MUSIK DIGITAL

Spotify capai 200 juta pengguna dan berambisi terus tumbuh

Ilustrasi ponsel yang menampilkan Spotify
Ilustrasi ponsel yang menampilkan Spotify | Pixabay

Layanan pengaliran (streaming) musik Spotify mengalami pertumbuhan pengguna aktif bulanan (monthly active users/MAU) yang cukup mengesankan dalam dua bulan terakhir. Jumlahnya kini mencapai 200 juta MAU di seluruh dunia per Januari 2019.

Angka tersebut naik dari 191 juta MAU--termasuk 87 juta pelanggan berbayar--yang diumumkan dalam pengungkapan keuangan (financial disclosure) pada 1 November 2018. Demikian diumumkan Kepala Komunikasi Global Spotify, Dusty Jenkins di Consumer Electronics Show (CES) 2019 (h/t Billboard, 11/1/2019).

Jenkins tidak menyebutkan apakah tambahan pengguna tersebut seluruhnya adalah yang memilih paket gratis beriklan atau yang membayar biaya langganan. Namun dalam situs resminya, Spotify memaparkan dari 200 juta MAU tersebut, jumlah pelanggan berbayar tetap 87 juta.

Artinya, dari 9 juta MAU baru itu, tidak ada satupun yang memilih untuk berlangganan, atau setidaknya belum. Selain itu, perusahaan asal Swedia yang berdiri pada 2006 itu belum juga untung--pada 2017 mereka mencatatkan kerugian bersih 1,5 miliar dolar AS.

Spotify, yang saat ini memiliki koleksi lebih dari 40 juta lagu, tampaknya tak keberatan dengan fakta tersebut karena hal paling utama yang mereka sasar saat ini adalah pertumbuhan jumlah pengguna.

"Kami sudah mengatakan selama ini, kami ingin fokus pada pertumbuhan," kata Jenkins. "Kami percaya menjadi perusahaan yang menguntungkan, tetapi pertama-tama dan terutama kami harus tumbuh dan sampai ke wilayah dunia yang masih belum memiliki Spotify."

"Maka itu, kami harus terus meningkatkan layanan kami," tambahnya.

Dengan jumlah 200 juta MAU--jika kita tidak memasukkan pengguna bulanan YouTube yang mencapai 1,5 miliar karena juga menyajikan video--Spotify menjadi layanan pengaliran musik terbesar kedua di dunia saat ini.

Ia hanya kalah dari NetEase, yang hanya beroperasi di Tiongkok. Mengutip Digital Music News, pada November 2018 jumlah pelanggan NetEase telah mencapai 600 juta orang.

Berikutnya ada SoundCloud dengan 175 juta pengguna per bulan di seluruh dunia, menurut laporan pada 27 Oktober 2018. Jumlah lagu yang tersaji di SoundCloud saat ini mencapai 170 juta trek.

Tiga besar layanan streaming musik tersebut jauh di atas Apple Music yang menurut data Financial Times (h/t Billboard) mencapai 56 juta MAU--baik berbayar maupun free trial--pada Desember 2018.

Sasar pengguna speaker pintar

Agar bisa bersaing dengan nama-nama besar tersebut, Spotify melakukan beberapa langkah untuk terus menggenjot jumlah pelanggan mereka. Salah satunya, seperti dinukil Phonearena (11/1), adalah dengan menyasar para pengguna speaker pintar.

Pertumbuhan pengguna Spotify diperkirakan turut disumbang dari peningkatan adopsi speaker pintar yang bisa memutar lagu dari Spotify melalui asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang disematkan di dalamnya.

Selain itu, Jenkins mengatakan bahwa mereka juga sedang berencana untuk memperluas pengguna dan kemampuan di bidang podcast.

Podcast adalah episode program yang tersedia di Internet. Podcast biasanya merupakan rekaman asli audio atau video, tetapi bisa juga merupakan rekaman siaran televisi atau program radio, kuliah, pertunjukan, atau acara lain.

Rencana tersebut dimulai dengan menggandeng mantan pegawai ESPN, Jemele Hill, untuk mengadakan podcast eksklusif. Selain itu, pada akhir tahun 2018 lalu, Spotify juga mengubah tampilan aplikasi untuk menghadirkan promosi lebih baik bagi podcast yang tersedia di platform.

Jenkins mengatakan bahwa Spotify percaya ada peluang besar di bidang podcast. Ia memastikan perusahaannya memiliki izin dan hak terkait konten unik di platform. Selain Hill, Spotify juga menggandeng Amy Schumer untuk membuat konten podcast.

Pelanggan Spotify di Indonesia dikenakan biaya Rp49.990 per bulan untuk keanggotaan individual (setelah masa uji coba gratis 30 hari), Rp79.000 per bulan untuk keluarga dengan hingga lima anggota, dan Rp24.990 per bulan untuk kalangan pelajar.

Pengguna Spotify gratisan tidak memiliki akses untuk memilih lagu yang hendak diputar. Mereka hanya bisa mendengarkan semua lagu yang ada di daftar playlist sesuai urutan, belum lagi harus terpotong oleh iklan dan hanya bisa mendengarkan enam lagu setiap jamnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR