KEANEKARAGAMAN HAYATI

Pohon indah asli Indonesia secantik Tabebuya

Randu Alas (Bombax ceiba).
Randu Alas (Bombax ceiba). | Cre8 design /Shutterstock

Tabebuya yang mirip sakura berhasil menyihir pemandangan Kota Surabaya dengan pesonanya. Tanaman yang mudah dirawat itu bukan asli Indonesia, melainkan dari Brasil.

Lantas, adakah pohon indah asli Indonesia secantik Tabebuya?

Dilansir Kompas, Destario Metusala, ahli taksonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang akrab disapa Rio, mengungkapkan ada setidaknya enam pohon jenis lokal dengan sebaran alami di Indonesia yang tak kalah cantik dari Tabebuya.

Bahkan papar Rio, selain berbunga semarak dan berpotensi sebagai penghias kota, keenam pohon itu juga memiliki sifat layaknya Tabebuya semisal adaptif, minim perawatan, dan punya sistem perakaran yang bersahabat.

Tiga yang pertama yaitu Pohon mata lembu (Firmiana malayana) yang memiliki bunga berwarna jingga dan bisa ditemukan di Sumatra, Borneo, serta Jawa.

Lalu ada pula Randu Alas (Bombax ceiba) dengan bunga berwarna merah atau jingga. Tanaman yang sempat tumbuh di reruntuhan Candi Pawon ini dianggap suci oleh umat Hindu dan sering ditanam di dekat bangunan.

Ketiga, pohon Dadap wangi (Erythrina euodiphylla). Tanaman yang memiliki bunga berwarna jingga kemerahan ini sering dijadikan pagar hidup dan merupakan tanaman endemik Jawa Timur dan Bali.

Selain itu masih ada tiga pohon lainnya. Mari menyelisik lebih jauh.

Bungur (Lagerstroemia speciosa)

Laman Biodiversity Warriors menulis, bungur menyebar di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur.

Bungur memiliki banyak nama lokal. Di Jawa ia dikenal dengan nama ketangi, laban, dan wungu. Sementara di Madura dikenal dengan nama bhungor atau wungur, dan daerah lain seperti Palembang dan Lampung menyebutnya bungur kuwal, bungur bener atau bungur tekuyung.

Bungur berbunga sepanjang tahun dan mekar secara serentak di musim kemarau. Bila mekar, tanaman yang memiliki bunga berwarna keunguan atau merah jambu ini sangat cantik.

Rata-rata tinggi pohon ini antara 25-30 meter, bercabang-cabang, dengan batang kecokelatan dan perbungaan berupa malai.

Bungur banyak tumbuh liar di tepian sungai, tebing-tebing dan tepi hutan. Kebanyakan bungur ditemukan di hutan jati. Namun,kecantikannya membuat pohon ini dimanfaatkan orang sebagai penghias pekarangan atau pohon peneduh jalan,

Bungur biasa tumbuh pada berbagai jenis tanah kecuali tanah gambut. Bungur dapat hidup di tanah basah atau tanah yang kadang-kadang digenangi air, pun dapat tumbuh di tanah gersang, serta padang alang-alang dengan tanah liat maupun tanah liat berpasir.

Situs Ilmu Budidaya menyebutkan bahwa bungur bisa diperbanyak melalui biji ataupun pencangkokan. Perawatannya pun relatif mudah karena bungur hanya perlu mendapatkan sinar matahari yang cukup dan bisa bertahan dalam kekeringan.

Satu lagi yang tak kalah penting, bungur terkenal khasiatnya sebagai tanaman obat.

Di tiap bagian tumbuhan bungur diketahui mengandung senyawa obat seperti saponin, flavonoid, dan tanin. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa daun bungur yang mengandung asam karosolik dan ellagitanins mampu menurunkan kadar glukosa dalam darah.

Selain antidiabetes, air rebusan daun bungur juga sering dipakai mengobati kencing batu dan tekanan darah tinggi. Bahkan Biji bungur digunakan untuk pengobatan tekanan darah tinggi. Sementara kulit kayunya digunakan untuk pengobatan diare, disentri, dan kencing darah.

Bunga api papua (Mucuna novo-guineensis)

Bunga api papua atau bunga api irian sering disebut juga bunga kuku macan atau anggrek irian. Tanaman ini juga dijuluki bunga lidah api atau flame of Irian karena asli berasal dari Papua dan memiliki bentuk serta warna yang unik serupa lidah api.

Sebagai gambaran, bunga-bunganya tumbuh bergerombol memenuhi ranting pohon dengan posisi menjuntai. Lalu, ujung bunganya tumbuh meruncing ke arah atas, dan paling khas, bagian bunganya berwarna jingga menyala bagaikan kobaran api.

Menariknya lagi, jenis tanaman rambat yang kesohor di luar negeri sebagai pohon jambul New Guinea atau pohon Jade Merah ini juga punya sejumlah manfaat sehat seperti mengobati penyakit kulit hingga saluran kemih, meski penggunaannya harus sangat hati-hati.

Sayang, bunga cantik ini tergolong langka dan terancam punah karena banyaknya penebangan di wilayah asalnya. Namun, kita masih bisa melihat bunga yang selalu mekar secara serentak itu di Kebun Raya Bogor.

Soga (Peltophorum pterocarpum).
Soga (Peltophorum pterocarpum). | Roroto12p /Shutterstock

Soga (Peltophorum pterocarpum)

Soga tumbuh di Indonesia dan beberapa wilayah Asia lainnya. Menurut laporan Setyawan Agung Danarto untuk LIPI, soga merupakan jenis tanaman polong-polongan yang berpotensi sebagai tanaman hias. Pohon yang sering disebut sebagai golden flower ini memiliki bunga rimbun berwarna kuning menyala.

Selain tanaman hias, soga juga bermanfaat sebagai penghasil tanin, tanaman obat, tanaman pelindung perkebunan dan tanaman untuk penghijauan kota, juga makanan ternak. Kulit batangnya yang mengandung zat tanin bisa dimanfaatkan sebagai obat untuk salep mata, obat kuat, bengkak-bengkak, dan pegal-pegal,

Meski begitu, tanaman soga lebih sering digunakan untuk pewarna batik. Tanin pada buah soga kerap dijadikan pewarna alami untuk warna hitam. Sementara batang kayunya bisa menghasilkan warna alami cokelat.

Salah satu batik Indonesia yang mendunia, batik sogan, dinamakan demikian karena warnanya yang didominasi nuansa gelap memang menggunakan pewarna alami soga.

BACA JUGA