FENOMENA ALAM

Sakura mekar lebih awal di Jepang

Sakura
Sakura | Makistock /Shutterstock

Biasanya bunga Sakura mekar pada musim semi di Jepang. Namun, kini sakura tiba-tiba muncul pada musim gugur.

Weather News yang berbasis di Jepang melaporkan, sakura telah bermekaran enam bulan lebih cepat di seluruh negeri matahari terbit ini. Menurut keterangan, ada 354 pohon sakura yang sudah berbunga dari Kyushu hingga Hokkaido.

Hal yang menyebabkan sakura mekar lebih cepat ialah cuaca ekstrem dan angin topan, termasuk badai Jebi, topan terkuat pada awal September. Badai yang menghantam Jepang berdampak pada pengupasan daun dan menutupinya dengan air garam. Udara setelah badai pun menjadi hangat kemudian dingin.

Cuaca seperti itu tampaknya membuat beberapa pohon sakura kebingungan. Alhasil mereka berbunga di luar jadwal.

Hiroyuki Wada, ahli pohon, mengatakan hal serupa. Pelaku fenomena munculnya sakura lebih cepat ini adalah cuaca ekstrem yang melanda sepanjang musim panas.

"Badai tahun ini memengaruhi wilayah yang luas, dan angin kencang mungkin telah menyebabkan sakura mekar," kata Wada.

Wada menjelaskan, varietas pohon sakura yang populer, cherry yoshino, biasanya tidak mekar sebelum musim semi. Sebab hormon yang dikeluarkan daun pohon menghentikan tunas berkembang.

Namun, karena tahun ini terjadi topan kuat yang membawa angin kencang dan paparan garam menyebabkan bunga layu. Pada akhirnya, ini mendorong tunas untuk mekar dan terjadilah kemunculan sakura sebelum musim semi.

Hal ini mungkin mengubah jadwal mekarnya sakura tahun depan. Pasalnya, beberapa pohon yang telah mekar mungkin tidak akan mekar lagi. Namun, kemungkinan ini tidak berdampak besar pada musim sakura berikutnya.

Organisasi Pariwisata Nasional Jepang, yang secara konsisten memperbarui daftar prediksi mekarnya sakura belum merilis data untuk 2019.

Orang-orang yang ingin melihat sakura biasanya datang pada musim semi di bulan April. Suasana di Jepang terasa berbeda pada waktu sakura bermekaran. Jalanan ramai, orang-orang piknik di bawah pohon sakura, dan turis dari berbagai negara memenuhi jalanan untuk menikmati pemandangan sakura.

Kegiatan melihat bunga sakura disebut hanami, ini sering melibatkan pesta dan piknik untuk menikmati bunga sakura sambil makan dan minum. Di Jepang, orang biasa mengadakan pesta hanami dengan teman-teman, keluarga atau rekan kerja di bawah pohon sakura.

Saat sakura mekar, suasana Jepang terlihat lebih ceria. Momen berbahagia bagi banyak orang.

Bagi yang berminat ke Jepang melihat sakura, pastikan Anda tidak menyentuh atau memetik sakura, cukup memandanginya saja. Sebab, bunga sakura sering bertahan tidak lebih dari dua minggu. Bunga ini juga jadi simbol bahwa kecantikan tidaklah kekal.

Sakura sering ditampilkan dalam karya atau seni dan bahkan tato untuk menggambarkan konsep Jepang mono no aware, kesadaran bahwa tidak ada yang abadi.

Hanami bisa jadi pengalaman yang tak terlupakan di Jepang. Untuk itu, Anda juga bisa mempersiapkan hanami sendiri.

Anda butuh beberapa persiapan untuk mengadakan hanami, misalnya kain untuk alas duduk atau tikar piknik, Anda juga bisa membawa kursi lipat, alat makan, dan tentunya membawa makanan dan minuman.

Saat sakura mekar, berbagai restoran di Jepang juga menyediakan bento hanami yang dihias sedemikian rupa menyerupai bunga sakura. Ini bisa jadi pilihan praktis untuk makanan saat pesta hanami. Usai berpesta, jangan tinggalkan sampah Anda.

Sebelumnya, pastikan Anda telah mengetahui di mana lokasi pesta akan berlangsung. Sebab, seluruh area dengan pohon sakura biasanya telah ramai. Banyak orang rela datang lebih awal, misalnya pagi hari atau sehari sebelumnya untuk mendapatkan tempat yang paling cantik.

Karena orang-orang sibuk berpesta, orang-orang yang lebih tua di Jepang biasanya memilih pergi ke taman plum untuk melihat bunga plum karena area ini tidak seramai tempat-tempat berpohon sakura.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR