SATWA LANGKA

Spesies katak baru ditemukan di India

Mysticellus franki
Mysticellus franki | SD Biju /Nature

Dua peneliti dari Universitas Delhi, Sonali Garg dan Profesor SD Biju, berhasil menemukan spesies katak baru di sebuah kubangan di tepi jalan Kerala, Ghats Barat, India Selatan. Katak itu bermulut sempit (Microhylidae) dan masuk dalam kelompok (genus) baru bernama Mysticellus.

Dilansir Research Matters, Kamis (14/2/2019), nama genus tersebut berasal dari bahasa Latin yang berarti misterius. Kemudian Garg dan Biju menamai katak berukuran 2,3 hingga 2,9 centimeter tersebut Mysticellus franki.

Nama tersebut terinspirasi oleh ahli Biologi evolusi asal Belgia, Profesor Franky Bossuyt. Ahli dari Universitas Vrije di Brussel ini punya sumbangsih besar terhadap penelitian hewan amfibi di India.

Adapun katak kecil misterius ini juga mempunyai karakteristik tubuh yang menarik dengan adanya dua bintik "mata palsu" di punggungnya. Bintik tersebut berguna untuk melindungi diri.

Caranya adalah dengan mengangkat punggungnya dan menunjukkan "mata palsu" tersebut kepada predator atau musuhnya saat merasa terancam. Katak ini umumnya hanya ada di distrik Wayanad di Kerala.

Garg dan Biju menegaskan belum pernah ada penemuan katak ini di tempat lain. "Kemungkinan sulitnya menemukan katak ini lantaran dia biasanya hanya muncul kurang dari empat hari untuk kawin dan kemudian hidup bersembunyi sepanjang tahun," tutur Garg.

Meski begitu, katak ini punya kerabat terdekat (Micryletta inornata, Micryletta erythropoda, dan Micryletta steinegeri) yang tinggal 2.000 km jauhnya di Asia Tenggara.

Garg menyatakan penemuan ini menambah dimensi baru pada pemahaman katak Asia Selatan dan Tenggara. Mereka terpisah sekitar 40 juta tahun lalu atau pada saat zaman Eosen (55,8 hingga 33,9 juta tahun yang lalu).

Sebagai peneliti hewan amfibi, menurut Independent, Kamis (14/2), Garg pernah menemukan katak dengan pola marmer di bagian bawah tubuhnya dalam penelitian di distrik Wayanad pada 2013. Dua tahun kemudian melalui penelitian lebih lanjut, ia menemukan sekitar 200 ekor spesies katak tersebut.

Spesies inilah yang dkonfirmasi sebagai genus katak mikrohylid (bermulut sempit). Spesies ini makin terkonfirmasi berkat pengujian DNA.

"Penemuan genus katak baru dari salah satu wilayah paling sering dieskplor dan diteliti di Ghats Barat ini menunjukkan bahwa dokumentasi keanekaragaman amfibi masih jauh dari komplet," tutur Garg kepada BBC News, Rabu (13/2).

Perkawinan dua spesies katak baru, Mysticellus franki
Perkawinan dua spesies katak baru, Mysticellus franki | Sonali Garg dan SD Biju /Nature

Proses perkawinan katak bermulut sempit ini pun terbilang unik. Katak jantan memancing betina melalui panggilan panjang yang dapat terdengar hingga lebih 1,5 km jauhnya.

Menurut Deccan Herald, Kamis (14/2), panggilan itu mirip paduan suara serangga sehingga membuatnya sulit untuk menemukan tempat berkembang biak potensial, terutama ketika aktivitas beberapa spesies mencapai puncaknya saat awal musim hujan.

Garg pun menegaskan bahwa kawasan Ghats Barat perlu dilestarikan dan dijaga karena sejumlah spesies katak baru telah ditemukan di sini dalam satu dekade terakhir. Ghats Barat pun menjadi salah satu pusat keanekaragaman hayati terkemuka di dunia.

Garg merasa perlu menyatakan itu karena pada saat bersamaan amfibi India tengah menghadapi ancaman kepunahan, terutama karena degradasi habitat. Lokasi penemuan genus baru kata ini penuh dengan lalu lintas kendaraan, kegiatan pertanian, dan permukiman manusia.

"Daerah ini perlu dijaga untuk melindungi katak," kata Garg.

Di Ghats Barat, ditemukan pula spesies kecebong baru pada 2016. Lalu ada pula penemuan kembali katak pohon yang diperkirakan sudah punah seabad lalu pada tahun yang sama. Sementara pada 2017, empat spesies baru katak ditemukan di sini.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR