BUAH-BUAHAN

Musim rambutan tiba, jodoh masih tanda tanya

| Antyo /Beritagar.id

Timur ke barat selatan ke utara
Tak juga aku berjumpa
Dari musim duren hingga musim rambutan
Tak kunjung aku dapatkan
Tak jua aku temukan
Oh Tuhan inikah cobaan

Musim rambutan dalam lagu "Cari Jodoh " (Wali, album Cari Jodoh, 2009) adalah titik ujung dalam linimasa pencarian tambatan hati. Nah, saat ini musim rambutan (Nephelium lappaceum). Pemburu jodoh mungkin sudah diterima oleh incaran kesekian.

Bagi calon wakil presiden Sandiaga Uno bulan lalu, rambutan bertaut dengan kampanye. Ia duduk lesehan bersama patra ibu, di bawah pohon rambutan, di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah (28/12/2018).

Lalu ada warga yang memanjat pohon dan memetikkan rambutan untuk Sandi. "Terima kasih. Lihat betapa kayanya Indonesia. Mau buah rambutan tinggal petik,” ucap Sandi (h/t Poskota News).

Rambutan memang salah satu khazanah Indonesia. Tentu buah berambut itu juga hidup di Asia Tenggara. Namun Filipina baru mengenal rambutan pada 1912 karena datang bibit dari Indonesia (h/t Julia F. Morton, 1987). Adapun Amerika Serikat enam tahun lebih dulu mengenal karena bibit dari Jawa.

Sedangkan pohon rambutan di Suriname, Kolombia, Ekuador, Honduras, Kosta Rika, Trinidad, dan Kuba, kemungkinan berasal dari Malaysia. Sedangkan di Australia rambutan juga dijual di seluruh negeri, dipanen dari Northern Territory.

Menurut laman Pemerintah Northern Territory, varietas unggulan di wilayahnya adalah rambutan Jitlee, R156, R167, dan R134. Dari 50-an jenis rambutan yang masuk ke Benua Kanguru, ada 18 verietas yang dibudidayakan secara komersial.

Lalu jika kembali ke lagu, sebelum Wali ada "Papaja Cha-Cha-Cha" (ejaan lama). Dalam data Irama Nusantara, lagu karya Adikarso ini pernah dibawakan oleh penggubahnya dengan iringan Lima Serama, dan dimasukkan ke dalam kompilasi album Papaja Mangga Pisang Djambu (1955).

Kok judul album seperti daftar dagangan toko buah? Dengarlah liriknya: Pepaya mangga pisang jambu / Dibawa dari Pasar Minggu / Di sana banyak penjualnya / Di kota banyak pembelinya.

Rambutan disebut dalam refrain: Pepaya jeruk jambu rambutan duren / duku dan lain-lainnya / marilah mari kawan-kawan semua / membeli buah buahan.

Teramat banyak nama buah sehingga lagu itu cukup mengatakan "dan lain-lainnya".

Lagu ini masuk peringkat ke-142 dari 150 Lagu Indonesia Terbaik versi Rolling Stone Indonesia (2009).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR