Misteri "kelompok super" paus bungkuk di Afrika Selatan

Mamalia air, paus bungkuk.
Mamalia air, paus bungkuk.
© Pixabay

Paus bungkuk dikenal sebagai spesies mamalia yang tidak terlalu senang bersosialisasi. Mereka lebih sering terlihat hidup sendirian. Tapi pada kesempatan tertentu seperti migrasi, berkembang biak, dan mencari makan, makhluk air ini kemungkinan dapat ditemukan dalam berkelompok untuk sementara waktu.

Jika tergabung dalam kelompok, paus bungkus juga biasanya hanya memilih membentuk kelompok kecil, hingga 7 ekor saja. Tapi kejadian unik muncul di lepas pantai Afrika Selatan.

Beberapa tahun terakhir, menurut sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Plos One (1/3/2017), tim peneliti dari Cape Peninsula University of Technology, Afrika Selatan, yang dipimpin Ken Findlay, menemukan adanya 22 "kelompok super" berkumpul di area tersebut. Tiap kelompok terdiri dari 20-200 ekor paus bungkuk.

Kelompok super tersebut ditemukan oleh tiga kapal penelitian pada 2011, 2014, dan 2015 selama periode Oktober-November --periode pergantian musim semi ke panas di selatan Afrika. Selain kapal, pesawat udara yang melakukan pengamatan di Cape, wilayah barat daya Afrika Selatan, juga melihat hal yang sama.

Para peneliti mengatakan, beberapa ekor bahkan sengaja datang dari lokasi yang jauh untuk berkumpul ke kelompok super tersebut.

"Saya sudah terlibat dalam penelitian paus bungkuk sejak akhir 1980-an dan kami belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya," kata Findlay, dikutip dari New Scientist (10/3).

Biasanya, pada periode waktu tersebut paus bungkuk Southern Hemisphere (Megaptera novaeangliae) biasanya tengah berada di dekat Antartika untuk makan krill, plakton, dan ikan-ikan kecil dalam jumlah besar setiap hari. Mereka mempersiapkan diri menimbun lemak untuk menghadapi musim dingin.

Mereka baru pergi ke kawasan sub-tropis atau tropis ketika musim dingin tiba. Saat itu biasanya paus bungkuk betina akan memanfaatkannya untuk melahirkan.

Para peneliti mengatakan berkumpul di sekitar Afrika Selatan pada musim panas adalah perilaku tidak wajar. Mereka mengatakan hal ini bisa menjadi tanda kebangkitan perilaku misterius dari paus bungkuk yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Pengamatan insidental aerial  "kelompok super", sekitar 5 km sebelah barat dari Crayfish Factory di pantai barat Semenanjung Cape, Afrika Selatan
Pengamatan insidental aerial "kelompok super", sekitar 5 km sebelah barat dari Crayfish Factory di pantai barat Semenanjung Cape, Afrika Selatan
© Jean Tresfon /PLOS One

Pada 1914, paus bungkuk memang pernah ditemukan sedang makan di area barat daya pesisir Cape. Tapi maraknya pemburuan, membuat populasinya turun hingga 90 persen dari waktu ke waktu.

"Ada sesuatu yang misterius tentang hal ini, tapi bukan karena kejadiannya, melainkan lebih ke mengenai bagaimana dan mengapa hal itu terjadi," kata Findlay. "Kami perlu waktu untuk membongkar pertanyaan-pertanyaan tersebut."

Sementara menunggu hasil penyelidikan lanjutan, para peneliti saat ini berkesimpulan bahwa perilaku unik ini berkaitan dengan meningkatnya jumlah paus bungkuk, atau jumlah mangsa yang berlimpah di area tersebut.

Namun para peneliti tidak bisa mengidentifikasi jenis mangsa apa yang bisa menyebabkan terciptanya kelompok super tersebut.

Peningkatan jumlah spesies juga mengagetkan, mengingat dari waktu ke waktu kebanyakan jumlah spesies hewan lain justru semakin berkurang. Tapi berdasarkan laporan NOAA, populasi paus bungkuk Australia memang telah mencapai status sehat sejak pemburuan paus berakhir di pesisir timur pada tahun 1960-an.

"Apa yang kami temukan di sini mencerminkan kemampuan hewan-hewan ini untuk bangkit kembali dari tekanan penangkapan ikan paus yang sangat parah seabad terakhir. Lebih dari 200.000 paus bungkuk diambil dari belahan bumi selatan tahun lalu," kata Findlay kepada CNN.

"Saya sangat kagum karena 30 hingga 40 tahun kemudian, kita menyaksikan populasi mereka kembali naik. Itu memberi saya harapan. Hal ini memberitahu tahu saya mengenai sesuatu tentang keadaan laut."

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.