GAWAI TERKINI

Mengapa Samsung memboyong ponsel Galaxy S10 dalam bentuk trio

Samsung Galaxy S10+.
Samsung Galaxy S10+. | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Setelah melewati masa prapemesanan, kini (7/3) resmi sudah trio ponsel pintar Samsung Galaxy S10 mendarat di Tanah Air.

Sekarang, para konsumen dapat merasakan langsung gawai ponsel terkini yang telah mereka beli.

Ini merupakan kali pertama dalam satu dekade sejarah Samsung merilis pembaruan seri S yang terdiri dari tiga anggota keluarga. Vendor Korea Selatan tersebut resmi merilis ponsel Galaxy S10+, S10, dan S10e.

Menanggapi alasan di balik strategi tersebut, Head of IT dan Business Mobile Product Marketing Samsung Electronic Indonesia, Denny Galant, menuturkan pilihan dalam desain kebutuhan masing-masing segmen menjadi alasan mengapa kini seri S hadir dalam bentuk trio.

“Kami melihat tidak semua orang membutuhkan fitur-fitur terlengkap dalam ponsel yang ingin mereka beli. Mereka menginginkan ponsel dengan prosesor terbaru namun mungkin tidak membutuhkan fitur-fitur lainnya misalnya dua kamera depan,” ujarnya dalam acara peluncuran Galaxy S10 di Jakarta, Rabu (6/3).

Ia menambahkan juga preferensi konsumen dalam urusan desain atau spesifiknya dimensi bodi menjadi alasan berikutnya.

“Mungkin ada konsumen yang ingin menggunakan ponsel yang dimensinya tidak besar dan lebih ringkas, tapi tetap memiliki spesifikasi terkini.”

Trio ini dapat dibedakan dari ukuran layar yang diusungnya, seperti Galaxy S10 memiliki luasan 6,1 inci Quad HD+ Curved Dynamic AMOLED, lalu S10+ dengan 6,4 inci Qual HD+ Curved Dynamic AMOLED.

Galaxy S10e atau essential memiliki ukuran layar terkecil dengan 5,8 inci, Full HD plus Flat Dynamic AMOLED. Selain itu, layarnya juga datar tidak melengkung pada sisi kanan dan kirinya, tapi setidaknya S10e tetap memiliki “tompel” kamera layaknya S10.

Ketiganya juga memiliki kesamaan aspek rasio 19:9 dengan rasio layar ke bodi di atas 90 persen. Artinya, bingkai di bagian muka sangat tipis.

Hal yang cukup menarik adalah ini merupakan kali pertama Samsung telah memberikan pelindung layar yang sudah terpasang pada ponsel seri S.

Membeli pelindung layar mungkin kini menjadi ritual wajib bagi yang memiliki ponsel baru. Mengingat Galaxy S10 memiliki fitur sidik jari di layar berjenis ultrasonik, ternyata membuat Samsung khawatir pelindung layar pihak ketiga akan menghalangi fungsinya.

"Kami tak bisa menjamin pengalaman pengguna jika menggunakan pelindung layar (pihak ketiga) berbahan kaca dan polyurethane," ujar pihak Samsung dalam keterangan resmi di situs SamsungMembers.com.

S10 juga menjadi langkah baru hilangnya fitur pemindai Iris yang biasanya menempel di bagian depan ponsel-ponsel premium Samsung. Samsung pertama kali memperkenalkan fitur keamanan pemindai iris pada Galaxy Note 7 sampai Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus pada tahun lalu.

Denny Galant memberi penjelasan atas hal ini, yaitu untuk memaksimalkan tampilan layar agar bagian atasnya terlihat lebih tipis.

"Fitur pemindai iris membutuhkan ruang untuk sensor. Dengan ditiadakannya fitur ini, maka ruang untuk sensor tersebut bisa dimaksimalkan untuk layar," tuturnya.

"Karena kami ingin optimalkan layar Infinity O (lubang pada layar untuk kamera depan), semua ditarik ke atas. Pemindai iris itu ada sensornya dua di bagian atas, supaya layarnya jadi full maka kami cabut."

Perbandingan lubang di layar anatar Galaxy S10 (kiri) dan S10+ (kanan).
Perbandingan lubang di layar anatar Galaxy S10 (kiri) dan S10+ (kanan). | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Selain tiga seri, khususnya Galaxy S10+, kini Samsung sediakan pilihan tiga konfigurasi. Galaxy S10 tersedia dalam pilihan kapasitas Ram dan Rom 8GB/128GB dan S10e 6GB/128GB. Sedangkan S10+ ada pilihan 8GB/128GB, 8/512GB, dan 12GB/1TB yang dibanderol Rp 24 juta.

Denny beralasan pilihan konfigurasi tersebut disediakan untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Ia berdalih dengan kemampuan kamera S10+ yang disempurnakan, maka akan lebih haus memori.

"Kami sediakan beragam varian kapasitas ini karena kami lihat memang kebutuhan konsumen itu berbeda-beda. Seperti yang sempat didemokan oleh mas Yandy Laurens (sutradara film Keluarga Cemara) saat meng-edit video yang direkam dengan 10bit, dapat memakan kapasitas yang besar. Jadi, kami pikir 1TB pun akan terpakai."

Umumnya, kamera digital mentok di perekaman 8 bit, tapi kamera seri S10 ini mampu melakukan perekaman dalam 10 bit. Sederhananya besaran bit ini akan memengaruhi hasil video, contohnya dalam gradasi warna. Angka bit yang lebih besar menunjukkan bahwa hasil gradasi warna dalam video akan lebih halus transisinya, tidak pecah-pecah.

Baik S10 dan S10+ sekarang memiliki tiga modul kamera di bagian belakang berkat tambahan lensa ultra lebar 123 derajat (telefoto 12MP+ sudut lebar 12MP+ ultra lebar 16MP).

Sementara Galaxy S10 memiliki kamera menghadap ke depan tunggal (10MP), S10+ menjadi yang terlengkap dengan memiliki sepasang kamera depan (10MP+8MP) guna meningkatkan persepsi kedalaman saat memotret foto bokeh.

Galaxy S10e memiliki perbedaan di hilangnya kamera telefoto dengan zoom optik 2x pada bagian belakang, jadi hanya terdiri dari lensa lebar dan ultra lebar. Selebihnya sama dengan S10.

Keberadaan tiga kamera belakang di Galaxy S10+.
Keberadaan tiga kamera belakang di Galaxy S10+. | Yoseph Edwin /Beritagar.id
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR