RINGKASAN SEPEKAN

Warna tertua, vaksin HIV, hingga anjing terkecil di dunia

Ilustrasi anjing kecil
Ilustrasi anjing kecil | Pixabay

Warna tertua di dunia, percobaan vaksin HIV pada manusia, fosil dinosaurus pertama, hingga anjing terkecil di dunia menjadi deretan artikel yang paling menarik perhatian pada kanal Sains dan Tekno Beritagar.id selama sepekan terakhir (9-15 Juli 2018).

Jika Anda tertinggal atau belum sempat membacanya, inilah ringkasan dari enam berita yang paling populer sepanjang pekan lalu.

Warna tertua di dunia adalah merah muda

Manajer laboratorium biogeokimia Janet Hope dari Australian National University memegang botol porfirin berwarna merah muda di bagian tengah, diyakini sebagai pigmen tertua di dunia.
Manajer laboratorium biogeokimia Janet Hope dari Australian National University memegang botol porfirin berwarna merah muda di bagian tengah, diyakini sebagai pigmen tertua di dunia. | Lannon Harley /Australian National University

Kita bisa mendapat banyak informasi dari fosil. Seperti apa tumbuhan dan hewan yang hidup jutaan tahun lalu, bagaimana ukuran, bentuk, bahkan sedikit tentang kehidupan mereka.

Satu informasi yang umumnya tidak bisa diungkap oleh fosil adalah warna makhluk tersebut. Pasalnya, pigmen organik yang menghasilkan warna biasanya berkurang seiring waktu.

Namun, kini ada pengecualian. Ternyata secercah warna bisa bertahan.

CNN melaporkan, para ilmuwan telah menemukan warna organik tertua sejauh ini. Warna itu adalah merah muda. Cerah dan mampu bertahan dalam batuan berusia 1,1 miliar tahun.

Pigmen organik ini berasal dari deposit serpihan minyak yang dibor oleh perusahaan eksplorasi energi di Cekungan Taoudeni di Mauritania, Afrika Barat, sekitar sepuluh tahun lalu.

Bagaimana para peneliti membuktikannya?

Baca selengkapnya di sini.

Tes DNA ungkap nenek moyang penduduk di Asia Tenggara

Ilustrasi anak-anak di Kamboja, salah satu negara di Asia Tenggara.
Ilustrasi anak-anak di Kamboja, salah satu negara di Asia Tenggara. | Pixabay

Tim ilmuwan yang terdiri dari 66 penulis di universitas di Eropa, Asia, Jepang, dan Amerika Serikat, telah menemukan jejak asal-usul penduduk Asia Tenggara berdasarkan DNA kerangka berusia ribuan tahun.

Mereka sekarang memiliki sedikit kejelasan tentang bagaimana manusia purba pertama kali tiba di Asia Tenggara.

Selama beberapa dekade, para ilmuwan tidak sepakat tentang bagaimana Asia Tenggara dihuni pertama kali. Sejumlah peneliti percaya bahwa kelompok pribumi pemburu-pengumpul yang disebut Hòabìnhian mengembangkan praktik pertanian sendiri, sekitar 44.000 tahun yang lalu.

Peneliti lain berpendapat bahwa para pemburu-pengumpul digantikan oleh petani padi yang bermigrasi dari tempat yang kini dikenal sebagai negara Tiongkok.

Sampel-sampel dari DNA mana saja yang digunakan untuk membuktikan penelitian tersebut?

Baca selengkapnya di sini.

Percobaan HIV pada manusia menjanjikan

Ilustrasi vaksin HIV.
Ilustrasi vaksin HIV. | Jarun Ontakrai /Shutterstock

Perkembangan vaksin HIV semakin menjanjikan. Uji coba vaksin terbukti dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh 400 orang dewasa, dan menghentikan infeksi pada dua pertiga monyet laboratorium.

Tiga puluh lima tahun sejak krisis AIDS dimulai, para ilmuwan kini penuh harap, akhirnya vaksin untuk melawan virus ini mungkin bisa terwujud.

Vaksin adalah senjata penting dalam perang melawan virus, yang menginfeksi 1,8 juta orang setiap tahun. Saat ini, sekitar 37 juta orang hidup dengan HIV/AIDS di seluruh dunia, membuatnya hampir bisa dikategorikan sebagai pandemi--wabah yang berjangkit meliputi daerah luas.

Sejauh ini baru empat vaksin HIV yang pernah diuji cobakan pada manusia. Itu mengapa menurut tim ilmuwan internasional dari lembaga seperti Harvard dan MIT, tes ini jadi penanda penting.

Lalu apa yang membuat para peneliti yakin jika vaksin tersebut cocok untuk manusia?

Baca selengkapnya di sini.

Penemuan fosil dinosaurus raksasa pertama di muka Bumi

 Ilustrasi sauropoda.
Ilustrasi sauropoda. | Pixabay

Tim arkeolog di Argentina menemukan spesies baru dinosaurus Ingenia prima yang ukurannya mencapai tiga kali ukuran dinosaurus lain dari era Triassic.

Sisa-sisa tulang sebuah dinosaurus raksasa berumur 200 juta tahun itu ditemukan di situs Balde de Leyes, San Juan. Situs tersebut berada sejauh 1.100 kilometer sebelah barat ibu kota Argentina, Buenos Aires.

Spesies dinosaurus Triassic diperkirakan sebagai yang terbesar di zamannya.

Ingenia prima dipercaya hidup pada 47 juta tahun sebelum dinosaurus raksasa lainnya seperti Diplodocus dan Brontosaurus mengguncang Bumi. Dalam bahasa latin, Ingenia prima itu secara harfiah berarti "yang pertama menjadi besar".

Baca selengkapnya di sini.

Peti mayat granit terbesar ditemukan di Mesir

Peti mayat alias sarkofagus terbuat dari granit hitam dalam ukuran paling besar ditemukan di kota Alexandria, pantai utara Mesir, Juli 2018.
Peti mayat alias sarkofagus terbuat dari granit hitam dalam ukuran paling besar ditemukan di kota Alexandria, pantai utara Mesir, Juli 2018. | Kementerian Barang Antik Mesir

Situs purbakala di sekitar situs Mesir kuno belum berhenti mengungkap misteri dan kejutan. Yang terbaru adalah penemuan peti mati kuno alias sarkofagus di sebuah situs arkeologi di kota Alexandria, pantai utara Mesir, Juli 2018.

Peti kuno yang terbuat dari granit hitam berukuran 265x165x185 centimeter itu diyakini paling besar dalam sejarah penemuan di Alexandria. Sarkofagus itu terkubur hampir sedalam lima meter.

Dari bentuk dan ukurannya, sangat mungkin sarkofagus ini disiapkan untuk menguburkan tokoh yang memiliki kekayaan dan status moderat. Namun, siapa?

Baca selengkapnya di sini.

Anjing terkecil di dunia sudah diklon 49 kali

 Ilustrasi anak anjing ras Chihuahua.
Ilustrasi anak anjing ras Chihuahua. | Pixabay

Anjing dari ras Chihuahua bernama Miracle Milly dikloning untuk ke-49 kalinya. Para ahli terlibat dalam kloning hewan berusia enam tahun tersebut memiliki misi untuk memahami mengapa tubuhnya begitu mungil.

Saat lahir di Dorado, Puerto Riko, pada tahun 2011, berat Milly kurang dari 28 gram sehingga muat diletakkan dalam satu sendok teh. Para dokter hewan memperkirakan bahwa hewan yang baru lahir itu tidak akan bertahan hidup.

Namun, sang pemilik, seorang warga negara Amerika Serikat bernama Vanessa Semler, memberi makan setiap dua jam dengan pipet mata. Akhirnya, dia berhasil menjaga Milly tetap hidup.

Apa efek dari kloning hewan? Apakah sudah sesuai aturan?

Baca selengkapnya di sini.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR