TEMUAN ILMIAH

Teori baru ungkap misteri mata Mona Lisa

Ilustrasi mata lukisan mona lisa
Ilustrasi mata lukisan mona lisa | Savvapanf Photo /Shutterstock

Lukisan legendaris karya Leonardo Da Vinci dianggap menyimpan sejumlah misteri yang tidak terselesaikan.

Tak sedikit yang meyakini bahwa dalam guratan lukisan Mona Lisa terdapat sejumlah rahasia yang ingin diungkapkan oleh Da Vinci.

Salah satu misteri yang cukup terkenal adalah efek Mona Lisa.

Efek Mona Lisa merupakan salah satu misteri yang dipercaya banyak orang bahwa mata Mona Lisa mengikuti gerakan siapa pun yang memandanginya.

Ada yang berpendapat bahwa sang pelukis telah menanamkan teknik “mata-mata” pada lukisan perempuan yang mirip dengan dirinya tersebut.

Tak sedikit ilmuwan yang penasaran dan turut menggali teori yang sebenarnya, demi menjawab pertanyaan apakah efek Mona Lisa hal yang nyata.

Ternyata, berdasarkan teori baru penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal i-Perception, mata Mona Lisa sebenarnya tidak mengikuti siapapun yang melihatnya.

Sebaliknya, fenomena terjadi saat pandangan subjek gambar tertuju langsung ke lensa kamera atau digambarkan seperti demikian.

Hasilnya, mata Mona Lisa seolah-olah menebarkan pandangan yang menembus kanvas atau medium lukis.

Pada ilmu fotografi, hal ini berhubungan dengan bentuk dan arah pupil saat mata subjek memandang langsung ke lensa.

“Efeknya tidak dapat disangkal dan dapat dibuktikan,” jelas Sebastian Loth, seorang rekan penulis studi dalam pernyataan resmi.

“Namun, dengan Mona Lisa, atau semua lukisan, kesan itu tidak bisa langsung dijelaskan,” imbuhnya.

Para peneliti di Bielefeld University, Jerman, dan Loth memperbesar lukisan Mona Lisa atau yang kali pertama disebut dengan istilah La Gioconda. Mereka mempelajarinya lewat model komputer.

Lukisan yang dibuat saat abad ke-16 itu diperbesar sebanyak 30 persen menjadi 70 persen, sampai yang terlihat jelas hanyalah mata dan hidung.

Kemudian, para peneliti diminta memberikan pendapat dan persepsi mengenai perkiraan ke arah mana mata subjek melihat.

Mayoritas partisipan mengatakan, Mona Lisa melihat ke sisi kanan pada sudut 15,4 derajat.

"Jadi, jelas bahwa istilah 'Efek Mona Lisa' tidak lain adalah istilah yang salah. Orang menggunakannya karena keinginan kuat untuk dilihat dan menjadi pusat perhatian orang lain atau menjadi relevan bagi seseorang. Bahkan, jika Anda tidak kenali orang itu sama sekali, ”kata rekan penulis studi, Gernot Horstmann, dari Departemen Psikologi Universitas Bielefeld, seorang pakar gerakan mata dan perhatian.

Horstmann menjelaskan, orang yang melihat lukisan atau gambar mungkin merasa diamati ketika pandangan mata subjek lukisan digambar sedikit ke samping.

“Seolah-olah subjek yang dilukis melihat ke arah telinga Anda dan berkorespendensi sekitar lima derajat dari jarang pandang normal. Apabila sudut pandang meningkat, Anda tidak akan mungkin merasa diamati,”urainya.

Selain menangkal ketidakuratan pandangan yang selama bertahun-tahun sudah dipercaya, hasil studi ini bisa memberikan ilmu yang berguna untuk para pelukis muda, graphic designer, atau game creator.

“Ketika mencoba ‘menghidupkan’ avatar misalnya dalam lingkungan virtual, tatapan mata akan meningkatkan pemahaman kita pada avatar,” terang Loth.

Mengandalkan teknik pandangan mata avatar, menurut Loth, dapat membuat kreasi virtual terlihat seperti nyata dalam mengekspresikan perhatian dan menunjukan objek yang relevan dengan konsep gim.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR