Swatch Bellamy, jam tangan sekaligus alat transaksi

Swatch Bellamy
Swatch Bellamy | Swatch

Apple akan berhadapan dengan pesaing serius dalam usaha mereka untuk menguasai sistem pembayaran mobile via gawai di Tiongkok. Tak disangka, pesaing tersebut adalah perusahaan pembuat jam tangan asal Swiss, Swatch.

Wall Street Journal, Rabu (14/10/2015), mengabarkan bahwa mulai tahun depan Swatch akan meluncurkan jam tangan Bellamy yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran ketika berbelanja. Swatch bekerja sama dengan lembaga keuangan UnionPay dan Bank of Communications, bank terbesar kelima di Tiongkok, untuk dapat menjalankan fitur ini.

Pengumuman ini cukup mengagetkan karena pada Mei lalu, seperti dinukil dari Digital Trends, CEO Swatch Nick Hayek mengutarakan rencana untuk memperkenalkan jam tangan pintar berbasis Android pada Agustus tahun ini. Namun Agustus berlalu dan tiada kabar dari Swatch mengenai jam tangan pintar itu. Mereka malah memperkenalkan Bellamy.

Bellamy bukanlah sebuah jam tangan pintar seperti yang sedang tren sekarang ini. Swatch Bellamy merupakan sebuah jam analog biasa namun memiliki chip NFC di dalamnya yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran ketika berbelanja.

Dengan cara seperti ini Swatch tetap mempertahankan fungsi dan kegunaan dasar sebuah jam namun dengan tambahan kemudahan melakukan transaksi belanja "pay-by-the-wrist" (membayar dengan pergelangan tangan) tanpa direpotkan masalah baterai yang harus sering dicas.

Selain itu menurut Ben Cavender, seorang analis senior di China Market Research Group, mengatakan bahwa langkah yang diambil Swatch untuk masuk ke Tiongkok tepat sasaran karena di sana jam tangan masih menjadi sebuah simbol kemapanan seseorang.

Jam ini akan diluncurkan pertama kali pada Januari 2016 di Tiongkok, menyusul kemudian di Swiss, lalu Amerika Serikat. Harganya dipatok USD90 atau sekitar Rp1,2 juta.

Saat ditanya mengapa produk ini tidak diluncurkan lebih dulu di Swiss, negara di mana Swatch bermarkas, CEO Hayek kepada Digital Trends mengatakan butuh waktu "berbulan-bulan" untuk memfinalisasi kerja sama dengan bank-bank di Swiss.

Sebelumnya, seperti dikabarkan Ubergizmo, Apple juga akan membawa sistem pembayaran mobile mereka, Apple Pay, ke Tiongkok bekerja sama dengan UnionPay.

Pasar Negeri Tirai Bambu yang sangat besar membuat berbagai perusahaan, termasuk perusahaan teknologi, terus berlomba memasarkan produk dan layanan mereka di sana.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR