Menjaga burung endemik khas Sumba dari kepunahan

Julang sumba, salah satu jenis burung endemik di Pulau Sumba
Julang sumba, salah satu jenis burung endemik di Pulau Sumba
© Burung Indonesia

Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), merupakan salah satu kawasan dengan jumlah keragaman endemik burung terbesar di Indonesia. Sedikitnya ada 200 jenis burung di Pulau Sumba.

Jumlah itu ikut menyumbang pada 1672 keragaman jenis burung di Indonesia. Soal keragaman; Indonesia ada di bawah Kolombia (1815 jenis), Peru (1787 jenis), dan Brasil (1750).

Tapi Indonesia menempati peringkat utama dengan jumlah burung endemik terbanyak di dunia, yakni 427 jenis. Indonesia berada di atas Australia (353 jenis), dan Filipina (183 jenis).

Artinya, 427 jenis burung itu hanya ada di Indonesia. Bahkan burung-burung tertentu hanya ada di satu pulau, seperti halnya di Sumba. Ironisnya, sebagian besar burung itu terancam punah dan bahkan sebagian besar punah.

Burung Indonesia

Burung Indonesia juga berarti sebuah perkumpulan. Berdiri sejak 1997, secara garis besar Burung Indonesia cabang Sumba di Jalan Trans Waibakul Waingapu, Desa Wairasa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, memiliki program kerja dengan kerangka tujuan pengelolaan habitat dan konservasi spesies.

Pengelolaan habitat dilakukan meliputi aspek teknis tata kelola kawasan hutan, pemberdayaan dan partisipasi masyarakat, serta kolaborasi pelbagai pihak. Kegiatan difokuskan di kawasan Taman Nasional Manupeu Tanadaru, serta Laiwangi Wanggameti dan 27 desa di sekitarnya.

Sedangkan konservasi spesies adalah program yang menyorot secara langsung perlindungan spesies burung kunci di Pulau Sumba. Burung kunci yang dimaksud adalah delapan burung endemik dan lima burung paruh bengkok.

Burung Indonesia juga beberapa kali mencegah perdagangan burung endemik ke luar pulau Sumba. Data menunjukkan, bahwa jenis burung yang seringkali diselundupkan oleh para pemburu dan dicari penadah adalah Kakatua-kecil-jambul-kuning.

Barometer kelestarian hayati

Bagi Burung Indonesia, burung merupakan sebuah barometer keragaman ekosistem. Melalui burung, tumboh pohon-pohon baru yang secara berkesinambungan menjadi hutan dan tempat tinggal beragam satwa.

''Bukan hanya kewajiban kami untuk menjaga habitat serta kelestarian burung-burung khas di Pulau Sumba, namun seluruh lapisan masyarakat Sumba. Baik yang berada di lingkup perkotaan maupun di pelosok. Oleh karenanya kami tak segan untuk melakukan kunjungan untuk memberikan dan berbagi informasi ke mereka perihal kelestarian burung. Mungkin bagi sebagian masyarakat burung tidaklah penting, tapi bagi kami, burung merupakan barometer pertumbuhan hutan dan ekosistem satwa unggas,'' papar Yohanis Balla Djawarai (46), koordinator fauna Burung Indonesia di wilayah Sumba, kepada Beritagar.id pekan lalu (2/6).

Bagaimana kita menjaga dan melestarikan burung dalam infografik
Bagaimana kita menjaga dan melestarikan burung dalam infografik
© Dokumen Burung Indonesia

Dampak luas hutan bagi habitat burung

Burung Indonesia juga mencatat penurunan luas area hutan di Pulau Sumba sejak 1927 sehingga berdampak langsung pada kelestarian habitat burung khas di Sumba.

Pada 1927, luas area hutan di Pulau Sumba adalah 610,470 hektare atau 50 persen dari dataran Sumba. Hingga 1992, hutan di Sumba tersisa 107,100 hektare. Bahkan data terakhir per 2000 menunjukkan luas hutan hanya 69,615 atau 6,5 persen dari total wilayah Sumba.

Dengan penyusutan jumlah area hutan tersebut dipastikan jumlah ekosistem burung menyusut tajam. Padahal 10 dari 215 jenis burung khas Sumba punya habitat dan penyebaran terbatas.

10 jenis burung endemik khas Pulau Sumba itu adalah; Julang sumba, Madu sumba, Gemak sumba, Punai sumba, Punggok sumba, Sikatan sumba, Mizomela sumba, Sikatan-cokelat sumba, Walikrawananu, dan Punggok wengi. Sebagian besar burung itu, termasuk Kakatua-kecil-jambul-kuning, terancam punah.

''Untuk menjaga kebanggaan Pulau Sumba, dari 10 jenis burung endemik, dan sebagai warisan untuk anak cucu, perlu kiranya semua pihak bekerjasama untuk saling menjaga dan mendukung dalam upaya konservasi jenis dan habitat burung-burung tersebut,'' pungkas Yohanis.

Kakatua-kecil jambul-kuning, salah satu spesies burung dengan status rawan punah/kritis
Kakatua-kecil jambul-kuning, salah satu spesies burung dengan status rawan punah/kritis
© Burung Indonesia
a day in laiwangi wanggameti national park
© laiwangi wanggameti
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.