Microsoft dan Facebook bangun infrastruktur internet bawah laut

Logo Microsoft
Logo Microsoft | Jagadeesh NV /EPA

Keputusan Microsoft meninggalkan bisnis ponsel bisa jadi tanda krisis. Bahkan, menurut Business Insider, Rabu (25/5/2016), Microsoft akan mengurangi 1.000 pos pekerjaan yang sebagian besar ada di Finlandia.

Tapi bukan berarti Microsoft sudah habis. Ahad (29/5), Telegraph melaporkan kerja sama Microsoft dan Facebook untuk mempercepat sambungan internet global dengan membangun infrastruktur kabel bawah laut melalui Samudera Atlantik.

Proyek berjuluk MAREA ini akan membentang sepanjang 6.600 kilometer dari Virginia Utara (Amerika Serikat/AS) hingga Bilbao (Spanyol). Infrastruktur ini akan menyediakan jaringan internet super kencang di Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan Asia.

Proyek kerja sama ini akan dimulai pada Agustus 2016 dan selesai pada Oktober 2017. Menurut Microsoft, proyek akan dikelola perusahaan telekomunikasi Spanyol Telxius yang pernah dimiliki pemerintah Spanyol. Dalam butir kesepakatan, Telxius diharapkan menggaet pasar Eropa barat dan Afrika utara.

The Next Web (28/5) menyebutkan, MAREA diklaim mampu mengirimkan data dengan kecepatan 160 terabyte data per detik. Microsoft optimistis bahwa kolaborasinya dengan Facebook melalui kabel bawah laut ini akan mendukung pertumbuhan layanan awan masing-masing.

Namun MAREA bukan kabel internet bawah laut pertama di dunia. Dua tahun lalu Google mengumumkan kesepakatan serupa dengan lima perusahaan Asia untuk memasang kabel jaringan trans-Pasifik yang menghubungkan Amerika dan Jepang. Demikian dilansir News Every Day (29/5).

Cio Today (26/5) melansir, pertumbuhan internet bakal berkembang pesat --terutama berkat layanan berbasis awan yang membutuhkan kemampuan transmisi data cukup tinggi. Para perusahaan berbasis internet pun memilih meningkatkan kapasitas bandwidth tanpa bergantung kepada perusahaan telekomunikasi.

Menurut prediksi Cisco, data global traffic tahunan akan mencapai angka 10,4 zettabyte --1 zeetabyte adalah 1 miliar terabyte-- pada akhir 2019. Sedangkan traffic layanan awan diproyeksi akan menembus angka 8,6 zettabyte --meningkat 2,1 zettabyte per tahun dari 2014.

Microsoft saat ini telah menawarkan lebih dari 200 layanan berbasis awan, termasuk Microsoft Azure, Skype, dan Office 365. Sementara Facebook mendukung layanan jejaring sosial dengan total pengguna mencapai 1,6 miliar aktif tiap hari.

Direktur akuisisi jaringan global Microsoft, Frank Rey, menyatakan kerjasama ini untuk memberi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat --terutama bagi kalangan yang masih menghadapi koneksi lambat. Ia mengatakan raksasa teknologi ini akan berinvestasi dan melakukan pengembangan infrastruktur internet serta sistem komputasi awan miliknya.

Proyek infrastruktur internet ini juga bukan edisi pertama Microsoft dan Facebook. Mereka sekarang sedang mengembangkan balon raksasa dan drone yang dilengkapi laser untuk menyajikan internet bagi wilayah terpencil.

Microsoft kebetulan melakukan investasi besar untuk membangun jaringan bawah laut serta jaringan fiber di darat. Sedangkan Google, demikian ditulis Wall Street Journal (27/5), belum lama ini disibukkan dengan pembangunan Google Fiber untuk menghasilkan jaringan broadband ke sejumlah kota di AS.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR