TEKNOLOGI INFORMASI

Warga Indonesia masuk 5 besar pecandu internet

Ilustrasi orang yang sedang berselancar di dunia maya menggunakan iPad.
Ilustrasi orang yang sedang berselancar di dunia maya menggunakan iPad. | Pixabay

Indonesia masuk dalam jajaran negara yang masyarakatnya paling aktif menggunakan internet di dunia. Hal tersebut tampak dalam laporan bertajuk Global Digital Reports 2019, hasil penelitian situs layanan manajemen konten HootSuite dan agensi marketing sosial We Are Social yang dirilis Kamis (31/1/2019).

Data penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa di negara berpendapatan rendah dan menengah, warganya lebih sering menggunakan internet ketimbang di negara dengan pendapatan tinggi.

Negara Asia Tenggara menguasai posisi lima besar dalam daftar warga paling aktif berinternet. Filipina menempati peringkat teratas, Thailand ada di posisi ketiga, sementara Indonesia di peringkat Kelima.

Warga dua negara Amerika Selatan, yakni Brasil dan Kolombia, masing-masing duduk di posisi kedua dan keempat.

Masyarakat Filipina rata-rata menghabiskan waktu mereka di dunia maya selama 10 jam 2 menit setiap harinya dan Thailand selama 9 jam 11 menit. Sementara penduduk Indonesia berselancar di dunia maya rata-rata selama 8 jam dan 36 menit per hari.

Artinya, Asia Tenggara bisa disebut sebagai kawasan yang paling kecanduan internet di dunia.

Negara manakah yang penduduknya paling jarang menggunakan internet? Ternyata negara Asia juga, yaitu Jepang. Warga negara Matahari Terbit itu hanya menghabiskan waktu 3 jam 45 menit di dunia maya setiap harinya.

Dalam laporan itu juga diungkapkan bahwa sebanyak 57 persen dari populasi global sekarang terhubung ke internet, menghabiskan rerata 6,5 jam online tiap harinya. Simon Kemp, penulis laporan itu menghitung, total waktu yang dihabiskan semua warga dunia untuk menggunakan internet akan mencapai 1,2 miliar tahun pada 2019.

Gawai mobile adalah perangkat yang paling banyak digunakan dan Kemp juga mencatat lonjakan tinggi pengguna internet di dunia sepanjang setahun terakhir.

"Kabar terbesar dalam data tahun ini adalah akselerasi pertumbuhan pengguna internet," tulis Kemp, dikutip The Guardian. "Lebih dari 360 juta orang online untuk pertama kalinya pada 2018, rata-rata ada satu juga pengguna baru bertambah dalam satu hari."

Negara yang mengalami lonjakan terbesar dalam penggunaan internet pada 2018 adalah India. Sepanjang tahun lalu ada lebih dari 97 juta pengguna baru di negara tersebut.

Bertambahnya pengakses internet tak selalu berarti baik bagi pemerintah India. Mereka kini tengah berjuang melawan dampak kekerasan dari berita hoaks yang viral dengan cepat di layanan pesan instan, seperti WhatsApp. Kekerasan akibat hoaks itu telah menghilangkan lebih dari dua lusin nyawa warga India.

Bertambahnya jumlah pengguna dan semakin lamanya orang menghabiskan waktu online dipengaruhi oleh koneksi yang semakin cepat. Ookla melaporkan bahwa kecepatan konesi seluler rerata telah meningkat sebesar 18 persen sejak tahun lalu, sementara kecepatan koneksi tetap telah naik sepertiga kali.

Menurut Data Reportal, sebanyak 12 negara sekarang telah menikmati kecepatan koneksi internet tetap dengan rerata lebih dari 100Mbps, sementara 10 negara lainnya menikmati kecepatan koneksi seluler rerata lebih dari 50Mbps.

Untuk akses ke media sosial, Indonesia menempati urutan keempat dengan menghabiskan waktu sebanyak 3 jam dan 26 menit.

Urusan belanja daring, Indonesia no. 1

Selain menempati urutan lima besar negara yang masyarakatnya kecanduan internet, penduduk Indonesia menempati peringkat pertama dalam soal belanja daring (online). Sebanyak 86 persen pengguna internet di Indonesia mengaku juga menggunakannya untuk berbelanja.

Tiongkok, negara dengan populasi terbanyak di dunia, ada di posisi kedua dengan 82 persen. Jerman (81 persen), Inggris Raya (81 persen), dan Thailand (82 persen) melengkapi posisi lima teratas.

Rerata belanja daring global adalah 75 persen untuk keseluruhan e-tail (electronic retailing) dan 55 persen untuk ponsel, sementara nilai pasar barang-barang konsumen mencapai 1,79 triliun dolar AS (Rp24.953 triliun) dalam penjualan tahunan di seluruh dunia tahun lalu.

Fesyen dan kecantikan, elektronik dan media fisik, serta hobi dan barang gaya hidup juga mengambil peran terbesar dalam pencapaian tersebut.

Sistem pembayaran yang paling diminati saat berbelanja online, menurut survei tersebut adalah mobile banking. Thailand tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan pengguna mobile banking tertinggi di dunia, mencapai 74 persen.

Roger Graham, kepala Hootsuite Asia, dikutip Business Times (1/2) mengatakan bahwa Asia adalah salah satu daerah yang tumbuh paling cepat di dunia dalam penggunaan Internet dan seluler, sehingga muncul keinginan besar warganya untuk adopsi teknologi, investasi asing, dan inovasi digital.

"Para jenama dan perusahaan menyadari peluang tersebut dan menunjukkan keinginan kuat untuk mengintegrasikan media digital dan media sosial dalam bisnis mereka," pungkas Graham.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR