WHATSAPP DOWN

WhatsApp galat diduga karena kode yang cacat

Ilustrasi aplikasi WhatsApp
Ilustrasi aplikasi WhatsApp | Heiko /Pixabay

Sejak Jumat (3/11/2017) WIB, layanan percakapan WhatsApp sempat mengalami galat (error) selama kurang lebih satu jam. Masalah telah teratasi, tetapi belum ada penjelasan detail dari WhatsApp, selain permintaan maaf.

Menurut pantauan situs Outage Report, gangguan layanan mulai dilaporkan terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 03:30, atau sekitar pukul 14:30 WIB. Jumlah laporan memuncak sekitar sejam kemudian, mencapai 4 ribu laporan gangguan.

Tercatat di situs tersebut, dalam 24 jam terakhir terdapat 26 laporan dari pengguna di Inggris, India (26), Malaysia (19), Indonesia (17), dan dari Amerika Serikat (15).

Total 10 ribu lebih laporan yang menyatakan WhatsApp tak bisa berfungsi, dari berbagai negara. Insiden kali ini, termasuk insiden terluas dampaknya setelah gangguan pada Mei 2017, yang mencatat 15.841 laporan gangguan dari beberapa negara di dunia.

Aplikasi yang kini dimiliki raksasa jejaring sosial Facebook, melayani 1,3 miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia. Tak aneh bila gangguan selama satu jam saja, bisa menimbulkan keriuhan di dunia maya, misalnya lewat lini masa Twitter.

Dilaporkan Reuters (3/11) kata kunci "whatsappdown" sempat jadi topik tren di India. Negara itu salah satu pengguna WhatsApp terbesar, sekitar 200 juta dari total pengguna WhatsApp sedunia. Laporan pun muncul dari Pakistan, Inggris, Jerman, Brasil, Rusia, Vietnam, dan Myanmar.

Juru bicara WhatsApp telah menyampaikan pengumuman singkat yang mengonfirmasi insiden tersebut. Seperti dikutip TechCrunch (Jumat, 3/11), WhatsApp menyatakan,

"Dini hari ini, pengguna WhatsApp secara global mengalami galat saat menggunakan aplikasi kami sekitar sejam lamanya. Masalah ini telah teratasi, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," demikian pernyataan juru bicara tersebut.

Saking cepatnya teknisi WhatsApp menangani masalah ini, sebagian besar pengguna mungkin tak merasakan terjadinya galat. Menurut pantauan Reuters, layanan kembali normal di beberapa wilayah hanya 30 menit setelah galat pertama kali dilaporkan.

Menurut laporan TechCrunch pula, penyebab galat diduga adalah cacat pada kode pemrograman, bukan pada peranti keras seperti pusat layanan data, misalnya. Insiden yang sangat jarang menimpa WhatsApp.

Sebelumnya galat memang pernah terjadi, namun hanya berdampak pada pengguna di wilayah tertentu, tidak secara global seperti yang terjadi Jumat kemarin.

Akhir Oktober ini, WhatsApp baru saja menambahkan satu fitur baru yang cukup signifikan. Per 31 Oktober 2017, pengguna bisa menghapus pesan yang telanjur terkirim--baik yang terkirim untuk satu akun lain, maupun yang dikirim ke grup.

Anda hanya tinggal mengeklik pesan yang ingin dihapus, menekan tombol "Delete" (hapus) dengan ikon tong sampah, dan memilih "Delete for everyone" (hapus untuk semua). Pesan tersebut akan berubah menjadi keterangan, bahwa pesan itu telah dihapus.

Tetapi perlu diingat, tidak semua pesan bisa dihapus dengan cara ini. Anda hanya punya waktu tujuh menit setelah pesan terkirim, bila ingin menghapusnya dengan cara ini.

Fitur ini telah digulirkan untuk semua pengguna di dunia secara bertahap, baik yang menggunakan WhatsApp versi terkini di Android, iPhone, atau Windows Phone, termasuk versi desktop. Pengirim dan penerima pesan harus menggunakan versi terbaru agar pesan yang terhapus benar-benar hilang dari jendela percakapan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR