Qualcomm 205 bawa 4G-LTE ke ponsel fitur

Ilustrasi cip Qualcomm
Ilustrasi cip Qualcomm
© Qualcomm

Ponsel fitur tidak bisa dibilang telah mati. Meski penguasaan ponsel pintar makin luas, namun masih ada peminat ponsel fitur khususnya di Tanah Air. Hal ini terbukti dari masih dijualnya ponsel fitur oleh vendor besar, sebut saja Nokia, terlepas dari euforia nostalgia.

Menurut hasil survei lembaga riset Pew Research Center untuk tahun 2015 yang melibatkan 40 negara, di Indonesia kepemilikan ponsel pintar baru mencapai 21 persen, jauh lebih sedikit dibandingkan ponsel fitur sebesar 56 persen.

Jumlah kepemilikan ponsel fitur di Indonesia itu masih lebih kecil dari India. Sekitar 61 persen warga India yang disurvei masih menggunakan ponsel fitur. Selain itu ponsel fitur yang diedarkan umumnya hanya mendukung jaringan 2G saja.

Setelah mengumumkan penggantian julukan, pada acara peluncuran di New Delhi, India, Qualcomm memperkenalkan Platform Mobile Qualcomm 205. Produk baru ini dirancang untuk menghadirkan konektivitas 4G-LTE ke kelas ponsel fitur.

Platform Mobile Qualcomm 205 merupakan sebuah system on chip (SoC) gabungan dari fungsionalitas baseband, ditambah komponen perangkat keras termasuk RF front end, Wi-Fi terpisah, manajemen daya, audio codec, speaker amplifier, dan perangkat lunak.

Qualcomm 205 mendukung jaringan 4G-LTE kelas 4. Artinya di atas kertas ponsel yang menggunakan dapat berselancar hingga kecepatan unduh maksimal 150Mbps, dan unggah hingga 50Mbps.

Platform ini dirancang untuk perusahaan ponsel yang melayani konsumen dengan akses terbatas ke ponsel kelas atas, harga jual terjangkau, namun tetap dapat diandalkan. Umumnya kondisi pasar seperti ini ditemukan di negara-negara berkembang seperti di India, Amerika Latin, dan regional Asia Tenggara.

"Qualcomm Technologies berkomitmen untuk membantu migrasi pengguna dan jaringan dari 2G, 2.5G, dan 3G ke 4G," kata Kedar Kondap, wakil presiden, manajemen produk, Qualcomm Technologies, Inc dikutip dari rilis pers resmi perusahaan itu yang diterima Beritagar.id, Senin (20/3).

"Ponsel fitur adalah kebutuhan utama di banyak negara berkembang dan Platform Mobile Qualcomm 205 memungkinkan kita untuk membawa konektivitas dan layanan 4G kepada masyarakat melalui perangkat yang jangkauan harganya tidak pernah diperhitungkan sebelumnya."

Kebolehan lain Qualcomm 205 adalah dukungan layanan data LTE mutakhir, seperti Voice over LTE (VoLTE) dan Voice over Wi-Fi (VoWi-Fi).

Fitur-fitur lain SoC Qualcomm 205 meliputi:

  • Dukungan untuk jaringan 4G, 3G dan 2G;
  • Dukungan untuk 802.11 b/g/n, Bluetooth 4.1, ANT+, radio FM;
  • CPU Dual Core 1,1GHz;
  • GPU Qualcomm Adreno;
  • Kamera belakang 3 MP, kamera depan 0,3 MP
  • Layar VGA 480p 60fps;
  • Streaming video HD;
  • Dukungan untuk OS Linux;
  • Dukungan untuk dual SIM;
  • Pin-compatible dengan Qualcomm Snapdragon 210/212

Saat ini Platform Mobile Qualcomm 205 telah tersedia, dengan gawai yang menggunakannya diperkirakan akan rilis pada kuartal kedua 2017.

Perkuat kehadiran ponsel 4G murah di Indonesia

Salah satu dorongan pemerintah di bidang seluler adalah untuk meningkatkan penggunaan pengguna jaringan 4G. Selain itu pemerintah juga ingin agar ponsel 4G memiliki rentang harga rendah sehingga kecepatan tinggi jaringan seluler dapat juga dinikmati oleh kelas bawah.

Dilansir dari Kompas.com (28/2), Qualcomm sebelumnya telah mengemukakan akan merilis ponsel fitur 4G ber-SoC Qualcomm seri 200 dengan harga jual serendah Rp500 ribu.

Meski berbasiskan Android, namun ponsel tersebut tidak bisa digolongkan ponsel pintar karena hanya dapat menggunakan aplikasi yang sudah ditanamkan. Beberapa aplikasi yang digunakannya adalah BBM, WhatsApp, dan Facebook.

"Google Play akan dikunci. Pengguna juga tidak bisa update lebih dari Android Lolipop karena versi yang lebih baru menghabiskan lebih banyak memori," kata Shannedy Ong, Country Director Qualcomm Indonesia.

Tujuan dari rencana ini tidak lain untuk memberi solusi bagi pengguna yang belum siap dengan ponsel pintar namun ingin menikmati kecepatan dan kecanggihan jaringan 4G.

Menurut Shannedy, produk final dari gawai tersebut bakal dibekali cip Snapdragon seri 200 buatan Qualcomm. Spesifikasi layarnya berada di rentang 2,4 hingga 2,8 inci. Karena fokus ke jaringan 4G, maka tidak akan dibenamkan konektivitas Wi-Fi dalam ponsel berkode IQ100 tersebut.

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.