Perubahan iklim pengaruhi arah renang ikan hiu

Ilustrasi ikan hiu
Ilustrasi ikan hiu | anas sodki /Shutterstock

Ilmuwan Australia melakukan snorkeling untuk mencari telur hiu. Kemudian, mereka menginkubasi telur-telur tersebut dalam tangki khusus yang dirancang untuk mensimulasikan suhu panas akhir abad yang diperkirakan akan berlaku jika perubahan iklim terus berlanjut.

Apa yang terjadi? Setengah dari hiu mati dalam sebulan. Lalu, setengah lainnya berenang ke arah kanan.

Tim ahli biologi dari Universitas Macquarie di Sydney mengetahui dari penelitian sebelumnya bahwa pemanasan suhu laut mengubah cara ikan tumbuh dan berkembang.

Para peneliti ingin mengetahui apakah perubahan ini juga akan memengaruhi perilaku ikan. Pada dasarnya, peneliti ingin mengetahui apakah pemanasan global membuat perbedaan arah renang hiu?

Hiu seperti kita tahu, tidak memiliki tangan, mereka memiliki sirip yang secara genetik tak jauh dari lengan manusia.

Jadi, ketika para ilmuwan berbicara tentang "tangan kanan atau kiri” dari hiu dan makhluk laut lainnya, mereka berbicara tentang lateralisasi.

Maksud lateralisasi adalah kecenderungan setengah otak hewan dan makhluk laut untuk secara otomatis mengendalikan perilaku tertentu.

Pada ikan, lateralisasi dapat berarti preferensi standar untuk berenang dengan cara tertentu yang dapat membantu ikan mencari makanan.

"Karena lateralisasi perilaku adalah ekspresi dari fungsi otak, itu dapat digunakan sebagai barometer perkembangan dan fungsi otak normal dalam beberapa konteks dalam kondisi perubahan iklim," tulis para peneliti dalam sebuah penelitian yang diterbitkan musim panas ini di jurnal Symmetry.

Para peneliti, untuk mempelajarinya, mengumpulkan sejumlah telur hiu Port Jackson dari perairan lepas Australia timur.

Mereka menginkubasi 12 telur dalam tangki yang dipanaskan hingga suhu sekitar 70 derajat Fahrenheit atau 20,6 derajat Celcius.

Lalu, 12 lainnya dalam tangki yang secara bertahap dipanaskan hingga 74,5 derajat Fahrenheit atau 23,6 derajat Celcius.

Kondisi yang demikian untuk mensimulasikan dan meramalkan suhu laut akhir abad.

Lima hiu yang diinkubasi dalam suhu tinggi mati dalam waktu satu bulan setelah menetas. Untuk menguji apakah hiu yang tersisa telah mengembangkan lateralisasi, tim menempatkan masing-masing hewan dalam tangki panjang dengan partisi berbentuk Y di satu ujung.

Kemudian, di belakang partisi itu ada hadiah makanan. Jadi, hiu hanya harus memilih apakah akan berenang ke sisi kanan atau kiri Y untuk mencapai makanan kecil mereka.

Para penulis menemukan bahwa hiu yang diinkubasi dalam suhu tinggi menunjukkan preferensi yang kuat untuk berbelok ke kanan. Hiu dalam kelompok kontrol tidak menunjukkan preferensi dengan cara apa pun.

Bagi para peneliti, pergerakan hiu ke arah kanan yang tiba-tiba ini merupakan indikasi bahwa hiu yang tumbuh di dalam tangki yang lebih panas mungkin telah mengembangkan otak lateralisasi sebagai jalan pintas.

Cara tersebut akan membantu mereka mengimbangi rintangan perkembangan lain yang ditimbulkan oleh lingkungan sekitar.

"Peningkatan suhu secara signifikan meningkatkan laju perkembangan dan metabolisme, dengan risiko terkait dalam hal alokasi energi untuk pertumbuhan dan proses fisiologis," catat para peneliti.

"Oleh karena itu, lateralisasi yang lebih kuat dapat muncul sebagai mekanisme hemat energi,” pungkasnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR