RINGKASAN SEPEKAN

Propaganda Iran dan Rusia, kamera Nikon, hingga temuan air di Bulan

Gunung Merapi
Gunung Merapi | Pixabay

Propaganda Iran dan Rusia, kamera terbaru Nikon, hingga temuan air di Bulan menjadi deretan artikel paling menarik perhatian pada kanal Sains dan Tekno Beritagar.id selama sepekan terakhir (20-25 Agustus 2018).

Jika Anda tertinggal atau belum sempat membacanya, inilah ringkasan dari lima berita paling populer sepanjang pekan lalu.

Facebook, Twitter, dan Google hapus ratusan akun Rusia dan Iran

Ilustrasi: Facebook, Twitter, dan Google
Ilustrasi: Facebook, Twitter, dan Google | Pixabay

Dalam tiga hari terakhir, tiga raksasa jejaring sosial, yakni Facebook, Twitter, dan Google mengumumkan bahwa mereka telah menghapus dan menonaktifkan ratusan akun, grup, dan halaman yang diduga terkait dengan propaganda Rusia dan Iran.

Seperti dijabarkan Marketingland, Kamis (23/8/2018); Facebook telah menghapus 652 akun, grup, dan halaman. Sedangkan Twitter menghapus 284 akun. Sementara Google telah menonaktifkan 42 saluran YouTube, 16 akun Google+, 6 narablog, dan 3 akun Gmail.

The Verge menyebutkan, kampanye pertama dilaporkan melibatkan jaringan laman Facebook dan akun dari platform lain bernama "Liberty Front Press".

Platform itu, jelas Facebook, juga terhubung dengan sekelompok laman yang menampilkan diri sebagai media. Tetapi mereka juga meretas akun-akun orang dan menyebarkan malware.

Lalu apa alasannya tiga raksasa jejaring sosial tersebut menghapus ratusan akun? Dan apa tindakan selanjutnya dari Facebook, Twitter, dan Google?

Baca selengkapnya di sini.

Nikon coba mengejar Sony lewat Z6 dan Z7

Salah satu staf Nikon sedang mendemonstrasikan kamera Nikon Z7 dengan lensa 24-70mm f/4 dalam acara peluncuran Z6 dan Z7 di Tokyo, Jepang, pada Kamis (23/8/2018).
Salah satu staf Nikon sedang mendemonstrasikan kamera Nikon Z7 dengan lensa 24-70mm f/4 dalam acara peluncuran Z6 dan Z7 di Tokyo, Jepang, pada Kamis (23/8/2018). | Kimimasa Mayama /EPA-EFE

Perusahaan kamera Nikon telah merilis dua kamera mirrorless pertamanya dengan sensor full frame. Seri Z6 dan Z7 menjadi upaya Nikon untuk mengejar ketinggalan di pasar yang selama ini dikuasai Sony dengan seri A7.

"Kami ingin menjadi nomor satu di pasar kamera mirrorless," ujar Nobuyoshi Gokyu, eksekutif bidang perencanaan produk Nikon Corporation dalam acara peluncuran Z6 dan Z7 di Tokyo, Jepang, pada Kamis (23/8).

Z6 merupakan tipe standar dengan banderol harga $1996,95 AS (Rp29,2 juta), sementara Z7 punya fitur-fitur kelas atas dengan harga dipatok pada $3396,95 (Rp49,7 juta). Keduanya merupakan harga untuk badan kamera saja (body only), tanpa lensa.

Z7 bakal tersedia di Amerika Serikat pada 27 September. Sedangkan Z6 menyusul pada November.

Banderol Z6 hanya beda beberapa dolar dengan Sony A7 III, sementara Z7 lebih mahal sekitar $400 dari flagship Sony A7R III. Pertarungan sepasang kamera mirrorless full frame ini tak hanya dari segi harga. Secara keseluruhan, fitur Z6 mirip dengan A7 III, sementara Z7 berhadapan langsung dengan A7R III.

Bagaimana dengan spesifikasi Z6 dan Z7? Apakah mampu menandingi Sony?

Baca selengkapnya di sini.

WhatsApp sedia kapasitas data tanpa batas dalam Google Drive

Logo aplikasi pesan instan Whatsapp di sebuah ponsel.
Logo aplikasi pesan instan Whatsapp di sebuah ponsel. | Haeyoung Jeon /EPA-EFE

Para pengguna WhatsApp berbasis Android bakal mendapat kapasitas data tanpa batas setelah aplikasi milik Facebook itu mengaktifkan kerja sama dengan Google. Layanan gratis yang memanfaatkan media penyimpanan Google Drive ini akan berlaku mulai 12 November 2018.

Namun, untuk menikmati kapasitas tanpa batas itu, seorang pengguna harus memutakhirkan data dalam aplikasi WhatsApp-nya--paling lambat pada 30 September 2018. Misal Anda sudah lama tidak melakukan backup data WhatsApp, sebutlah durasi minimal setahun, sebaiknya lakukan itu segera agar selaras dengan sistem Google Drive.

Bila tidak dilakukan, data berusia setahun Anda di dalam peladen (server) Whatsapp bakal hilang. Jadi; Anda akan kehilangan semua riwayat percakapan, foto, atau video.

Menurut Android Police, WhatsApp dan Google sudah mengikat hal ini sejak 2015--tapi hanya sebatas kesepakatan. WhatsApp pun belum otomatis mengirim data terenkripsi milik sekitar 1,5 miliar penggunanya ke peladen awan (cloud server) Google, melainkan ke peladen mandirinya.

Namun, kini data dalam WhatsApp akan langsung masuk ke Google Drive masing-masing pengguna.

Lalu bagaimana cara memutakhirkan data WhatsApp sebelum batas waktu yang telah ditentukan?

Baca selengkapnya di sini.

Mengenal kubah lava yang muncul di Gunung Merapi

Kubah lava Gunung Merapi.
Kubah lava Gunung Merapi. | gagarych /Shuttestock

Beberapa hari lalu, aktivitas Gunung Merapi di Yogyakarta memasuki fase erupsi magmatik. Hal ini ditandai dengan munculnya kubah lava baru di puncak sehingga menjadi kubah lava pertama sejak letusan pada 2010.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, mengatakan bahwa berdasarkan data pengamatan aktivitas Gunung Merapi, pada tanggal 1 Agustus 2018, telah terjadi guguran.

"Guguran skala sedang dan terdengar dari Pos Babadan," ujar Hanik dikutip oleh Kompas.com (18/8).

Lalu, pada tanggal 11 Agustus 2018 telah terjadi gempa embusan besar di Gunung Merapi.

Hanik menyebutkan, setelah dua aktivitas tersebut, petugas BPPTKG Yogyakarta melakukan survei di puncak Gunung Merapi.

"Dari hasil foto survei drone menunjukkan adanya material baru yang muncul. Posisinya di tengah rekahan kubah lava paska tahun 2010," ungkapnya.

Petugas BPPTKG Yogyakarta mengecek langsung kondisi puncak Gunung Merapi dan memastikan munculnya kubah lava baru. "Tanggal 18 Agustus 2018 dilakukan pengecekan langsung dan dipastikan bahwa terdapat kubah lava baru," terangnya.

Seperti apa kubah lava baru tersebut?

Baca selengkapnya di sini.

NASA sebut ada air di Bulan

Penyebaran air di kutub Selatan dan Utara Bulan.
Penyebaran air di kutub Selatan dan Utara Bulan. | NASA

Para ilmuwan NASA telah memastikan bahwa ada endapan air beku di Bulan dengan menggunakan data dari pesawat ruang angkasa Chandrayaan-1 yang diluncurkan oleh India 10 tahun lalu.

Firstpost, Rabu (22/8/2018), melansir es itu ditemukan di kutub Selatan dan Utara Bulan. Di sana suhu mencapai minus 157 derajat Celsius dengan kemiringan kecil di sumbu Bulan karena hanya menerima sedikit sinar matahari.

"Ini adalah pertama kalinya para ilmuwan memiliki bukti definitif tentang keberadaan es di permukaan Bulan" ujar peneliti Shuai Li dari Institut Geofisika dan Planetologi Hawaii, Amerika Serikat (AS).

Para ilmuwan menggunakan data yang dikumpulkan oleh Moon Mineralogy Mapper (M3) hasil pengembangan NASA. M3 adalah instrumen yang dirancang untuk mengonfirmasi tiga teori lama tentang keberadaan air di Bulan dan diluncurkan bersamaan Chandrayaan-1 oleh Indian Space Research Organization pada 2008.

Hasilnya seperti apa?

Baca selengkapnya di sini.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR