Mengenal racun maut "VX" yang membunuh Kim Jong-nam

Ilustrasi zat kimia
Ilustrasi zat kimia | Pixabay

Pada Jumat (24/2/2017), Kepolisian Malaysia resmi mengungkap misteri penyebab kematian Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Pria berumur 46 tahun ini diserang di Bandara Internasional Kuala Lumpur oleh dua orang perempuan Senin pekan lalu.

Uji laboratorium dilakukan otoritas Malaysia terhadap jenazah korban. Pada area wajah disimpulkan terdapat racun "VX Nerve Agent" yang dapat mematikan syaraf-syaraf hanya dalam waktu 30 menit.

Dikutip The New York Times (23/2), dalam sebuah pernyataan singkat, Khalid Abu Bakar, kepala polisi nasional Malaysia, mengatakan zat VX terdaftar sebagai senjata kimia. Klasifikasi dilakukan saat Konvensi Senjata Kimia tahun 1997 dan 2005. Korea Utara kebetulan tidak bergabung dengan kovensi tersebut.

Konvensi Senjata Kimia melarang penggunaan dan penimbunan senjata kimia. Sedangkan Korea Utara disinyalir salah satu pemilik senjata kimia terbesar di dunia.

Pada 2014, Departemen Pertahanan Korea Selatan mengatakan bahwa Korea Utara telah menimbun 2.500 sampai 5.000 ton senjata kimia, serta memiliki kapasitas untuk memproduksi berbagai senjata biologis.

PBB telah menggolongkan zat ini sebagai senjata pemusnah massal. Dalam sejarahnya, CDC, badan kesehatan publik Amerika Serikat, mengatakan racun VX hanya digunakan dalam perang kimia.

Sebagai senjata kimia, Konvensi Senjata Kimia pada 1993 melarang produksi dan penyimpanan VX melebihi 100 gram per tahun. Pengecualian hanya berlaku untuk keperluan penelitian, medis, atau, farmasi di luar fasilitas skala kecil. Jumlah yang diperbolehkan pun tidak melebihi 10 kg per tahun per fasilitas (berkas PDF).

Lalu Apa itu VX? Berikut beberapa hal di antaranya yang dirangkum dari The Guardian (24/2).

VX adalah gas saraf sangat mematikan yang pernah diciptakan manusia. Hanya dengan satu tetesan ke kulit sudah cukup memberikan gangguan fatal pada sistem saraf.

VX diciptakan puluhan tahun lalu selama penelitian pembuatan pestisida. Nama lengkapnya adalah "O-ethyl S-diisopropylaminomethyl methylphosphonothiolate".

Gas sangat beracun ini 100 kali lebih mematikan ketimbang gas saraf sarin yang digunakan sekte pemuja kiamat di Jepang dalam melakukan serangan mematikan pada 1995 di kereta bawah tanah Tokyo.

VX sulit dilacak. Selain gas, bentuknya dapat berupa cairan bening atau berwarna kuning. Tidak ada rasa dan tak berwarna dengan konsistensi setara minyak.

VX pertama kali disintesis pada awal sampai pertengahan 1950-an oleh Ranaji Ghosh, ahli kimia yang bekerja untuk Imperial Chemical Industries di Inggris.

Menurut National Academies of Sciences, Engineering and Medicine di Washington, tingkat racun dan bentuk fisiknya telah dipelajari oleh militer Inggris. Kemudian mengirimkan formula ini ke militer AS (PDF).

AS mulai memproduksi VX dalam skala besar-besaran pada 1961. Angkatan Darat AS pernah terlibat dalam beberapa kali aksi penyebaran gas VX secara terkendali dan membuatnya seolah-seolah kecelakaan.

Irak juga dilaporkan telah memproduksi 50 ton gas saraf ini. Di bawah pimpinan Saddam Hussein, Irak diduga telah menggunakan VX pada 1988 untuk menyerang suku Kurdi dan dalam perang Iran-Irak.

AS dan Rusia adalah dua negara yang terang-terangan memiliki persediaan VX, namun kebanyakan negara yang memilikinya bungkam. Korea Utara tak pernah mengklaim punya program senjata kimia. Namun negara ini diyakini memiliki pasokan senjata kimia, termasuk zat VX. Hanya saja jumlah yang dimiliki Korea Utara kalah dari AS dan Rusia.

Efeknya ke tubuh manusia

CDC menjabarkan bahwa gas saraf ini adalah yang paling beracun dan sangat cepat bereaksi sebagai unsur-unsur senjata kimia.

Menurut laman National Academiscs, huruf V dalam VX adalah inisial dari venom, yakni istilah untuk kelas senyawa yang memiliki potensi tinggi. Ciri kemampuan tingginya adalah dalam hal menembus kulit.

Bila jenis racun ini terhirup atau masuk ke dalam tubuh bisa menyebabkan malfungsi organ dengan menyumbat enzim yang menghambat relaksasi di tubuh.

Paparan dalam dosis setengah-mematikan dan mematikan akan dengan cepat menghilangkan kesadaran, menciptakan kejang-kejang, kelumpuhan, dan apnea (pernafasan berhenti). Kadar 10 hingga 30 miligram VX pada kulit sudah cukup untuk membunuh manusia.

Ada keyakinan bahwa serangan VX bisa dilawan dengan menyuntikkan berbagai penangkal racun. Namun unsur gas saraf ini bekerja sangat cepat, sehingga korban yang segera dirawat pun sedikit peluangnya untuk bertahan hidup.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR