TELEKOMUNIKASI

Satelit Merah Putih siap beroperasi penuh bulan depan

Satelit Merah Putih
Satelit Merah Putih | Tangkapan layar /SpaceX/YouTube

Pada Selasa (7/8/2018) pukul 12.18 WIB, Satelit Merah Putih atau Telkom 4 milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) sukses diluncurkan ke luar angkasa dari lokasi peluncuran di Cape Canaveral Air Force Station, Florida, Amerika Serikat (AS).

Satelit Merah Putih yang dibuat oleh perusahaan Space Systems Loral (SSL) meluncur dengan roket Falcon 9 Block 5 milik SpaceX. Selain Telkom, SSL juga membuat satelit untuk PT Pasifik Satelit Nusantara dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Pada ketinggian 500 kilometer, Satelit Merah Putih dilepaskan dari roket yang membawanya dengan kecepatan 33.920 kilometer per jam dan akan beroperasi di posisi orbit 108 derajat Bujur Timur. Ia akan menggantikan Telkom-1 yang sudah mengorbit selama 18 tahun sejak diluncurkan pada 1999.

Satelit Merah Putih akan digunakan sebagai satelit komunikasi yang memperkuat operasi Satelit Telkom 2 dan Telkom 3S. Alex J Sinaga, Direktur Utama Telkom, mengatakan kepada Tirto.id bahwa peluncuran Merah Putih adalah demi menopang ekspansi global Telkom yang akan menjadi "Global Digital Hub".

Dalam siaran persnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno berharap Merah Putih bisa menopang kemajuan industri nasional, mendukung konektivitas bangsa Indonesia, serta mempermudah dan memperluas akses komunikasi bagi seluruh rakyat Indonesia.

"10 tahun lalu Telkom hanya melayani telepon dan sms, tapi sekarang berubah. Telkom pun berubah jadi perusahaan telko digital. Kami harus meningkatkan kemampuan kita, layanan personal, layanan korporasi, dan juga melakukan pengembangan usaha," ucap Alex.

Merah Putih Mission /SpaceX

Satelit berbobot 5.800 kilogram dan tinggi 70 meter tersebut membawa 60 transponder aktif. Ke-60 transponder ini terdiri dari 24 transponder C-Band dan 12 transponder Extended C-Band yang akan melayani wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan 24 transponder C-Band yang akan menjangkau kawasan Asia Selatan.

"Satelit Merah Putih punya kapasitas yang lebih besar dari satelit yang sebelumnya, kini membawa 60 transponder yang menjangkau wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan," ujar Manajer Proyek Satelit Merah Putih Ricky Kusnandar dikutip CNNIndonesia.com (7/8).

Transponder C-Band bisa menjangkau kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan karena menggunakan teknologi dual-band. "Kita juga menggunakan dual band. Ini yang berbeda dengan satelit sebelumnya. Frekuensi yang sama kita gunakan pada coverage yang berbeda. Satu coverage di Asia Tenggara satu coverage di Asia Selatan," ujarnya.

Dibandingkan Telkom 3S yang hanya mencakup seluruh wilayah Indonesia, Asia Tenggara, dan sebagian Asia Timur; perusahaan pelat merah itu menyebut satelit yang baru diluncurkannya bisa menyediakan jaringan komunikasi ke India, Pakistan, Bangladesh, Maladewa, Nepal, Sri Lanka, dan Bhutan.

"Satelit ini tidak hanya akan memancarkan sinyal ke Indonesia, tetapi juga ke kawasan Asia Selatan. Ini artinya, BUMN makin kencang go-international membawa nama Indonesia," kata Rini.

Merah Putih adalah satelit ke-10 yang dioperasikan Telkom sepanjang sejarah perusahaan itu. Sebelumnya ada Palapa A1 (1976), Palapa A2 (1977), Palapa B1 (1983), Palapa B2P (1987), Palapa B2R (1990), Palapa B4 (1992), Telkom 1 (1999), Telkom 2 (2005), dan Telkom 3S (2017).

Namun di balik peluncuran satelit terbaru Indonesia ini, terbersit pertanyaan kapan Indonesia memiliki kemampuan untuk bisa meluncurkan sendiri satelit dari Tanah Air.

Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, hal tersebut baru bisa dilakukan sekitar 25 tahun lagi.

"Dalam 25 tahun ke depan kita sudah mempunyai kemampuan minimal satelit-satelit kecil, untuk bisa diluncurkan dengan roket sendiri," ujarnya kepada Beritagar.id melalui WhatsApp.

"Indonesia juga sedang merancang bandara antariksa tempat peluncuran roket-roket di Indonesia Timur, kemungkinan di Biak dan kemungkinan lainnya di Morotai."

Meluncurkan satelit sendiri akan menekan biaya. Maklum, peluncuran satelit ke antariksa membutuhkan investasi hingga ratusan juta dolar AS.

Pada 2017 lalu, peluncuran Telkom 3S memakan ongkos 215 juta dolar AS (Rp3,1 triliun). Sementara Merah Putih lebih murah, kisaran 166 juta dolar AS atau sekitar Rp2,4 triliun.

Mengapa bisa lebih murah? Faktor utamanya adalah karena kecanggihan roket besutan SpaceX. Perusahaan milik Elon Musk itu mampu membuat roket yang dapat digunakan kembali sehingga menjadi wajar jika biaya peluncuran bisa ditekan.

Selain itu, SpaceX bisa membuat roket yang canggih tersebut dengan harga yang, menurut Quartz, 50 juta dolar lebih murah dibandingkan para pesaingnya di AS dan Eropa.

Sejak memulai layanan komersial pada 2013, SpaceX telah meluncurkan satelit untuk perusahaan Thailand, Turki, Bulgaria, Taiwan, Spanyol, Korea Selatan, Luksemburg, dan Tiongkok--melalui kemitraan yang berbasis di Hong Kong.

SpaceX memperkirakan jika semuanya berjalan dengan baik, perusahaannya akan meluncurkan lebih banyak roket lagi pada 2018. Ada 24 misi yang mereka jadwalkan pada tahun ini

Misi peluncuran roket per tahunnya
Misi peluncuran roket per tahunnya | ATLAS

Tahun lalu, Tiongkok meluncurkan 18 roket--jumlah yang sama dengan SpaceX, sementara Rusia 20 roket. Pada 2018 hingga Agustus ini, Tiongkok telah meluncurkan 22 roket dan Rusia 10 roket.

Beroperasi bulan depan

Satelit Merah Putih setidaknya membutuhkan waktu sekitar 11 hari untuk tiba di orbit 108 BT, kurang lebih pada 18 Agustus. "Kita doakan satelit bisa sampai di hari kemerdekaan atau sehari setelahnya," ujar Ricky Kusnandar pada Liputan6.com (7/8).

Setelah tiba di orbit, masih perlu dilakukan serangkaian tes untuk menguji fungsi satelit selama 25 hari.

"Kira-kira 15 September baru akan diserahkan dari manufaktur satelit (SSL) ke kami. Lalu, pada 16 September sudah bisa kita jalankan dan me-loading satelit ini," katanya lebih lanjut.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengucapkan selamat atas keberhasilan Telkom meluncurkan Satelit Merah Putih.

"Baru saja menyaksikan keberhasilan Telkom meluncurkan satelit Merah Putih. Saya atas nama pemerintah mengucapkan selamat dan apresiasi kepada satelit ini," ujar Rudiantara dalam detikcom (7/8).

Ia berharap keberhasilan tersebut akan menjadi batu loncatan bagi industri telekomunikasi di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR