Temuan dua bangunan dapur pekerja Piramida Giza

Piramida Menkaure, piramida terkecil dari tiga piramida utama di Giza, Mesir
Piramida Menkaure, piramida terkecil dari tiga piramida utama di Giza, Mesir | Pixabay

Arkeolog Mesir telah menemukan fondasi dari dua bangunan yang diduga sebagai dapur penyedia makanan bagi pekerja piramida Giza.

Para peneliti dari Ancient Egypt Research Associates (AERA), berbasis di Amerika Serikat, menemukan struktur bangunan di sebuah pelabuhan kuno. Lokasi yang diyakini telah berkembang pesat pada saat pembangunan Piramida Menkaure--yang terkecil dari tiga piramida utama Giza.

Sisa-sisa bangunan masing-masing terletak di pelabuhan nasional kuno, di mana pedagang dari bagian lain Mesir serta Mediterania diyakini telah menurunkan jangkar untuk berdagang beragam komoditas.

Pelabuhan itu ditemukan di kota Khentkawes, sebuah kota dekat Piramida Giza yang didedikasikan untuk Menkaure, firaun yang membangun piramida ketiga. Pemerintahan Menkaure berlangsung dari 2.490 hingga 2.472 SM.

Pada tahun 2014, para peneliti menggali sebuah cekungan kuno yang lokasinya hanya lebih dari satu mil dari kanal terdekat Sungai Nil. Temuan tersebut mendorong mereka untuk meyakini bahwa Giza dulunya adalah pelabuhan pusat selama pemerintahan Khufu, Khafre, dan Menkaure, tiga firaun yang membangun piramida utama.

Pemukiman lainnya ditemukan di pelabuhan, termasuk sebuah rumah dengan 21 kamar yang diyakini telah ditempati oleh juru tulis pemerintah.

Salah satu fondasi bangunan yang berumur ribuan tahun, diduga dulu berfungsi sebagai dapur. Salah satu pegawai pemerintahan yang tinggal di bangunan ini mungkin bertanggung jawab atas pemeliharaan dan penyembelihan hewan untuk makanan. Di halaman, para peneliti menemukan sisa-sisa tong besar, dua mangkuk pengukur, dan lampu.

Fondasi bangunan yang kedua diduga menampung para imam yang juga merupakan pegawai pemerintahan. Hal ini dikonfirmasi dengan cetakan yang ditemukan di dekatnya.

Segel yang ditemukan di dekat rumah itu mengungkapkan bahwa imam tersebut adalah bagian dari "wadaat", sebuah lembaga agama Mesir Kuno yang anggotanya juga bisa menjadi pejabat pemerintah, kata Mark Lehner, direktur AERA.

Rumah kedua memiliki struktur lebih kecil yang diyakini juga digunakan untuk untuk membuat roti dan bir.

Rekonstruksi virtual dari halaman dapur yang terletak di dekat kediaman pegawai pemerintahan.
Rekonstruksi virtual dari halaman dapur yang terletak di dekat kediaman pegawai pemerintahan. | AERA

Kedua tempat tinggal tersebut terletak di dekat serangkaian struktur yang disebut galeri, yang mungkin dihuni oleh pasukan paramiliter di Giza, pengawas pembangunan piramida. Galeri memanjang itu dapat menampung sekitar 1.000 orang.

Setiap makanan yang diproduksi di dekat dua tempat tinggal itu mungkin dimaksudkan terutama untuk orang yang tinggal di galeri, meskipun sebagian hasil makanan bisa juga diberikan ke orang-orang yang bekerja untuk piramida Menkaure.

Dengan banyaknya penghuni daerah tersebut, maka dibutuhkan makanan dalam jumlah yang sangat besar. Jumlah gandum emmer yang dibutuhkan mungkin mencapai 877,54 kilogram per hari, seperti perhitungan yang dilakukan oleh Claire Malleson, ahli arkeobotani di AERA, dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam buku Exploring the Materiality of Food Stuffs (Routledge, 2017 ).

Belum lagi usaha yang harus dilakukan orang-orang yang bertugas untuk memanggang gandum dan mengubahnya menjadi roti. Mereka yang tinggal di galeri dan bekerja di piramida Menkaure juga akan membutuhkan banyak daging.

Tim arkeolog akan melanjutkan penggalian di fondasi rumah-rumah berusia 4.500 tahun dekat piramida Giza ini pada 2019.

Para arkeolog telah menyelidiki rahasia piramida Giza selama beberapa dekade, dan terus mengungkap lebih banyak petunjuk tentang konstruksi mereka. Seperti pada Februari lalu sebuah temuan menunjukkan orang Mesir Kuno menggunakan bayangan yang dilemparkan selama gerhana untuk mencapai keselarasan yang hampir sempurna ketika membangun Piramida Agung.

Metode ini dikenal sebagai metode lingkaran India, yang bergantung pada batang kayu dikenal sebagai gnomon, untuk melacak jalur Matahari sepanjang hari. Ini memungkinkan para ahli untuk menggambar garis lurus tepat di timur-barat.

"Para pembangun Piramida Agung Khufu menyelaraskan monumen besar dengan titik-titik kardinal dengan akurasi lebih dari empat menit busur, atau seperlimapuluh dari satu derajat," tulis studi tersebut.

Studi juga mengungkap bahwa ketiga piramida terbesar di Mesir, termasuk yang lain yang terletak di Giza, Khafre, dan Piramida Merah yang ditemukan di dekat kota Dahshur, memiliki tingkat akurasi yang sama dalam penyelarasannya dengan titik-titik kardinal.

“Ketiga piramida ini menunjukkan tingkat toleransi kesalahan yang sama; mereka diputar sedikit berlawanan arah jarum jam dari titik-titik kardinal/yang harus diperhatikan.”

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR