Tahun depan biaya domain ID turun 50 persen

Ketua PANDI, Andi Budimansyah, dalam acara PANDI Meeting 7 di Kota Kasablanka, Jakarta, 27-29 Oktober 2016.
Ketua PANDI, Andi Budimansyah, dalam acara PANDI Meeting 7 di Kota Kasablanka, Jakarta, 27-29 Oktober 2016. | Pandi

Mulai 1 Januari 2017, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) akan menurunkan biaya pendaftaran dan perpanjangan nama domain .ID, atau yang populer dengan sebutan "apapun.id", sebesar 50 persen dari harga awal Rp500 ribu per tahun.

Ide awal penurunan harga ini diajukan dalam Diskusi Umum Terbuka pada kegiatan PANDI Meeting 6 di Balai Kartini, Jakarta, 25 Mei. Saat itu, publik merekomendasikan penurunan biaya domain apapun.id menjadi Rp250 ribu.

Ketua PANDI, Andi Budimansyah menyatakan, penurunan ini sesuai dengan harapan masyarakat pengguna internet Indonesia. "Permintaan ini secara resmi diajukan ke PANDI dan kami memprosesnya sesuai dengan mekanisme pembuatan kebijakan pengelolaan nama domain," kata Andi dalam siaran pers yang diterima Beritagar.id, Selasa (1/11).

"Rekomendasi ini kemudian diajukan oleh PANDI ke Forum Nama Domain Indonesia dan disetujui untuk diturunkan. Informasi ini juga sudah kami sampaikan dalam kegiatan PANDI Meeting 7 pekan lalu di Kota Kasablanka, Jakarta," lanjutnya.

Andi mengatakan, penurunan biaya ini akan terasa untuk pemilik domain apapun.id yang memperpanjang penggunaan nama domain-nya tahun depan. Jika bicara pendaftaran, sejak tahun ini memang sudah diturunkan menjadi Rp250 ribu tapi perlu diingat harga tersebut adalah harga promo bukan biaya tetap.

Domain apapun.id merupakan nama domain .ID yang paling berkembang saat ini. Hanya dalam waktu dua tahun sejak diluncurkan, domain ini sudah berjumlah lebih dari 60 ribu. Angka ini sedikit di bawah CO.ID yang saat ini berjumlah 81 ribu nama domain.

Andi mengatakan bahwa hanya dalam waktu dua tahun, domain apapun.id hampir menyamai domain CO.ID yang sudah berusia lebih dari 20 tahun.

Penurunan biaya ini PANDI harapkan akan semakin meningkatkan kecintaan publik akan nama domain apapun.id. Andi beralasan, selain namanya yang singkat dan masih memiliki banyak sekali pilihan nama domain cantik, biayanya pun kini menjadi semakin terjangkau.

Penurunan harga ini juga dapat memberikan dorongan besar pada program pemerintah yang dicanangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Pada 2018 mendatang, Kominfo menargetkan ada satu juta pengguna domain apapun.id.

Program satu juta domain diluncurkan pada April 2016. Program ini turut menyediakan satu tahun layanan situs internet gratis dengan nama domain Indonesia khusus untuk UKM, sekolah, komunitas, pondok pesantren, dan desa.

Berdasarkan data hingga 25 Oktober, jumlah pengguna domain .ID yang mendaftar lewat Kominfo mencapai 23.558 domain, tergolong masih sangat jauh dari sasaran.

Untuk informasi lengkap tentang PANDI, juga untuk pendaftaran domain silakan kunjungi situs www.pandi.id.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR