Urun daya meramal mekarnya sakura

Bunga sakura mekar di Himeji Castle, Jepang.
Bunga sakura mekar di Himeji Castle, Jepang. | Sean Pavone /Shutterstock

Bunga sakura begitu populer di Jepang. Warga merayakannya dengan meriah, turis pun berbondong-bondong datang. Karena itu, meramal mekarnya sakura menjadi seni tersendiri.

"Orang-orang lebih memperhatikan musim bunga sakura daripada bunga lain di Jepang," kata Ryo Dojo, pejabat unit statistik di Japan Meteorological Corporation.

Tahun ini, bunga sakura di Jepang lagi-lagi akan mekar lebih awal. Begitu menurut perkiraan yang dirilis Japan Meteorological Corporation pada (10/1).

Mereka bukan satu-satunya yang meramal kapan sakura akan mekar. Ada juga Weathernews, Inc. sebuah perusahaan yang berbasis di Chiba, Jepang.

Meramal sakura mekar adalah sebuah bentuk urun daya yang diprakarsai Weathernews sejak 2004. Mereka meminta warga mendaftar di situs web perusahaan dan aplikasi untuk menjadi pemantau bunga resmi.

Kini, 10 ribu orang sudah terdaftar. Masing-masing berkomitmen mengamati pohon sakura di sekitar mereka dengan hati-hati sepanjang tahun.

Hasil pengamatan tersebut dilaporkan secara teratur. Mereka mengamati perkembangan kuncup bunga dengan mengirimkan foto untuk dipelajari para ahli meteorologi.

Kuncup sakura yang mungil bisa memberi informasi akurat soal waktu mekarnya bunga. Butuh waktu sekitar satu bulan dari kuncup hingga menjadi bunga.

Perubahan ini biasanya mulai terlihat pada hari ke 10. Bagian ujung kuncup perahan berubah kuning kehijauan, hingga warna hijaunya semakin gelap. Saat bagian ujung kuncup mulai merona merah muda, seminggu kemudian sakura pun mekar.

Weathernews juga mengolah data cuaca yang dikumpulkan dari alat observasi di penjuru Jepang. Total ada 13 ribu lokasi. Jumlah ini 10 kali lipat lebih banyak daripada yang dimiliki agensi cuaca milik pemerintah.

"Perkiraan mekarnya bunga sakura adalah hal yang tidak mungkin bagi kita tanpa sistem ini," kata Miku Toma, juru bicara perusahaan.

Salah satu faktor yang menentukan kapan sakura akan mekar adalah cuaca. Itu mengapa, meramalkan waktu bunga mekar dengan tepat menjadi lebih kompleks.

Pasalnya, cuaca yang perlu diamati bukan satu atau dua bulan terakhir. Melainkan cuaca sepanjang tahun dan pada musim dingin.

Manakala suhu lebih hangat, biasanya bunga akan mekar lebih awal. Saat suhu dingin, sakura akan lebih lambat merekah.

Cuaca ekstrem belakangan ini pun mengacaukan siklus mekarnya sakura. Seperti yang terjadi pada musim gugur 2018.

Beberapa pohon sakura yang mekar waktu itu dikhawatirkan mengganggu tradisi hanami--menikmati keindahan sakura--yang menandai dimulainya musim semi pada 2019.

Biasanya sakura mulai mekar pada bulan Maret di selatan Kyushu dan sampai di bagian paling utara Hokkaido pada bulan Mei.

Namun, menurut perkiraan terakhir mekarnya sakura tak jauh dari perkiraan para ahli meteorologi. Meski lebih awal sekitar 10 hari.

“Meskipun pohon sakura mekar di luar musim Oktober lalu karena hilangnya daun akibat angin dan kerusakan garam dari serangkaian siklon tropis yang melanda Jepang pada bulan September, dampak pada bunga sakura musim semi ini diperkirakan akan sangat kecil," tulis Weathernews dalam pengumuman 5 Februari.

Pohon Somei Yoshino--varietas sakura yang paling umum--diperkirakan akan mulai mekar pada 18 Maret hingga 13 Mei 2019. Ada sedikit perbedaan perkiraan tanggal dalam versi Japan Meteorological Corporation dan Weathernews.

Bisa Anda simak di bawah ini.

Prediksi mekarnya sakura di kota-kota besar Jepang.
Prediksi mekarnya sakura di kota-kota besar Jepang. | Weathernews /Weathernews
Prediksi mekarnya sakura di Jepang.
Prediksi mekarnya sakura di Jepang. | Japan Meteorological Corporation /Japan Meteorological Corporation
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR