Spotify pancing pengguna baru lewat konten video

Ilustrasi Spotify
Ilustrasi Spotify | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Layanan pengaliran (streaming) Spotify bersiap melebarkan sayap ke ranah video setelah selama ini fokus pada musik. Langkah ini seolah meniru Netflix. Tapi Netflix, yang memproduksi tayangan oto-serial macam House of Cards dan Jessica Jones, sejak awal (1998) memang pemain ranah video.

Untuk tahap pertama, Spotify akan membuat konten video musik. Spotify akan membuat total 12 serial untuk platform iOS dan Android.

"Kami mengembangkan konten orisinal yang berakar pada musik, budaya populer, dan animasi. Ini didasari pada pada hasrat dan selera humor para konsumen," ucap pimpinan global konten Spotify, Tom Calderone, dikutip Cnet, Senin (9/5/2016).

Serial pertama Spotify akan diungkap pada Senin depan (16/5). Setiap episode serial itu akan berdurasi maksimal 15 menit dan bisa disaksikan secara cuma-cuma.

Spotify sudah menyelesaikan dua di antara 12 serial. Fokusnya sejarah perkembangan musik. Antara lain menceritakan kelompok musik Beach Boys dan Metallica.

Sebenarnya ini bukan edisi pertama Spotify di ranah video. Awal 2016, mereka melakukan debut dengan menampilkan video klip dari Comedy Central, ESPN, dan BBC. Dilansir Business Insider, Spotify versi iOS punya tab baru bernama "Shows Video" mulai Januari. Namun efek fitur baru itu ternyata tidak signifikan memancing pengguna baru.

Dengan total pengguna keseluruhan mencapai 75 juta, Spotify mengandalkan konten video untuk mendatangkan pengguna baru. Selain itu konten video diharapkan bisa menahan pengguna lebih lama bertahan di dalam layanan pemilik koleksi lagu lebih dari 30 juta.

"Kami harus mencari tahu tindakan kedua dan saya pikir hal itu adalah konten video. Kami ingin memastikan para pengguna tahu bahwa di Spotify ada sesuatu selain daftar lagu," ujar Tom Calderone, kepala kemitraan konten perusahaan, dalam sebuah wawancara di kantor Spotify, New York, Amerika Serikat.

Setelah video musik, Spotify akan membuat serial komedi dan animasi yang disesuaikan untuk para penonton muda pada tahap kedua. Namun sayang, konten video sementara ini hanya tersedia di AS, Inggris, Jerman, dan Swedia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR