebagai UN Environment Ambassador dan pendiri Let Elephants Be Elephants.

"Media sosial ini bagai pisau bermata dua, tergantung bagaimana kita menggunakannya. Jika tidak digunakan dengan bijak maka akan memberikan pengaruh buruk bagi banyak orang," ujar Antonny dalam sambutannya.

Oleh sebab itu, Antonny menegaskan bahwa netizen perlu menyadari mengenai bagaimana cara bersikap dan beretika di masyarakat dalam penggunaan media sosial yang sesungguhnya, bagaimana hubungan media sosial dengan influencer, dan apakah konten yang dibagikan oleh influencer relevan dan sesuai dengan pengikutnya. Berbagai aspek dan pertanyaan seputar media sosial dan pengaruh digital itu akan dijawab melalui SMW Jakarta 2019 ini

Sementara Nadya Hutagalung, UN Environment Ambassador dan pendiri Let Elephants Be Elephants, melihat platform media sosial yang ada saat ini dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan dan berbagi nilai-nilai kebaikan untuk sesama.

"Semua orang dapat menjadi influencer meski pengikutnya hanya 5, 10, 15 atau 20. Bagaimana kita membagikan hal yang positif mulai dari lingkungan yang kecil tentu akan memberikan dampak yang baik untuk orang lain," ujar Nadya.

Selain itu, Nadya juga menyarankan pengguna media sosial untuk mengkurasi atau memilih siapa yang harus diikuti atau tidak. Jika menemukan influencer atau orang yang selalu membagikan konten yang berdampak negatif, sebaiknya tidak diikuti lagi.

"Jangan membuang waktu dan energi untuk merespon orang-orang yang memberikan dampak negatif bagi kita. Terkadang kita lupa bahwa punya kontrol atas media sosial kita sendiri, Konten seperti apa yang ingin kita lihat dan siapa yang ingin kita ikuti dapat ditentukan," tambahnya.

SMW 2019 akan menghadirkan konferensi yang terdiri dari 24 sesi dengan berbagai topik menarik yang diisi oleh para pembicara yang ahli di bidangnya. Beberapa topik yang akan diangkat antara lain Building True Influence (Nadya Hutagalung), It’s Time To Be a Responsible Netizen (Anita Wahid, Presidium MAFINDO), Living in Social Media Today and Tomorrow (Najwa Shihab, Narasi TV) dan Do Influencer Really Have Influence (Oddie Randa, Managing Director, Gushcloud Indonesia).

Pemimpin redaksi Beritagar.id, Dwi Setyo Irawanto, juga akan mengisi salah satu sesi konferensi bertajuk Fighting Media Manipulators with Responsible Journalism. Sesi tersebut akan dilangsungkan pada Kamis (14/11) pukul 14.15 WIB di The Hall, 8th Floor, Senayan City.

Informasi dan agenda acara SMW Jakarta 2019 selengkapnya dapat dilihat pada tautan www.smwjakarta.com.

Catatan redaksi: Beritagar.id merupakan mitra media SMW Jakarta 2019.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR