Spesies dinosaurus baru itu diberi nama "bayi naga dari Tiongkok"

Gambar rekaan artis mengenai wujud Beibeilong sinensis saat masih hidup.
Gambar rekaan artis mengenai wujud Beibeilong sinensis saat masih hidup. | Zhao Chuang

Pada 1993, beberapa fosil telur yang tak utuh dan embrio sejenis dinosaurus berusia sekitar 90 juta tahun ditemukan di Propinsi Henan, Tiongkok. Kini, setelah hampir 25 tahun, sekelompok peneliti berhasil menentukan jenis dinosaurus baru tersebut dan memberinya nama Beibeilong sinensis atau bayi naga dari Tiongkok.

Spesies dinosaurus berbulu terbaru itu diperkirakan berbentuk seperti burung kasuari raksasa, dengan ukuran panjang telur 60 cm dan ukuran sarang sebesar ban truk raksasa. Demikian dideskripsikan para ahli dalam sebuah studi yang dipublikasikan pada 9 Mei 2017 di jurnal Nature Communication.

Sebelum "pulang" ke Tiongkok dan kemudian diteliti, fosil-fosil tersebut sempat dijual kepada perusahaan fosil The Stone Co. dan dibawa ke Amerika Serikat. Spesimen tersebut kemudian menjadi terkenal setelah menjadi kover majalah National Geographic pada Mei 1996 dan orang-orang lalu menyebutnya "Baby Louie" sebagai penghormatan pada Louis Psihoyos, fotografer untuk artikel tersebut.

Namun saat itu belum ada yang mengetahui jenis dinosaurus apa Baby Louie tersebut. Telur tersebut kemudian diberi nama Macroelongatoolithus xixiaensis, yang berarti "telur batu besar memanjang".

"Fosil ini telah berada di luar negeri selama dua dekade dan kepulangannya ke Tiongkok akhirnya membuat kami bisa meneliti spesimen ini dengan pantas dan memberi nama spesies dinosaurus baru," kata Prof. Lu Junchang, anggota tim peneliti dan salah seorang penulis utama hasil penelitian itu kepada Science News (10/5).

Telur tersebut memiliki berat sekitar 5 kg, menjadikannya sebagai salah satu telur dinosaurus terbesar yang pernah ditemukan. Beberapa orang malah menduga telur tersebut berasal dari seekor tyranosaurus.

Pada Februari 2015, dipimpin oleh salah seorang petani Tiongkok yang ikut menemukan fosil tersebut 25 tahun lalu, para peneliti mengunjungi tempat awal ditemukannya fosil tersebut. Mereka menemukan fragmen-fragmen telur yang identik dengan spesimen Baby Louie.

"Telur itu tampak seperti telur yang kita ketahui berasal dari oviraptosaurus," kata Darla Zelenitsky, asisten profesor University of Calgary yang ikut meneliti telur itu, dikutip NPR (9/5). "Tetapi volume spesimen telur-telur ini delapan hingga 10 kali lebih besar dari telur oviraptosaurus."

Oviraptosaurus adalah jenis dinosaurus pemakan daging yang mirip dengan burung kasuari yang hidup saat ini. Mereka umumnya tertutup bulu, memiliki paruh kuat, dan tidak bergigi.

Pada era 1990-an, semua oviraptosaurus diketahui berukuran kecil dan tak mungkin menghasilkan telur dengan berat 4-5 kg.

Terobosan pada penelitian itu, dipaparkan The Verge (9/5), kemudian terjadi pada 2007 ketika ditemukan fosil oviraptorosaurus raksasa di bagian utara Tiongkok. Ia kemudian diberi nama Gigantoraptor, dengan panjang 8 m dan tinggi 4,8 m.

Penemuan Gigantoraptor tersebut, menurut Zelenitsky, membuat semua menjadi masuk akal. "Memang ada spesies oviraptosaurus raksasa yang bisa menghasilkan telur seberat empat hingga lima kilogram ini," katanya.

Para peneliti itu lalu menyimpulkan bahwa telur tersebut milik keluarga oviraptosaurus bertubuh raksasa yang mengeraminya pada sarang berdiameter 2-3 m, serta memberinya nama Beibeilong sinensis.

Fosil telur Beibeilong sinensis, menurut BBC (10/5), juga ditemukan in China, South Korea, Mongolia and North America. Artinya, jenis dinosaurus ini mungkin banyak berkeliaran di Bumi sekitar 100 juta tahun lalu.

David Varrichio dari Montana State University yang bukan anggota tim peneliti, kepada National Geographic (9/5), menyatakan setelah mengetahui siapa yang memiliki telur aneh tersebut, mereka kini dapat mempelajari lebih jauh mengenai bagaimana hewan itu bereproduksi dan mengasuh anak-anaknya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR