TEMUAN ARKEOLOGI

Penemuan dinosaurus dengan tulang ekor berbentuk hati

Ilustrasi dinosaurus raksasa Mnyamawamtuka moyowamkia yang memiliki tulang ekor unik berbentuk hati
Ilustrasi dinosaurus raksasa Mnyamawamtuka moyowamkia yang memiliki tulang ekor unik berbentuk hati | Mark Witton /SWNS

Menjelang perayaan Hari Valentin, dua peneliti dari Midwestern University dan Ohio University, Amerika Serikat, Rabu (13/2/2019), mengumumkan penemuan unik, yakni keberadaan dinosaurus raksasa dengan tulang ekor berbentuk hati.

Mnyamawamtuka moyowamkia, begitu mereka menyebut spesies baru dinosaurus itu dalam hasil penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Plos One.

Nama yang cukup sulit dihapal dan diucapkan itu berasal dari bahasa Swahili. Mnyamawamtuka berarti "hewan dari Mtuka", sementara moyowamkia berarti "ekor berbentuk hati". Demikian dijelaskan The Independent (14/2).

Mtuka adalah nama sungai di Tanzania. Fosil hewan purba tersebut ditemukan pada tebing tinggi di dekat sungai itu pada tahun 2004. Penggalian yang berlangsung hingga 2008 berhasil mengumpulkan fosil dari 45 persen bagian tubuh M. moyowamkia. Untuk ukuran fosil dinosaurus, penemuan 45 persen bagian tubuh termasuk amat lengkap.

Dua peneliti itu, Erick Gorscak dan Patrick O'Connor, menyimpulkan bahwa dinosaurus merupakan sauropoda dari genus titanosaurus--hewan raksasa pemakan tumbuhan. M. moyowamkia diperkirakan hidup 100 juta tahun lalu, atau pada akhir Periode Kapur (Cretaceous).

Berdasarkan penelitian terhadap fosil yang ditemukan, tim peneliti berkesimpulan berat Mnyamawamtuka itu mencapai sekitar 20 ton dengan panjang 9,1 meter.

Namun, jelas O'Connor kepada Reuters, fosil yang mereka temukan itu adalah Mnyamawamtuka yang belum tumbuh sepenuhnya karena adanya bagian rangka yang belum terpakai (unfused). "Jadi, saat ini kami belum tahu ukuran maksimum mereka ketika dewasa," ujar profesor anatomi Ohio University itu.

Bagian unik dari hewan ini adalah ruas tulang belakang di bagian ekor yang berbentuk hati. Gorsack, asisten profesor di Midwestern University, menjelaskan tulang belakang itu memiliki dua tonjolan di pojok atas dan kemudian bertemu pada satu titik di bawah, sehingga bentuknya seperti hati.

"Ia tampak seperti emoji hati," kata Gorsack dalam Live Science. O'Connor memperkirakan bentuk tersebut berperan untuk memperkuat kedua sisi ekor tersebut.

Selain bentuk ekornya yang menjadi sorotan, menurut EurekAlert!, penelitian lebih lanjut menemukan bahwa Mnyamawamtuka hidup pada masa awal evolusi yang kelak mendiversifikasi titanosaurus. Ia juga memperlihatkan beberapa persamaan dengan titanosaurus yang ditemukan di Amerika Selatan.

Hingga saat ini ada 60 titanosaurus yang telah diidentifikasi. Pada awalnya genus dinosaurus ini hanya ditemukan di Amerika Selatan, tetapi kemudian fosil-fosil mereka ditemukan juga di Mesir, Tanzania, dan beberapa bagian Afrika lainnya.

"Meski titanosaurus adalah salah satu kelompok dinosaurus paling berhasil sebelum terjadinya kepunahan massal di akhir Zaman Dinosaurus, sejarah evolusi awal mereka masih kabur," tutur Gorsack. "Mnyamawamtuka membantu untuk menceritakan masa awal itu, khususnya cerita dari sisi Afrika."

Setiap temuan baru, tambah O'Connor, menambah detail baru untuk menggambarkan ekosistem seperti apa yang ada di Benua Afrika pada Zaman Kapur, membuat peneliti bisa mendapat gambaran lebih lengkap mengenai perubahan biotik pada masa lalu.

Tim penemu Mnyamawamtuka tersebut adalah bagian dari Rukwa Rift Basin Project, eksplorasi penelitian paleontologi dan geologi yang dilakukan di daerah selatan dan barat Tanzania. Proyek ini didanai oleh Yayasan Sains Nasional Amerika Serikat (NSF).

Selain Mnyamawamtuka, sepanjang periode proyek itu juga telah ditemukan beberapa fosil titanosaurus lain, buaya purba, pertanian yang dilakukan serangga, dan petunjuk evolusi awal monyet dan kera.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR