TEKNOLOGI ANTARIKSA

NASA kembangkan baju astronaut dengan sistem pembuangan limbah

Ilustrasi pakaian luar angkasa.
Ilustrasi pakaian luar angkasa. | Pixabay

Sejak dua tahun lalu, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) terus mengembangkan setelan khusus untuk para astronautnya.

Seperti dilansir Space, Rabu (21/2/2018), para insinyur NASA sedang mengerjakan sebuah baju khusus masa depan yang sudah dilengkapi dengan sistem pembuangan limbah jangka panjang, atau built-in toilet, di dalamnya.

Pada baju astronaut itu terdapat tas feses kecil untuk buang air besar astronaut. Untuk baju astronaut pria, akan dilengkapi dengan kondom kateter yang sederhana untuk membuat misi mereka menjadi nyaman dan aman.

Sistem tersebut belum pernah menjadi bagian dari baju ruang angkasa sejak era Apollo. Kemungkinan sistem pembuangan limbah baru tersebut akan memiliki banyak kesamaan dengan yang pernah digunakan pada tahun 1970an.

Baju astronaut baru yang dinamakan Orion Crew Survival Systems Suits (OCSSS) ini akan dipakai astronaut NASA dalam misi antariksa dengan menggunakan wahana masa depan, Orion.

Kapsul Orion dirancang untuk membawa astronaut menuju Bulan dan kembali ke Bumi namun belum mendukung misi ke Planet Mars yang membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan.

Meski Orion sudah dilengkapi dengan toilet, NASA membuat setelan khusus ini untuk mengantisipasi keadaan darurat. Misalnya kapsul Orion kehilangan tekanan, para astronaut bisa bertahan hidup hanya dengan mengenakan baju tersebut.

Sebenarnya, NASA ingin agar astronaut dapat bertahan dalam setelan mereka selama enam hari, yang berarti mereka dapat melakukan berbagai hal seperti makan, buang air kecil, dan buang air besar tanpa melepaskannya.

"Ini benar-benar waktu yang lama. Hidup dengan kotoran Anda dalam waktu yang lama kini bisa dengan mudah dilakukan," kata insinyur NASA Kirstyn Johnson yang juga memimpin perancangan sistem internal untuk pakaian peluncuran dan pendaratan Orion pada Indian Express (21/2).

Johnson dan timnya harus mencoba menghindari kemungkinan hasil yang buruk, sehingga para astronaut aman saat manusia kembali ke Bulan.

Untuk proses pengumpulan urin, seluruh anggota astronaut pria memakai kateter dengan posisi pas di atas penis layaknya kondom, dengan satu tabung di ujungnya untuk mengumpulkan cairan, kemudian akan ditarik ke dalam tas yang menempel di bagian luar setelan.

Sayangnya, baju khusus tersebut hanya cocok digunakan untuk astronaut pria, NASA mengakui desain yang ada sekarang tidak cocok untuk astronaut perempuan. "Bagi perempuan, itu akan sedikit lebih sulit, dikarenakan geometri tubuh seseorang dan kemudian harus menghadapi masalah seperti rambut kemaluan," kata Johnson.

Johnson dan rekan-rekannya juga harus mempertimbangkan hal-hal seperti bagaimana sistem pembuangan limbah bisa beroperasi ketika seorang astronaut perempuan sedang mengalami menstruasi. Sebagai gantinya, mereka akan mengerjakan sebuah sistem yang serupa dengan yang digunakan oleh pilot tempur wanita yang menggabungkan vakum eksternal.

Saat ini, para astronaut hanya menggunakan popok atau pakaian penyerapan maksimal (MAGs). Popok tersebut digunakan setiap kali para astronaut harus menggunakan baju ruang angkasa. Sementara popok sangat efektif, namun terkadang sering bocor.

"Tidak ada perubahan desain utama yang dilakukan pada pembuangan sampah selama bertahun-tahun karena masih memenuhi semua persyaratan yang diperlukan," kata Johnson pada Daily Mail (21/2).

"Kami mencari solusi yang akan disertakan dalam kendaraan untuk misi Orion yang akan diawaki," tambahnya.

Exploration Mission 2 (EM-2), misi perdana manusia ke Mars yang rencananya dilaksanakan pada April 2023, menurut Johnson, akan menjadi penerbangan pertama yang dilengkapi sistem pembuangan limbah durasi panjang.

Pengembangan desain baru baju astronaut dilakukan NASA sejak 2016, melalui sayembara Space Poop Challenge. Sayembara itu mencari desain baru sistem pembuatan kotoran pada pakaian astronaut.

Kompetisi itu berakhir pada awal bulan ini, tetapi menurut Johnson, "Tak ada yang bisa kita gunakan dengan cepat untuk program Orion."

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR