Pada 2040 komputer mungkin sedot habis energi listrik dunia

Ilustrasi komputer
Ilustrasi komputer | Pixabay

Generasi digital yang bergantung pada komputer tidak sepenuhnya memberikan efek positif pada kehidupan. Para ilmuwan memprediksi bahwa pada 2040 komputer akan menggunakan energi listrik yang lebih besar dari kemampuan manusia untuk memproduksinya di dunia.

Perkembangan komputer yang pesat membuat komputasi kompleks bisa dilakukan lebih mudah, akan tetapi ada sisi buruknya. Mereka lebih haus akan daya. Prediksi ini sebenarnya sudah disampaikan dalam laporan (PDF) yang dirilis oleh Semiconductor Industry Association (SIA) Agustus 2015, namun baru mendapat perhatian besar sekarang ini akibat asosiasi tersebut mengeluarkan penilaian roadmap akhir tentang prospek industri semikonduktor.

Produsen semikonduktor bebas melakukan inovasi untuk dapat ciptakan performa terbaik, namun SIA mengatakan hal tersebut harus ada batasnya jika terus menggunakan metode yang sama seperti yang digunakan sekarang ini.

"Komputasi tidak bisa dipertahankan pada 2040, saat energi yang dibutuhkan untuk komputasi melebihi perkiraan produksi energi dunia," tegas SIA.

Dalam laporan tersebut dicantumkan sebuah grafik yang menjelaskan energi yang dihabiskan oleh sistem-sistem komputasi sekarang ini.

Grafik penggunaan energi komputer
Grafik penggunaan energi komputer | SIA

Sekarang ini pengembang cip mampu membuat transistor yang sangat kecil dalam tiga dimensi, dengan maksud untuk meningkatkan performa, namun SIA beranggapan bahwa hal tersebut tidak dapat berkembang lebih jauh lagi. Jadi kemungkinan jumlah transistor akan diperbanyak guna dapat memberikan performa yang lebih besar lagi.

Penggunaan transistor yang semakin banyak inilah yang dikhawatirkan SIA, mengingat akan semakin banyak tenaga listrik yang digunakan.

"Mobil tanpa pengemudi,dan dunia pengobatan yang lebih personal juga masuk dalam sejumlah bidang yang memanfaatkan cip komputer," tulis Semiconductor Industry Association.

Melihat laju perkembangan teknologi saat ini, diperkirakan pada tahun 2040 kecerdasan buatan akan semakin umum digunakan. Kepintarannya mungkin sudah sama dengan otak manusia.

Konsekuensinya, akan semakin banyak gawai elektronik yang digunakan dan semua itu membutuhkan tenaga listrik untuk menghidupkannya.

Oleh karena itu para ahli mesti secepatnya menciptakan cip baru yang lebih rendah daya namun mampu memenuhi kebutuhan pasar.

"Tidak realistis untuk menerima kenyataan bahwa produksi energi dunia akan habis 100 persen untuk keperluan komputasi. Jadi pertanyaannya adalah, bagaimana kita dapat berbuat lebih dengan lebih sedikit, dan di manakah peluang untuk dapat memeras lebih banyak kebutuhan energi dari sistem?" kata Celia Merzbacher, VP of Innovative Partnerships di Semiconductor Research Council, dikutip dari Express (26/7/2016).

Sebenarnya para peneliti juga sudah mulai mencari solusi akan permasalahan ini.

Dilansir Daily Mail (25/7), pada Maret para peneliti sudah mendemonstrasikan kemungkinan untuk membuat cip yang beroperasi dengan kemungkinan energi terendah di bawah hukum fisika.

Temuan ini disebut sebagai terobosan efisiensi energi komputasi dan dapat memotong penggunaan energi komputer sepersejuta kali. Tapi untuk pengaplikasiannya di produk komputer masih jauh karena dibutuhkan pengujian lebih lanjut.

Ide komputasi kuantum serig digambakan dalam bentuk bola yang disebut Bloch Sphere
Ide komputasi kuantum serig digambakan dalam bentuk bola yang disebut Bloch Sphere | Glosser.ca/Wikimedia Commons

Perubahan sistem komputasi juga menjadi salah satu yang dipertimbangkan, salah satunya komputasi kuantum. Komputasi kuantum memiliki ciri untuk memanfaatkan kemampuan partikel subatomik untuk ada di lebih dari satu bagian setiap saat.

Pada sistem komputer tradisional, data dinyatakan dalam salah satu dari dua bagian (bit biner) yang dinyatakan dalam angka 1 atau 0. Tapi komputer kuantum menggunakan bit kuantum, atau qubit. Qubit bisa hadir di kedua bagian sekaligus, yang berarti banyak proses komputasi yang dapat dilakukan secara paralel.

Biasanya ide komputasi kuantum sering dijelaskan melalui perumpamaan bola. Sistem komputer klasik bagian data bisa di salah satu dari dua kutub bola. Sedangkan dalam bit kuantum, bagiannya bisa berada di setiap titik di permukaan bola.

Misalnya, dua qubit dapat mengkodekan empat nilai yang berbeda sementara sistem tiga qubit mengkodekan delapan nilai yang berbeda.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR