Tabir surya ternyata bisa merusak terumbu karang

Terumbu karang di dalam laut
Terumbu karang di dalam laut | Pixabay

Salah satu kiat aman bermain di pantai tanpa takut kulit menjadi hitam akibat terbakar matahari adalah pemakaian tabir surya (sunscreen atau sunblock). Mengoleskan losion tabir surya ke bagian tubuh yang terpapar sinar mentari bisa mengurangi risiko kulit menjadi kemerahan atau kehitaman setelah berwisata di pantai.

Namun, nampaknya banyak orang yang tidak menyadari bahaya yang ditimbulkan oleh bahan dasar pembuat tabir surya terhadap kehidupan terumbu karang.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Archives of Environmental Contamination and Toxicology yang dipimpin oleh Dr Craig Downs dari Haereticus Environmental Laboratory di Virginia menyebutkan bahwa beberapa bahan dalam tabir surya menyebabkan karang muda tidak bisa berkembang di banyak terumbu.

Para ilmuwan melakukan penelitian di Kepulauan Virgin Amerika Serikat dan Hawaii, dua tempat yang banyak menarik wisatawan setiap tahun untuk berenang di wilayah terumbu karang. Mereka menemukan zat kimia yang bernama oxybenzone mempunyai pengaruh buruk terhadap karang.

Pertama, oxybenzone mengubah DNA karang sehingga rentan terhadap pemutihan yang fatal. Kedua, oxybenzone mengacaukan endokrin sehingga menyebabkan karang muda membungkus diri mereka sendiri dalam kerangka sehingga akhirnya mati.

Ketiga, setetes saja oxybenzone bisa menghancurkan terumbu karang seluas enam setengah kali luas kolam renang Olimpiade.

Penelitian ini semakin menegaskan studi sebelumnya yang pernah dilakukan oleh Roberto Danovaro dari Polytechnic University of Marche di Italia pada 2008 yang diterbitkan di Environmental Health Perspectives.

Penelitian delapan tahun lalu itu, seperti diwartakan oleh National Geographic menemukan empat zat yang ada dalam tabir surya yang mampu membangkitkan virus yang tidak aktif dalam alga yang disebut zooxanthellae yang hidup di dalam spesies terumbu yang sedang membangun karang.

Zat-zat kimiawi itu menyebabkan virus menggandakan diri sehingga alga sebagai tempat hidup pecah, memuntahkan virus ke sekitar perairan yang pada gilirannya menginfeksi komunitas terumbu lainnya.

Zooxanthellae menyediakan makanan bagi terumbu lewat fotosintesis dan juga memberikan warna yang menarik. Tanpa zooxanthellae, karang menjadi putih dan kemudian mati.

Sekitar 6.000 sampai 14.000 ton losion tabir surya masuk ke wilayah terumbu karang setiap tahun dan kebanyakan tabir surya itu mengandung oxybenzone.

Huffington Post melaporkan bahwa bahan kimia itu digunakan pada lebih dari 3.500 jenama tabir surya di seluruh dunia. Selain langsung masuk ke dalam laut, seperti dilansir WashingtonPost.com, oxybenzone juga bisa melewati saluran pembuangan dari rumah dan hotel-hotel sebelum akhirnya masuk juga ke samudra bersama dengan berbagai jenis bahan kimia beracun dari produk perawatan diri seperti tabir surya.

Para peneliti dengan hati-hati menyatakan bahwa mereka tidak menyarankan agar masyarakat menghentikan pemakaian tabir surya saat berada di pantai yang memang terbukti bisa mencegah kanker kulit. Namun, mereka mendesak agar konsumen dengan hati-hati memilih tabir surya yang tidak mengganggu kehidupan laut.

Tabir surya dengan kandungan titaniumoksida atau zincoksida menurut National Park Service (PDF) telah diketahui tidak merusak terumbu. Selain itu, para peneliti menyarankan agar orang yang berenang di pantai lebih baik menggunakan pakaian renang yang bisa menutupi tubuh bagian atas sehingga pemakaian tabir surya bisa dikurangi.

"Penggunaan tabir surya yang mengandung oxybenzone harus dibatasi dengan serius di pulau-pulau tempat konservasi terumbu karang dalam keadaan kritis," ujar Downs dalam siaran pers yang mereka sebarkan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR