Muatan misterius yang meluncur bersama Falcon Heavy

5 Arch pertama yang pernah dibuat
5 Arch pertama yang pernah dibuat | /Arch Mission Foundation

Falcon Heavy milik SpaceX yang meluncur minggu lalu, menjadi roket komersial terberat yang pernah diluncurkan. Meski mampu menampung muatan besar, dalam uji cobanya Falcon Heavy hanya membawa muatan sebuah mobil listrik Tesla Roadster milik Elon Musk berserta Star Man yang menjadi "pengemudi".

Namun ternyata ada muatan lain yang meluncur bersama Roadster. Sebuah cakram berukuran mini, sekitar satu inci yang disebut Arch. Kehadiran cakram ini dimaksudkan untuk melestarikan manusia jika sewaktu-waktu nanti punah.

Arch yang melayang ke orbit mars adalah satu dari lima rangkaian yang ada. Ia terbuat dari material silika kuarsa, dibuat dengan menggunakan teknik laser femtosecond baru guna menciptakan "penyimpanan optik 5D." Ilmuwan menyebutnya dengan julukan kristal memori Superman.

Kristal kecil berbobot kurang dari lima gram ini mampu menyimpan data dengan sangat baik. Dua cakram pertama, yang disebut Arch 1.1 dan Arch 1.2, dikatakan sebagai dua dari media penyimpanan paling tahan lama yang pernah diciptakan oleh manusia.

Mereka diharapkan mampu bertahan dalam kondisi baik hingga 14 miliar tahun. Arch 1,2-lah yang saat ini mengarungi ruang angkasa bersama Tesla Roadster merah milik Musk.

Diyakini, dalam waktu 10 tahun dari sekarang, versi 3,75 inci Arch akan mampu menampung 360 TB data, atau daya tampung sekitar 7.000 cakram Blu-ray. Tapi layaknya Roadster yang diluncurkan ke Mars, cakram dengan teknologi hasil pengembangan fisikawan Peter Kazansky dari University of Southampton di Inggris ini, baru sampai pada tahap uji coba.

Tatanan cakram penyimpanan optik 5D
Tatanan cakram penyimpanan optik 5D | Arch Mission Foundation

Menurut Nova Spivack, salah satu pendiri Arch Mission Foundation yang berbasis di California, Arch yang dibawa oleh Tesla Roadster ke ruang angkasa berisi salinan novel Foundation Series dari Isaac Asimov. Seri itu terdiri dari tiga karya ikonik, Foundation, Foundation and Empire, dan Second Foundation.

Cerita yang berlatar dunia di mana manusia adalah spesies yang mengarungi ruang angkasa. Trilogi ini berisikan sebuah kisah fiktif tentang kebangkitan, kejatuhan, dan kelahiran kembali peradaban.

Asimov, yang juga seorang profesor biokimia di Universitas Boston, Amerika Serikat, mendulang popularitas dalam literatur dengan karyanya dalam dunia fiksi ilmiah. Foundation Series masih dianggap sebagai salah satu karya terbaik sepanjang kariernya.

Asimov juga secara luas dianggap sebagai salah satu sosok dari "Tiga Besar" dalam literatur fiksi ilmiah, bersama dengan ikon lain seperti Robert A. Heinlein dan Arthur C. Clarke.

Spivack mengatakan, Arch yang dibawa oleh Tesla Roadster merupakan cakram kedua yang pernah dibuat. Arch pertama saat ini dimiliki oleh Elon Musk, yang menjadi cakram milik pribadi.

Dua Arch lagi direncanakan akan diluncurkan ke ruang angkasa pada tahun 2020 dan satu lagi dipersiapkan pada tahun 2030. Keduanya dimaksudkan untuk mengirimkan cadangan pengetahuan manusia yang dikurasi ke Bulan dan Mars.

Cakram ke Mars diharapkan dapat berfungsi sebagai bantuan bermanfaat bagi kolonis di Planet Merah, membantu mereka untuk melahirkan internet lokal di sana.

"Pada akhirnya dengan menghubungkan Perpustakaan Arch yang disimpan dalam cakram Arch, melalui jaringan berbagi data baca-tulis terdesentralisasi yang membentang di Tata Surya, kita dapat mulai tumbuh dan membagikan perpustakaan desentralisasi gabungan dari semua hal yang dipelajari manusia, di setiap planet yang ada di Tata Surya kita, bahkan di luar itu, saat kita menjelajah tempat baru," kata Spivack.

Hingga saat ini Roadster masih dalam perjalanan mengarungi angkasa menuju Mars. Guna mengetahui proses peluncuran, Roadster dilengkapi dengan sistem kamera video. Namun kamera tersebut hanya dapat bertahan selama beberapa jam setelah diluncurkan. Kini berkat sistem JPL HORIZONS NASA, kita dapat melanjutkan pengamatan Roadster.

Ben Pearson, seorang pengamat ruang angkasa telah menciptakan situs whereisroadster.com. Situs ini memberikan akses sesuai namanya, melacak Tesla Roadster hingga hitungan detik saat ia berjalan lebih cepat daripada kendaraan listrik manapun yang pernah berjalan.

Pada saat tulisan ini dibuat, situs tersebut mengatakan bahwa Roadster berjarak 229.775.388 kilometer, 1,536 AU dari Mars, bergerak ke arah planet tersebut dengan kecepatan 70.583km/jam, 19,61 km/detik. Saat ini ia berjarak 2.119.594 km, 0,014 AU dari Bumi, bergerak menjauhi pada kecepatan 11.038 km/jam, 3,07 km/detik.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR