INDUSTRI PONSEL

Samsung klaim tetap menangi pasar ponsel Indonesia

Pengunjung pameran ponsel Indocomtech 2018 di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Rabu (31/10/2018).  Samsung mengklaim masih menjadi penguasa pasar ponsel di Indonesia.
Pengunjung pameran ponsel Indocomtech 2018 di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Rabu (31/10/2018). Samsung mengklaim masih menjadi penguasa pasar ponsel di Indonesia. | Muhammad Iqbal /Antara Foto

Samsung mengklaim tetap memenangkan pasar ponsel di Indonesia. Dalam paparannya saat peluncuran Galaxy Note 10 di Jakarta, Rabu (21/8/2019), mereka menyatakan menguasai pasar ponsel sampai 50 persen hingga Juni 2019.

Hal ini berbeda dengan data Canalyst yang dirilis Senin (12/8/2019). Firma riset, pemasaran, dan analitik bidang teknologi dan ponsel yang bermarkas di Singapura itu menempatkan Oppo yang menjadi penguasa pasar ponsel Indonesia.

Pada kuartal kedua 2019, angka pengapalan ponsel di Indonesia secara total mencapai 11,4 juta unit, tumbuh 8,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy). Oppo, jenama Tiongkok tersebut merebut 26 persen market share dan menggusur Samsung yang hanya menguasai 24 persen kue pasar.

Danny Galant, IT & Mobile Product Marketing Head, Samsung Electronic Indonesia menyatakan, mereka menggunakan parameter yang berbeda dengan yang dipakai Canalyst. Menurut Danny, mereka menggunakan data dari firma Growth for Knowledge (GfK) dari Jerman dalam menghitung porsi pasar ini.

"Memang ada berbagai sumber dan metode yang dipakai dalam riset pasar. Kami memakai benchmark yang sudah biasa dipakai," kata dia.

Menurut Danny, GfK memakai ukuran jumlah pembelian ponsel oleh konsumen di toko dalam menentukan persaingan pasar. Sedangkan Canalyst, mengukur dengan jumlah pengapalan ponsel. "Yang penting adalah bagaimana menjadi yang terbaik dalam memenuhi kebutuhan konsumen ," kata Danny.

Bahkan Danny mengklaim, mereka masih menjadi merek yang menguasai 66 persen di segmen ponsel premium. Ponsel kelas ini dikategorikan sebagai ponsel dengan harga lebih dari US$600 atau setara Rp9 juta ke atas.

Namun Danny tak menyebutkan berapa unit penjualan ponsel mereka dari segmen bawah hingga segmen premium.

Di level global, Samsung justru makin menanjak dan merajai pengapalan ponsel dunia. Menurut International Data Corporation (IDC) pada kuartal 1 2019, ada 312,9 juta ponsel dikirimkan. Dari kue pasar sebesar itu, menurut IDC, Samsung menguasai 23 persen. Kuartal itu, pertama kalinya Samsung menjadi nomor 1 di pasar global. Sebelumnya, kumpulan merek-merek kecil yang menjadi penguasanya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR