Speaker masa kini juga jadi asisten digital

JBL Link 300, JBL Link 20, dan JBL Everest Headphone sebagai produk yang terhubung dengan Google Assistant
JBL Link 300, JBL Link 20, dan JBL Everest Headphone sebagai produk yang terhubung dengan Google Assistant | Yoseph Edwin /Beritagar,id

Google memperluas kehadirannya di berbagai jenis gawai Internet of Things (IoT) atau gawai yang terhubung dengan internet. Kini ada asisten digital bernama Google Assistant yang tertanam di hampir semua gawai Android.

Selain itu ada banyak gawai lain yang juga memanfaatkan Google Assistant sebagai motor penggerak. Termasuk speaker Google Home.

Yang perlu dilakukan pengguna hanyalah mengatakan “OK Google” untuk dapat memulai komunikasi dengan gawai IoT Google. Setelahnya pengguna dapat menanyakan atau bahkan menyuruh asisten digital Google untuk menjawab dan melakukan beberapa tugas seperti menyalakan AC, televisi, hingga meredupkan lampu.

Perkembangan penerimaan perintah dalam teknologi ini juga semakin disempurnakan layaknya berbicara kepada asisten manusia dengan cara yang alami. Kini Google sudah mampu menerima gabungan aksi dalam sekali perintah.

Misal, "Hey Google, dim the lights in the living room and play Money Heist on Netflix" atau "Hey Google, turn on the lights downstairs and outside”.

Jika Google tidak mampu melakukannya karena satu dan lain hal, maka ia pun akan memberi balasan seperti "I can only help you with the second request." Sekaligus menandakan bahwa sampai saat ini Google Assistant belum bisa menerima lebih dari dua aksi sekaligus.

Tapi, Google memberikan jalan keluar dengan kehadiran fitur Routines. Melalui fitur ini, pengguna dapat mengatur satu perintah yang berisikan sejumlah aksi. Terdapat pilihan untuk memasukkan hingga enam aksi sekaligus dalam sebuah perintah Routines.

Jika sedang senggang ataupun bersama teman-teman, pengguna dapat menyuruh Google Assistant untuk menyediakan permainan. Google menyelipkan pilihan hingga puluhan jenis permainan berbasiskan suara dalam ekosistem asisten digital ini.

Beberapa di antaranya adalah:

  • Space Trivia yang akan menantang pemain untuk berpikir seberapa luas informasi mereka akan ruang angkasa, bintang, dan benda-benda langit lainnya. Perintahnya adalah, "Hey, Google, play Space Trivia."
  • National Geographic Bee akan menguji pengetahuan tentang tempat, wilayah, dan lokasi di seluruh dunia. Katakan, "Hey, Google, talk to National Geographic Bee."
  • Star Wars Trivia Challenge menguji seberapa baik pengetahuan akan semesta dalam film Star Wars. Cukup katakan, "Hey, Google, play Star Wars Trivia Challenge."

Tidak seperti di ponsel yang hanya dapat mendengarkan suara pemilik—dengan tahap awal pengenalan suara, Google Assistant di gawai IoT dapat mengenali suara semua orang.

Tapi di satu sisi, terkadang suara acak yang terlontarkan oleh televisi secara tidak sengaja diterima oleh Google Assistant sebagai perintah sehingga membuatnya beraksi sendiri.

Lalu untuk bisa memerintah, saat ini layanan tersebut belum mendukung Bahasa Indonesia. Juga, harus dipastikan lingkungan tidak bising.

Oleh karena itu di beberapa gawai seperti JBL Link contohnya, disediakan fitur untuk mematikan mikrofon sehingga tidak ada perintah acak yang tidak diinginkan.

Ya, kecerdasan buatan yang disediakan oleh Google ini juga tercermin lewat speaker nirkabel baru keluaran JBL.

Empat model produk yang dirilis di Tanah Air ini berasal dari jajaran Link. Lini ini tidak hanya berfokus ke musik tapi juga ke asisten digital.

Ada JBL Link 10, Link 20, Link 300, dan Link 500 yang diklaim JBL tidak hanya bisa mengeluarkan audio berkualitas, tapi juga kemampuan asisten digital yang mumpuni.

Menurut pihak JBL, produk-produk tersebut merupakan lini perdana yang membawa pengalaman dari Google.

"JBL Link tak sekadar cerdas, tetapi juga mampu mengeluarkan audio dengan suara yang khas dan berkualitas. Itulah yang membedakan produk kami dengan yang lain," ucap Mitchell Wong, Manager, Product Planning and Strategy Harman Asia Pacific dalam acara temu media di Jakarta, Kamis (27/9).

JBL Link 10 dan Link 20 hadir sebagai solusi pengeras suara yang portabel dengan 5 dan 10 jam waktu pemakaian. Keistimewaan lainnya adalah fitur tahan air bersertifikasi IPX7 sehingga tidak perlu takut untuk penggunaan di dekat air. Dua model tersebut mampu bertahan tenggelam dalam air hingga kedalaman satu meter selama 30 menit.

Sementara Link 300 dan Link 500 lebih mengarah ke penggunaan rumahan karena tercolok listrik. Kelebihannya adalah mampu menghasilkan suara lebih kuat dari dua model sebelumnya itu.

Jika memiliki beberapa unit seri Link, maka pengguna dapat dengan mudah menghubungkannya semua untuk pengalaman mendengarkan multi-ruang yang besar memanfaatkan jangkauan jaringan Wi-Fi rumah. Produk-produk terbaru ini dijual di rentang harga mulai dari 3 jutaan hingga 6 jutaan rupiah.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR