Rudiantara tantang Google perluas program Gapura Digital

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (kanan) dan Managing Director Google Indonesia Tony Keusgen (kedua dari kanan) tengah mendengarkan penjelasan Willyhono, pemilik Toserda, mengenai manfaat go digital dalam memasarkan bisnis UKM.
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (kanan) dan Managing Director Google Indonesia Tony Keusgen (kedua dari kanan) tengah mendengarkan penjelasan Willyhono, pemilik Toserda, mengenai manfaat go digital dalam memasarkan bisnis UKM. | Google Indonesia

Pemerintah menantang Google untuk memperluas jangkauan program Gapura Digital ke kawasan terpencil di Indonesia, tidak hanya 10 kota seperti yang dicanangkan. Demikian disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat pembukaan Gapura Digital 2017 di Jakarta, Senin (15/5/2017).

Gapura Digital adalah sebuah program pelatihan gratis bagi para pemilik usaha kecil dan menengah (UKM) untuk membantu mereka memperkenalkan dan menjual produk-produk mereka di internet. Program tersebut telah berjalan sejak 2014 dan hingga saat ini telah menjangkau 7.000 UKM di enam kota di Indonesia.

Untuk tahun 2017, Google menyelenggarakan Gapura Digital di 10 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Malang, Yogyakarta, Denpasar, Makassar, Pontianak, dan Medan.

Rudiantara ingin ketika Palapa Ring Paket Barat selesai pada akhir tahun ini atau, paling lambat, pada kuartal pertama 2018, cakupan Gapura Digital bisa diperluas merambah ke daerah-daerah terpencil di Indonesia.

Palapa Ring, yang dimulai pada 2016, adalah proyek untuk menghubungkan 514 kabupaten/kotamadya di seluruh Indonesia dengan jaringan internet berkecepatan tinggi.

"Kalau kita berhasil Desember, Saya ingin menantang Google untuk menyelenggarakan Gapura Digital ini di daerah Natuna atau Anambas. Jadi, betul-betul produk di sana bisa dijual (ke daerah lain, red.)," tegas Rudiantara.

Ia juga menambahkan seharusnya Google memperluas jangkauan Gapura Digital dari UKM menjadi UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah).

"Pemerintah memang sedang fokus bagaimana mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah ini. Mereka harusnya menjadi bagian dari perkembangan ekonomi, khususnya ekonomi digital," tandas menteri yang akrab disapa Chief RA tersebut.

Promosi digital di Indonesia, menurut riset Deloitte Access Economics, bisa meningkatkan pendapatan para pemilik usaha hingga 80 persen dari sebelumnya dan meningkatkan kesempatan kerja satu setengah kali lebih baik.

Deloitte juga menemukan bahwa UKM yang memanfaatkan teknologi digital lebih mampu bersaing secara internasional. UKM yang memiliki kemampuan daring dasar, menurut riset mereka, lebih dari 6 persen pendapatan mereka berasal dari konsumen mancanegara.

Oleh karena itu, kehadiran sebuah usaha dalam jaringan internet sangat penting guna membuka interaksi yang lebih luas dengan pelanggan maupun pelaku usaha lainnya.

Peluang itulah yang membuat Google berinisiatif untuk membantu UKM di Indonesia lebih memahami internet dan keuntungan yang bisa didapat darinya. Apalagi saat ini, menurut data Google, lebih dari 100 juta warga Indonesia telah menggunakan internet untuk mencari berbagai informasi, termasuk soal produk-produk terbaru.

"Google berkomitmen dalam membantu UKM untuk membawa usaha mereka ke ranah digital dan membantu Indonesia untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara," kata Tony Keusgen, Managing Director Google Indonesia, saat memperkenalkan Gapura Digital.

Target Google, lanjut Keusgen, adalah membantu hingga 100.000 UKM di Indonesia untuk mengembangkan bisnis mereka melalui jaringan internet pada 2020. Tentu saja hal itu akan terpenuhi jika infrastruktur internet sudah menjangkau seluruh Nusantara.

Pelatihan Gapura Digital diberikan secara gratis dan para pemilik usaha bisa mendaftar untuk mengikutinya melalui laman g.co/gapuradigital.

Dalam pelatihan tersebut akan diberikan berbagai tip dan trik untuk memanfaatkan internet dalam memasarkan bisnis mereka, dengan materi-materi seperti:

  • Petunjuk memasarkan bisnis di YouTube,
  • Tip terkait SEO (search engine optimization) dan SEM (search engine marketing),
  • Petunjuk penggunaan produk-produk dari Google

Situs gratis dari Google Bisnisku

Veronica Utami, Head of SMB Marketing Google Indonesia, menjelaskan cara membuat situs web bagi para UKM di Google Bisnisku.
Veronica Utami, Head of SMB Marketing Google Indonesia, menjelaskan cara membuat situs web bagi para UKM di Google Bisnisku. | Sandy Pramuji /Beritagar.id

Pada kesempatan itu, Google juga memperkenalkan program pembuatan situs gratis untuk para UKM yang telah terdaftar dalam Google Bisnisku.

Veronica Utami, Head of SMB Marketing Google Indonesia, menyatakan bahwa Indonesia menjadi negara pertama di mana Google menyediakan situs gratis tersebut untuk para UKM.

Google Bisnisku adalah tempat UKM memaparkan dan mempromosikan bisnis mereka. Fitur ini sudah ada sejak sekitar dua tahun lalu dan saat ini telah lebih dari 700.000 UKM di Indonesia yang masuk dalam daftar (listing).

Dengan terdaftar pada Google Bisnisku, menurut Veronica, UKM tersebut memiliki kemungkinan 5x lebih besar untuk diklik dan kemungkinan orang belanja produk mereka meningkat 38 persen.

"Ketika kami buka ini dua tahun lalu, niat kami cuma satu: bagaimana membantu UKM-UKM itu untuk berjualan secara mudah," jelasnya.

Kini, dengan tambahan fitur website gratis tersebut, Google Indonesia berharap UKM akan semakin terbantu dalam mempromosikan usaha mereka dan mendapat tambahan pelanggan.

Karena para pemilik UKM bakal kesulitan untuk merancang situs web mereka sendiri, Google menyediakan cara yang mudah untuk mengembangkan situs melalui Google Bisnisku.

Mereka cukup mengisi data yang diminta dalam daftar, mengeditnya bila perlu, lalu mempublikasikannya. "Waktu pembuatannya benar-benar cuma 10 menit," jamin Veronica.

Alamat situs web UKM itu nantinya berformat (nama UKM).business.site.

Contoh situs web yang dibuat melalui Google Bisnisku dari UKM Kofluck.
Contoh situs web yang dibuat melalui Google Bisnisku dari UKM Kofluck. | Sandy Pramuji /Beritagar.id

Situs web tersebut juga mobile ready sehingga lebih mudah dibaca oleh para calon pembeli. Tampilan mobile menjadi sangat penting untuk para pebisnis karena, menurut data Google, 7 dari 10 orang di Indonesia mengakses internet melalui ponsel pintar.

Memiliki situs web akan membuka peluang lebih besar bagi UKM itu untuk berjualan. Veronica lalu memberi contoh sebuah kedai kopi dari Bandung bernama Kofluck, yang menerima pesanan hingga 20 ton biji kopi dari Singapura hanya sepekan setelah mereka membuat situs web di Google Bisnisku.

Veronica juga menyatakan Google berkomitmen untuk terus mengembangkan situs tersebut dan fitur-fitur di dalamnya sesuai dengan kebutuhan para UKM.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR