PEMBLOKIRAN SITUS

Pemerintah Iran memblokir Pokemon Go

Ilustrasi Pokemon Go
Ilustrasi Pokemon Go | Pixabay

Permainan berbasis realitas tertambah (augmented reality), Pokemon Go, sejak mulai populer memang memicu perdebatan di sejumlah negara, terutama soal keamanannya. Namun baru pemerintah Iran yang resmi melarang permainan itu dimainkan di wilayah negara Timur Tengah tersebut.

BBC, Jumat (5/8/2016), mengabarkan bahwa keputusan tersebut telah diambil secara bulat oleh para anggota Dewan Tinggi Ruang Virtual (DTRV) Iran --sebuah dewan yang mengawasi internet di negara tersebut--, namun mereka tidak mengelaborasi alasan dari keputusan tersebut.

Sekretaris Jenderal DTRV, Abdolsamad Khoramabadi, seperti dikutip Inquisitr, hanya menyatakan bahwa dewan mengambil keputusan tersebut karena menyangkut keamanan negara.

"Dia (Pokemon Go, red.) juga bisa mengancam keamanan dan keselamatan warga negara," kata Khoramabadi.

Sebenarnya National Foundation for Computer Games (NFCG), sebuah lembaga yang memantau regulasi permainan virtual, telah menyetujui Pokemon Go untuk dimainkan warga Iran. Tetapi Khoramabadi mengklaim bahwa keputusan lembaga tersebut tidak diambil melalui penelitian mendalam.

Iran memang cukup tegas dalam mengatur kebebasan berinternet bagi penduduknya. Di negara ini, Facebook dan Twitter menjadi contoh layanan internet yang diblokir.

Dikabarkan The Christian Science Monitor, sebelum pemblokiran Pokemon Go, pemerintah Iran sempat menghubungi sang pengembang, Niantic, Inc., dan memaksa mereka untuk membatasi permainan tersebut di sana. Tidak dijelaskan bagaimana kelanjutan laporan tersebut.

Dewan Tinggi Ruang Virtual memang sama sekali tak menjelaskan soal potensi bahaya dari Pokemon Go yang dimaksud.

Berbeda dengan pemerintah Israel yang memaparkan mengapa mereka melarang para tentara bermain Pokemon Go di markas militer. Israel, menurut Associated Press (h/t the New York Times), khawatir permainan itu membocorkan informasi sensitif seperti lokasi dan pencitraan dari penggunaan layanan GPS dan kamera gawai.

Hal lainnya adalah kemungkinan terunduhnya aplikasi palsu yang dapat menyedot informasi dari ponsel personel militer negara tersebut.

Para analis di Tehran berkata kepada VOA bahwa kemungkinan besar polisi moral Iran, Gashte Ershad, berada di belakang pelarangan tersebut. Ada kabar bahwa polisi moral itu telah mulai menangkapi pengguna Pokemon Go di jalanan dan menghapus permainan itu dari gawai mereka.

Tetap populer

Pokemon Go tetap berhasil mendulang popularitas di Iran meskipun ada pembatasan pengggunaan Internet. Para penduduk mencari alternatif agar mereka dapat terhubung dengan situs daring yang memiliki basis di luar tanah Iran.

Lida Ahmadi, seorang pengembang permainan di Tabriz mengatakan pada VOA News (6/8) bahwa para pemain Pokemon Go di Iran tidak mungkin mengunduhnya melalui toko aplikasi Android alternatif Google Play bernama Bazar. "Mereka harus menggunakan layanan Virtual Private Network (VPN) agar bisa melintasi rintangan dan mengunduh game tersebut di gawai Android mereka."

Meskipun banyak rintangannya, tetapi banyak pemain Pokemon Go di Iran yang berhasil menemukan Pokemon di tempat-tempat umum seperti restoran, taman, dan Hafeziyeh, sebuah tempat turis ternama di Shiraz. Banyak dari pengguna bahkan yang memamerkan hasil tangkapannya di Twitter, salah satu layanan yang juga 'diakali' pengguna di sana.

Ini juga bukan kali pertama Iran memblokir sebuah permainan video. Menurut International Business Times (6/8), pada Juni, NFCG juga memblokir '1979 Revolution', sebuah permainan naratif dari Ink Stories yang menjelajahi sejarah perjuangan Revolusi Iran. Pada 2011, negara ini juga memblokir judul permainan populer 'Battlefield 3' yang berisikan cerita mengenai serangan tentara Amerika Serikat di Tehran.

Menurut NFCG, ada dua persyaratan bagi pengembang permainan untuk dapat merilis karyanya di Iran. Pertama server data harus berlokasi di Iran, kemudian lokasi-lokasi yang ada di dalam permainan harus dikordinasikan dengan NFCG untuk menghindari adanya lokasi-lokasi yang mengancam keamanan negara.

Sejauh ini Pokemon Go sudah menyambangi 35 negara dan telah berhasil melebihi 30 juta unduhan dan terus meraup pendapatan hingga Rp458 miliar.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR