KETERTIBAN KOTA

Surabaya uji coba 600 CCTV pendeteksi wajah

Foto ilustrasi. Petugas Traffic Management Center (TMC) memantau situasi lalu lintas jalan Thamrin-Sudirman dari CCTV di ruang kontrol Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (1/10/2018).
Foto ilustrasi. Petugas Traffic Management Center (TMC) memantau situasi lalu lintas jalan Thamrin-Sudirman dari CCTV di ruang kontrol Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (1/10/2018). | Reno Esnir /Antara Foto

Setelah menggelar uji coba tilang elektronik (e-Tilang), Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, menguji operasi kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) di 600 titik.

Namun, CCTV yang dipasang bukan sembarang kamera. Dalam lansiran Kompas.com, Rabu (10/10/2018), CCTV tersebut punya fitur face recognition atau pendeteksi wajah.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, seluruh kamera bisa mendeteksi ciri-ciri tertentu seperti menangkap pelaku tabrak lari, orang hilang, hingga teroris.

"Jadi ada dua fasilitas yang kita kembangkan sekarang. Ini sudah jadi sekitar 90 persen. Namun masih uji coba di beberapa titik," katanya.

Sementara Wali Kota Tri Rismaharini dalam Berita Jatim (10/10) menjelaskan bahwa perangkat lunak face recognition system ini dipasang pada pertengahan bulan lalu.

Ide untuk memasang pendeteksi wajah muncul setelah Risma menjadi salah satu pembicara dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, AS, yang membahas topik terorisme. Risma kemudian menemui teknologi itu di Singapura.

"Saat itu saya sedang di Singapura. Banyak kamera dan beberapa mengikuti lalu saya tanya ternyata itu kamera pendeteksi wajah," lanjutnya.

Selanjutnya, Risma mengajak ahli teknologi informasi Pemkot Surabaya untuk mengembangkan piranti lunak itu. Fitur ini diharapkan bisa meningkatkan keamanan Ibu Kota Jawa Timur tersebut.

Sebelum ini, Pemkot Surabaya melakukan peremajaan pada 1.200 unit CCTV secara bertahap. Peremajaan dilakukan terhadap kamera yang mengalami penurunan fungsi dan buram.

"Sehingga diharapkan dengan peremajaan tersebut, dapat menguntungkan dan mendukung program software face recognition," Risma menambahkan.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Surabaya Irvan Wahjudrajat, khusus di Terminal Bus Purabaya, ada 16 kamera pendeteksi wajah. Kepada detikcom (9/10), Irvan menjelaskan 16 kamera itu sudah setahun berada di sana.

Seluruh kamera dipasang di sejumlah titik strategis. Antara lain pintu masuk, ruang tunggu penumpang, jalur keberangkatan bus, dan kedatangan bus. Kamera pendeteksi wajah akan memudahkan petugas di lapangan, terutama ketika harus mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran yang terjadi.

"Seperti calo bus yang memaksa penumpang itu terdeteksi wajahnya langsung kita berikan sanksi tegas dan wajahnya langsung kita masukkan database sehingga bila melakukan tindakan pelanggaran lagi sangat memudahkan dalam pemberian sanksinya," ungkapnya.

Hanya saja, lanjut Irvan, pihaknya belum bisa mengambil tindakan jika pelanggaran terjadi di dalam bus meski masih di dalam area terminal. Tindakan hanya bisa diupayakan ketika ada laporan dari penumpang atau korban.

Sementara di Jakarta, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf juga berencana menambah CCTV pendeteksi wajah di beberapa ruas jalan. Yusuf berharap keberadaan teknologi canggih itu bisa mendeteksi segala perkara pidana dan pelanggaran lalu lintas.

"Mengikuti perkembangan zaman, fitur pendeteksi wajah di CCTV akan kita pasang," ungkap Yusuf dilansir Sindonews (10/10).

Namun untuk sementara, Yusuf dan jajarannya masih fokus pada sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE). "Tapi kalau untuk ke depannya, Insya Allah bisa dilaksanakan," ujarnya.

Menurutnya, CCTV di Jakarta saat ini masih cukup buruk. Selain kualitas gambar yang kurang jelas, banyak CCTV yang kemudian hanya bersifat memantau dan jarang melakukan perekaman.

Sekalipun ada perekaman tak kurang dari 6 jam, jadi ketika lewat dari waktu itu, perekaman sulit dilakukan. Ini juga menyulitkan polisi saat berusaha mengungkap kasus kriminal lantaran sejumlah kasus tak terekam.

Sebelumnya, lebih dari 300 kamera CCTV dengan kemampuan deteksi wajah telah dipasang pada beberapa titik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Pemasangan ditempuh untuk meminimalisasi kerusakan dan tindak kejahatan di venue pertandingan Asian Games 2018.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR