TELEKOMUNIKASI

Sudah diuji coba, Palapa Ring Tengah siap beroperasi

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberikan pemaparan mengenai proyek Palapa Ring Paket Barat, Tengah dan Timur dalam diskusi bersama media di Jakarta, Senin (19/11/2018).
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberikan pemaparan mengenai proyek Palapa Ring Paket Barat, Tengah dan Timur dalam diskusi bersama media di Jakarta, Senin (19/11/2018). | Aprillio Akbar /Antara Foto

Proyek pembangunan jaringan serat optik nasional, Palapa Ring Tengah, akhirnya rampung pada pengujung tahun lalu. Per awal 2019, jaringan ini akan melayani 17 kabupaten/kota serta 10 kabupaten/kota yang merupakan titik interkoneksi dengan jaringan tulang punggung (backbone) serat optik.

Paket Tengah ini melintasi provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara. Pemerintah menargetkan uji coba jaringan dapat berlangsung pada Januari ini hingga tiga bulan ke depan. Pemerintah akan menentukan tarif layanan Palapa Ring Tengah setelah uji coba.

Melalui serangkaian uji coba awal, diketahui kapasitas Palapa Ring Tengah bisa mencapai 100Gbps (Gigabyte per detik). Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, pun mencoba kecepatan jaringan Palapa Ring di lokasi NOC Palapa Ring Paket Tengah di Desa Muhajirin Baru, Morotai, Maluku Utara, Rabu (2/1/2019).

Pada kesempatan tersebut, Rudi sempat melakukan video call dengan Menteri Desa, Pemberdayaan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo yang tengah berada di Jakarta.

Menurut Rudiantara, pemanfaatan Palapa Ring Paket Tengah akan semakin optimal dengan adanya sinergi antarkementerian/lembaga. Bahkan, ke depan pemerintah akan segera menghubungkan seluruh desa dengan internet.

“Bisa dibayangkan ke depan, seorang Menteri Desa dapat berhubungan langsung dengan tiga kepala desa sekaligus dari 75.000 kepala desa hanya dengan menggunakan ponsel saja. Inilah bentuk cepatnya perkembangan teknologi yang kita bisa manfaatkan untuk bangsa ini,” tutur Rudi dikutip dari laman resmi Kemkominfo, Kamis (3/1).

Direktur Infrastruktur Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Bambang Noegroho, mengatakan ada sekitar 15 hingga 20 operator yang tertarik untuk menggunakan infrastruktur di wilayah ini. Hal ini terlihat dari sudah banyaknya operator yang beroperasi di Manado, Sulawesi Utara.

Ia mengatakan saat ini pihaknya tengah membangun BTS (Base Transceiver Station) untuk menopang layanan Palapa Ring Tengah.

Adapun pembangunan BTS di Provinsi Maluku Utara saat ini sudah dilakukan di 80 titik lokasi. Khusus di Kabupaten Morotai, pembangunan tersebar di 29 titik lokasi dengan kapasitas 2G.

Noegroho menyebut Palapa Ring merupakan proyek strategis pemerintah yang bertujuan untuk mengatasi kesenjangan dan menunjang penyediaan akses telekomunikasi dan internet yang merata ke seluruh wilayah Indonesia. Mimpi untuk mendapatkan fasilitas internet cepat pun juga bisa segera terwujud.

BAKTI juga menyediakan akses internet di Morotai. Tercatat sudah dibangun di 59 lokasi, yang tersebar di lokasi sekolah, puskesmas, serta lokasi publik lainnya. Sejak rampungnya Palapa Ring Paket Tengah, BAKTI melakukan proses migrasi akses internet yang menggunakan radio link dengan tulang punggung Palapa Ring.

"Migrasi ini dilakukan demi mewujudkan internet cepat. Saat ini, migrasi baru dilakukan untuk akses internet yang menggunakan radio link. Sedangkan untuk BTS, bertahap kami lakukan migrasi menggunakan layanan Palapa Ring Paket Tengah," ujar Noegroho.

Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer. Proyek ini terbagi dalam tiga kategori; yakni Paket Barat, Paket Tengah, dan Paket Timur.

Palapa Ring berbentuk cincin yang mengitari tujuh pulau; yakni Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Ia melintasi pula delapan jaringan penghubung dan satu cincin besar yang mengelilingi Indonesia baik lewat dasar laut maupun daratan.

Proyek pembangunan nasional ini menjangkau 34 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, dan kabel di daratan sejauh 21.807 kilometer.

Pemerintah berharap keberadaan proyek Palapa Ring tak hanya bertujuan memeratakan akses internet di seluruh Indonesia, tetapi juga membuat tarif internet di Indonesia barat, tengah, hingga timur bisa setara.

Pembangunan Palapa Ring dilakukan dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Pembiayaan yang diterapkan dengan skema availability payment memungkinkan pemerintah memulai pembayaran penggantian modal yang ditanamkan investor setelah proyek beroperasi.

Pemerintah menggunakan dana universal service obligation (USO) untuk operasional Palapa Ring. Dana USO merupakan dana kontribusi perusahaan telekomunikasi dengan bobot 1,25 persen setiap kuartalnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR