Perhatikan ini agar ponsel tidak meledak

Ilustrasi baterai panas pada ponsel sebabkan terbakar
Ilustrasi baterai panas pada ponsel sebabkan terbakar | nasidastudio /Shutterstock

Hindari mengisi daya telepon pintar sambil digunakan untuk menerima atau membuat panggilan.

Remaja 18 tahun asal desa Kheriakani, India Timur, Uma Oram meninggal setelah ponsel yang digunakannya meledak dan terbakar. "Saat baterai ponsel mulai habis, dia menancapkannya untuk mengisi daya sambil berbicara secara bersamaan," ujar saudaranya, Durga Prasad Oram.

Baterai adalah bagian yang paling berbahaya dari gawai elektronik seperti telepon seluler (ponsel). Sebab bagian inilah yang paling rentan terbakar dan meledak. Hal ini diungkap oleh pengamat teknologi Alfons Tanujaya dinukil CNN Indonesia.

"Jangan pernah pakai ponsel saat sedang diisi daya, karena saat dicas tengah terjadi pengisian arus, terjadi aliran listrik, dan ketika ini terjadi, kemungkinan untuk adanya kesalahan sangat besar," ujar Alfons.

Pemakaian ponsel yang dimaksud berlaku untuk segala hal. "Apalagi ngecas sambil dipakai telepon atau main gim," jelas Herry SW, pengamat teknologi yang dihubungi terpisah.

Alfons mengingatkan untuk mengganti atau menghindari menggunakan perangkat yang baterainya sudah mulai menggembung. Sebab, baterai tersebut sudah mulai rentan terhadap korsleting atau hubungan arus pendek.

“Gendutnya karena dia membengkak. Ketika bengkak, kalau ada rangkaian yang tertekan, jadi rentan terjadi korsleting. Apalagi kalau sampai ditekan-tekan. Waduh, sebaiknya jangan, bahaya," tutur dia.

Ponsel yang telah rusak baterainya memang sebaiknya tidak mengalami tekanan. Menekan secara sengaja atau tidak sengaja pada perangkat ponsel sebab dapat membuat baterai korslet dan terbakar.

Hampir semua perangkat ponsel sekarang menggunakan teknologi baterai lithium ion. Teknologi ini menggunakan cairan elektrolit yang dikemas dalam lembaran-lembaran tipis, dan sayangnya cairan ini sangat mudah terbakar.

Jika baterai mengalami hubungan arus pendek, misal terjadi cacat fungsi pada lembaran plastik yang sangat tipis tersebut, yang memisahkan sisi positif dan negatif baterai, maka hal itu dapat memanaskan elektrolit cair. Dan jika cairan memanas dengan cukup cepat, baterai bisa meledak.

Meski hal ini jelas berbahaya bagi konsumen, namun teknologi baterai ini diklaim masih paling efektif dan berdampak kecil pada lingkungan.

"Saya pikir orang harus peduli dan mendorong ke arah teknologi baterai yang lebih aman," kata pakar penyimpanan energi, profesor Clare Gray dari Cambridge University dinukil BBC.

Namun demikian, selama riset dan pengembangan teknologi baterai dilakukan, maka Anda tidak perlu panik. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.

Pertama, memakai produk pengisi daya (charger) asli atau bawaan pabrik untuk setiap ponsel. Perangkat ini tentu sudah memenuhi kualifikasi untuk mengisi daya ponsel dengan efektif. Kalau terpaksa membeli charger non pabrikan, perhatikan kualifikasi arus dan perangkat tersebut sesuai dengan rekomendasi pabrik.

Kedua, selalu mematikan perangkat ponsel di malam hari. Demi alasan keamanan, hal ini juga menjaga baterai perangkat pintar tersebut tetap awet.

Ketiga, kurangi terlalu sering menonton video daring. Terlalu lama streaming dapat mempercepat panasnya temperatur ponsel. Sebab proses streaming video membutuhkan data besar serta penggunaan RAM tinggi.

Keempat, jika baterai cenderung cepat panas sebaiknya mengganti dengan yang baru. Karena penggunaan yang salah dan tidak efektif, tentu baterai dapat cepat usang. Untuk keamanan segera ganti baterai dengan yang baru dan sesuai dengan spesifikasi ponsel Anda.

Kelima, batasi penggunaan WiFi, bluetooth dan pemindai lokasi GPS. Ketiga fitur ini termasuk pengguna daya baterai paling besar. Aktifkan jika memang hanya diperlukan saja. Menyalakan ketiga fitur ini terlalu sering jelas membuat baterai boros dan cepat panas.

Terakhir, hindari kesalahan teknis sebagai pengguna. Karena kebanyakan kasus terjadi ledakan atau ponsel terbakar disebabkan oleh kesalahan pengguna seperti mengisi daya semalaman, memakai ponsel dalam kondisi mengisi daya, membiarkan ponsel terkena tekanan seperti terhimpit, jatuh, dan lain sebagainya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR