APLIKASI DIGITAL

Sepi peminat, Google Allo resmi ditutup

Google Allo di perangkat Android
Google Allo di perangkat Android | Ivan /Beritagar.id

Upaya Google untuk menyaingi WhatsApp dan Facebook Messenger harus berakhir dengan kegagalan. Seperti dilansir The Verge, Selasa (12/3/2019), aplikasi perpesanan singkat keluaran 2016, Google Allo, resmi ditutup.

Keputusan Google untuk menghentikan layanan Allo sebenarnya sudah diketahui sejak tahun lalu. Pada Desember 2018, Google menjelaskan dalam blognya bahwa layanan Allo akan dihentikan pada Maret 2019.

Pada April tahun lalu, Anil Sabharwal, Head of the Communications Group Google, mengatakan kepada Livemint bahwa Allo sebagai produk andalannya tidak mencapai tingkat daya tarik yang diharapkan perusahaan.

Dibandingkan dengan Duo, yang telah diunduh lebih dari satu miliar kali dari Google Play Store, Allo hanya diunduh 10 juta pengguna Android. Melihat ketimpangan tersebut, Google akhirnya resmi mematikan Allo per 12 Maret 2019.

Meski dimatikan, Google masih memberikan tenggang waktu bagi pengguna aktif Allo untuk menyelamatkan pesan, foto, dan video yang tersimpan.

Dalam halaman bantuan Allo ditunjukkan bagaimana pengguna dapat mengunduh riwayat obrolan serta semua foto, video, dan fail di dalamnya dengan masuk ke menu pengaturan Chat. Semua pesan pengguna akan disimpan sebagai fail CSV, sementara media akan diunduh ke paket zip.

Sedangkan, untuk pengguna iOS, Google belum menawarkan instruksi khusus. Menurut Phone Arena, aplikasi ini hanya diunduh ribuan orang dari iOS App Store sehingga diduga tidak banyak pengguna yang perlu mencadangkan datanya.

Namun penutupan Allo bukan berarti selesai segalanya. Google akan memindahkan sejumlah fitur andalan Allo seperti dukungan GIF dan fitur Smart Reply ke layanan Messages, aplikasi pengiriman pesan bawaan Android.

Google seolah menegaskan bahwa Messages memiliki potensi besar untuk berkembang sehingga perlu dilengkapi oleh dua fitur Allo. Messages sudah digunakan oleh lebih dari 175 juta pengguna Android di seluruh dunia.

Aplikasi Messages pun sudah mengalami pengembangan. Mulai dari sekadar aplikasi pengiriman SMS, kini menjelma menjadi aplikasi yang memanfaatkan teknologi Rich Communication Services (RCS).

Perlu diketahui, aplikasi Google Allo pertama kali diluncurkan pada acara Google I/O 2016. Aplikasi ini muncul bersamaan dengan aplikasi video call Google Duo. Aplikasi yang disebut terakhir baru-baru ini meluncurkan fitur panggilan audio dan video untuk web pada Februari lalu.

Google Allo adalah cara Google untuk memberi platform baru kepada pengguna untuk mengobrol. Saat itu Google ingin menguasai dominasi aplikasi sejenis yang mulai ramai di pasaran.

Keunggulan Google Allo adalah kemampuan aplikasi pesan yang terintegrasi dengan Google Assistant. Misalnya jika pengguna membahas makan malam, Allo akan memberi saran dan dapat segera memesan tempat tanpa harus keluar dari aplikasi.

Namun, sesaat setelah dirilis, Google Allo sempat mendapat kritikan pedas dari mantan pegawai agen rahasia Amerika Serikat (NSA), Edward Snowden. Ia bahkan menganjurkan setiap orang agar tidak menggunakan aplikasi tersebut.

Menurut Snowden, Allo merekam semua pesan dan riwayat percakapan yang dibuat oleh pengguna dan menggunakan data tersebut untuk pengembangan Google.

Memang, salah satu fitur Google Allo adalah memungkinkan pengguna untuk bercakap-cakap dengan Google Assistant. Pesan pengguna akan disimpan dan digunakan untuk mengembangkan Google Assistant agar bisa menjawab lebih baik.

Namun akhirnya waktu yang telah membuktikan. Allo kurang mendapatkan sambutan hangat dari para pengguna ponsel di seluruh dunia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR